Headlines News :
Home » » Pengurus NU Harus Peka Terhadap Perkembangan Masyarakat

Pengurus NU Harus Peka Terhadap Perkembangan Masyarakat

Reporter : Syamsul Akbar
Sabtu, 07 Januari 2017
LECES - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Syaifullah menekankan agar para pengurus NU selalu peka terhadap perkembangan sosial di desa tempat tinggalnya masing-masing.

Hal tersebut disampaikan oleh Kiai Abdul Hadi Syaifullah saat membuka seminar pendidikan Aswaja yang digelar MWCNU Leces bekerja sama dengan Pengurus Cabang Aswaja NU Center (Asnuter) Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/1/2017) di Pondok Pesantren Al-Ihsan Kecamatan Leces.

“Kerawanan sosial keagamaan di desa itu menjadi tanggung jawab Ranting NU. Kalau tidak mampu, minta tolong MWCNU. Yang penting jangan ada pembiaran masalah,” pintanya.

Kegiatan yang dikemas dengan tema Dengan Aswaja Kian Mencintai NKRI dan NU ini diikuti lebih dari 500 peserta yang terdiri atas terdiri dari pengurus NU, guru, siswa dan santri se Kecamatan Leces.

Hal senada disampaikan Ketua Asnuter Kabupaten Probolinggo Teguh Mahameru Zainul Hasan. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan sebagai langkah konsolidasi dengan kepengurusan di semua tingkatan. Serta, mendorong kajian serupa dalam lingkup lebih khusus, baik materinya maupun pesertanya.

“Harapannya tentu agar pengurus semakin peka dengan perkembangan sosial keagamaan di lingkungannya. Masalah sekecil apapun yang dapat mengikis soliditas NU dan keutuhan NKRI harus mendapat quick respons. Kami siap selalu mendampingi teman-teman pengurus dan warga NU untuk mendalami Aswaja,” ungkapnya.

Sementara Ketua MWCNU Leces Kiai Faishol Zaini menginginkan supaya kajian Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) bisa terus dilakukan. “Semua harus terus ikut ngaji. Supaya nilai Aswaja kita tidak luntur,” katanya.

Sedangkan narasumber Katib PWNU Jawa Timur KH Syafrudin Syarif menuturkan bahwa Aswaja yang asli dan cocok dengan bangsa Indonesia adalah Aswaja an-Nahdliyah. Tegaknya NKRI sangat bergantung pada kemampuan NU menjaga Aswaja. “Kita harus waspada dengan mereka yang berhaluan keras, mereka mau menjadikan agama sebagai alat untuk merobek-robek kesatuan bangsa ini,” terangnya.

Narasumber lain Wakil Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Zainullah Ghozali menyampaikan amaliyah NU itu semua ada dasarnya. “Saya mengajak kepada semua Nahdliyin untuk terus memperbaiki kualitas ubudiyah, terutama sholat. Terus belajar sholat yang khusyu’ dan kemudian terapkan nilai dan prinsipnya dalam kehidupan sehari-hari,” pintanya. (wan/ast)
 
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger