Headlines News :
Home » » Dibayar Tak Sesuai UMK, Ratusan Buruh PT CPN Mogok Kerja

Dibayar Tak Sesuai UMK, Ratusan Buruh PT CPN Mogok Kerja

Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 10 Januari 2017
TEGALSIWALAN – Mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) sudah lama diharapkan ratusan buruh PT Cenda Putra Nusantara (CPN). Senin (9/1/2017), mereka menggelar aksi mogok kerja karena keinginannya tak  pernah digubris manajemen  perusahaan yang terletak di Desa Paras Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo, ini.

Dari data yang dihimpun menyebutkan bahwa perusahaan yang memproduksi tripleks ini berdiri sejak 2014. Sejauh ini, jumlah pekerjanya ada sekitar 800 orang. Tapi, semua pekerja mendapatkan upah jauh dari UMK.

Dalam sepekan (6 hari kerja), setiap buruh hanya mendapat upah sekitar Rp 210 ribu. Saban hari mereka bekerja selama 9 jam mulai pukul 07.00 sampai 15.00 WIB. Dengan bayaran Rp 210 ribu per pekan, saban bulan mereka sama saja dengan mendapat upah Rp  850 ribu. Angka ini jauh dari UMK Kabupaten Probolinggo yang mencapai sekitar Rp 1,8 juta.

“Seminggu hanya diberi gaji sekitar Rp 210 ribu,” ujar salah seorang pekerja, Solehan. Pria yang mewakili sejumlah pekerja dalam bermusyawarah dengan pihak pabrik ini mengaku,  pihaknya sudah lama bersabar. Sudah dua tahun bekerja di pabrik  ini, tapi upahnya masih jauh dari UMK.

“Selain menuntut gaji sesuai UMK, kami juga menuntut penghapusan sistem borongan. Sebab, saat mati lampu atau ada kendala, perusahaan tidak mau tahu,” jelasnya.

Aksi ini mendapat perhatian dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo dan Pengawas Disnaskertras Provinsi Jatim Wilayah Timur Daya Wijaya.

Disnaker mempertemukan pihak PT CPN dengan perwakilan pekerja. Tapi, pertemuan bipartit itu belum ada kata sepakat. “Jika bipartit tidak ada titik temu, bisa dilakukan tripartit. Yaitu, perusahaan, pekerja dan Disnakertrans,” ujar Daya Wijaya.

Sementara itu, Personalia PT CPN Bambang Agus mengatakan, pihaknya tengah berusaha memenuhi tuntutan karyawan. Dalam pertemuan pekan kemarin, pihaknya berjanji akan memulai gaji UMK per 9 Januari 2017. Tapi, masih akan diuji coba dalam satu grup pekerja. Uji coba itu untuk melihat hasil produksi setiap grup itu bisa menembus UMK atau tidak.

“Tiap grup ada 30 pekerja. Mereka ditarget dapat produksi  420 lembar tripleks. Mereka kan sudah bekerja selama 2 tahun, tentu uji coba cukup berjalan beberapa hari,” ujarnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger