Headlines News :
Home » » Waspada..!! Tujuh Kecamatan Rawan Banjir

Waspada..!! Tujuh Kecamatan Rawan Banjir

Penulis : Dimas Bromo FM
Senin, 30 Januari 2017
KRAKSAAN – Sejauh ini, Kabupaten Probolinggo belum bisa bebas dari bencana banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyebut, dari 24 kecamatan, ada tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang rawan bencana banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, dari hasil pemetaan, tujuh kecamatan diantaranya masuk daerah rawan banjir. Yakni, Kecamatan Pakuniran, Besuk, Kraksaan, Gending, Dringu, Sumberasih dan Tongas.

“Dari hasil pemetaan yang kami lakukan, diketahui tujuh kecamatan itu paling rawan banjir,” ujarnya. Nanang mengatakan, dari tujuh kecamatan itu, yang paling rawan banjir Kecamatan Dringu. Sebab, di sana ada Sungai Kedunggaleng.

Menurutnya, jika hujan deras bersamaan dengan air laut pasang, maka sungai itu tidak akan mampu menampung debit air. Sehingga, bisa menyebabkan banjir. Selain Kecamatan Dringu, ada Kecamatan Pakuniran. Sebab, Kecamatan Pakuniran merupakan  daerah pertemuan antara dua sungai. Yakni, sungai dari Kecamatan Tiris dan Kecamatan Krucil serta sungai dari Kabupaten Situbondo.

Jika curah hujan tinggi dan terjadi dalam waktu bersamaan di Tiris, Krucil dan Situbondo, dipastikan akan terjadi banjir di Kecamatan Pakuniran. “Bahkan, berdasarkan perkiraan  Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tahun ini Kecamatan Pakuniran dinyatakan berisiko tinggi terhadap banjir bandang,” jelas Nanang.

Nanang menerangkan, bencana banjir dapat menyebabkan sejumlah dampak negatif. Di antaranya, banjir dapat menggenangi rumah warga. Jika arusnya deras, dapat menyebabkan bangunan atau infrastruktur rusak.

Untuk mengantipasi dampak kerusakan dan kerugian yang disebabkan banjir, BPBD telah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Di antaranya, memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di sungai saat hujan deras dan lama.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi (rakor) sesuai pembagian tugas agar dapat dilakukan tindakan. “Sehingga, dampak bencana banjir dapat kami minimalisir,” harapnya. (maz/why)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger