Headlines News :
Home » » Reporter : Syamsul Akbar Sabtu , 17 Desember 2016 KRAKSAAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo di tingkat nasional. Hal ini menyusul keberhasilan Kepala SMPN 2 Kraksaan, Edy Santoso meraih juara dalam Lomba Best Practice Kepala Sekolah (Kasek) Tingkat Nasional 2016. Edy menceritakan, lomba tersebut diadakan oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dalam lomba itu, ia menjadi peserta bersama 320 SMP negeri/swasta se-Indonesia. “Setelah saya melakukan presentasi di depan dewan juri, alhamdulillah saya diundang ke Jakarta karena masuk 10 finalis. Bahkan saya pun ditetapkan finalis ke empat tingkat nasional,” katanya. Menurut Edy, persiapan mengikuti lomba sudah disiapkan sejak tahun 2015. Sebab ia menjabat sebagai Kepala SMPN 2 Kraksaan sejak awal 2015. “Sebelum berangkat ke Jakarta, saya juga mendapatkan pembekalan dari Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Ini tentunya menjadi tambahan semangat yang luar biasa,” jelasnya. Edy menerangkan, dalam lomba itu dirinya mendaftar secara online dan menyerahkan file karya tulis dengan judul Pola Strategi Relaksasi dengan Pendekatan Kuda Lumping Menuju Mutu Pembelajaran Anti Narkoba dan Anti Korupsi. ”Kami kirim juga portofolio karya tulis lomba best practice itu,” ujarnya. Akhir Agustus lalu, Edy mendapatkan pemberitahuan waktu perbaikan karya tulis yang ia kirim. Kebetulan saat itu ia mengikuti lomba IPAK (Implementasi Pendidikan Anti Korupsi) 2016 yang digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Jawa Pos Radar Bromo. “File dan poin lomba IPAK itu pun saya masukkan dalam revisi karya tulis. Ternyata setelah pengumuman juara Lomba IPAK, saya ditetapkan sebagai 10 finalis Lomba Best Practice Kepala Sekolah tingkat Nasional dan diminta ke Jakarta untuk presentasi,” terangnya. Edy menceritakan, saat presentasi di Hotel Ambara Jakarta, Minggu (21/11/2016), dirinya mendapatkan apresiasi dari dewan juri. Saat itu ia memiliki waktu 10 menit presentasi dan 10 menit pertanyaan dari dewan juri. Kebetulan saat presentasi, ia juga menjelaskan karya tulis, termasuk lomba kegiatan sinergisitas Dispendik, Jawa Pos Radar Bromo dan PJB Paiton. ”Ternyata, dewan juri mengapresiasi kegiatan lomba IPAK yang menghadirkan kepala sekolah, juga melibatkan kejaksaan negeri. Hal itu membuat kepala sekolah paham hukum dan tidak takut diskusi dengan kejaksaan,” pungkasnya. Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo memberikan apresiasi sekaligus mengharapkan agar prestasi yang diraih ini bisa menjadi oase dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Probolinggo. (wan/ast)

Reporter : Syamsul Akbar Sabtu , 17 Desember 2016 KRAKSAAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo di tingkat nasional. Hal ini menyusul keberhasilan Kepala SMPN 2 Kraksaan, Edy Santoso meraih juara dalam Lomba Best Practice Kepala Sekolah (Kasek) Tingkat Nasional 2016. Edy menceritakan, lomba tersebut diadakan oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dalam lomba itu, ia menjadi peserta bersama 320 SMP negeri/swasta se-Indonesia. “Setelah saya melakukan presentasi di depan dewan juri, alhamdulillah saya diundang ke Jakarta karena masuk 10 finalis. Bahkan saya pun ditetapkan finalis ke empat tingkat nasional,” katanya. Menurut Edy, persiapan mengikuti lomba sudah disiapkan sejak tahun 2015. Sebab ia menjabat sebagai Kepala SMPN 2 Kraksaan sejak awal 2015. “Sebelum berangkat ke Jakarta, saya juga mendapatkan pembekalan dari Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Ini tentunya menjadi tambahan semangat yang luar biasa,” jelasnya. Edy menerangkan, dalam lomba itu dirinya mendaftar secara online dan menyerahkan file karya tulis dengan judul Pola Strategi Relaksasi dengan Pendekatan Kuda Lumping Menuju Mutu Pembelajaran Anti Narkoba dan Anti Korupsi. ”Kami kirim juga portofolio karya tulis lomba best practice itu,” ujarnya. Akhir Agustus lalu, Edy mendapatkan pemberitahuan waktu perbaikan karya tulis yang ia kirim. Kebetulan saat itu ia mengikuti lomba IPAK (Implementasi Pendidikan Anti Korupsi) 2016 yang digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Jawa Pos Radar Bromo. “File dan poin lomba IPAK itu pun saya masukkan dalam revisi karya tulis. Ternyata setelah pengumuman juara Lomba IPAK, saya ditetapkan sebagai 10 finalis Lomba Best Practice Kepala Sekolah tingkat Nasional dan diminta ke Jakarta untuk presentasi,” terangnya. Edy menceritakan, saat presentasi di Hotel Ambara Jakarta, Minggu (21/11/2016), dirinya mendapatkan apresiasi dari dewan juri. Saat itu ia memiliki waktu 10 menit presentasi dan 10 menit pertanyaan dari dewan juri. Kebetulan saat presentasi, ia juga menjelaskan karya tulis, termasuk lomba kegiatan sinergisitas Dispendik, Jawa Pos Radar Bromo dan PJB Paiton. ”Ternyata, dewan juri mengapresiasi kegiatan lomba IPAK yang menghadirkan kepala sekolah, juga melibatkan kejaksaan negeri. Hal itu membuat kepala sekolah paham hukum dan tidak takut diskusi dengan kejaksaan,” pungkasnya. Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo memberikan apresiasi sekaligus mengharapkan agar prestasi yang diraih ini bisa menjadi oase dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Probolinggo. (wan/ast)

Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 17 Desember 2016
PAJARAKAN – Polres Probolinggo baru-baru ini meluncurkan aplikasi “Tombol Darurat” untuk ponsel berbasis Android. Tombol panik ini berfungsi merespons secara cepat laporan yang disampaikan masyarakat dalam menangani tindak kejahatan.

Aplikasi ini merupakan inisiatif dari Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin dengan dukungan Sekolah Tinggi Teknik (STT) Nurul Jadid Paiton. Aplikasi ini dinamakan “Polisi Progresif” sebagai promoter Bromo Perkasa.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, aplikasi ini sudah bisa diunduh secara gratis melalui Google Playstore. Pengguna harus melakukan registrasi agar aplikasi ini tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. “Aplikasi ini bisa dipakai oleh siapa saja dan penggunaannya sangat mudah. Tidak ada pungutan biaya atas penggunaan perangkat lunak tersebut,” katanya.

Menurut Kapolres, aplikasi ini memiliki fungsi utama Tombol Darurat yang jika ditekan lama akan memberitahu pusat komando di Polres Probolinggo untuk menggerakkan petugas-petugas yang berada di dekat lokasi pelapor.

Selain itu, aplikasi ini juga memberi kemudahan untuk masyarakat dalam melaporkan hal-hal lainnya. Seperti terjadinya kemacetan, kecelakaan hingga pungli dengan menggunakan menu Lapor. Ada fasilitas tambahkan foto yang bisa langsung ambil gambar situasi.

Untuk masalah bencana atau terjadi kebakaran jelas Kapolres, masyarakat tinggal sentuh menu Call Center yang akan menyajikan tombol telepon BPBD dan Pemadam Kebakaran. Fungsi penting lainnya adalah lokasi semua Polsek, rumah sakit berikut nomor telepon di menu Lokasi. Sehingga warga dengan mudah dapat menghubungi Polsek dan Puskesmas terdekat.

“Aplikasi tersebut akan mengirim sinyal dan pesan singkat berupa lokasi dimana tombol panik tersebut diklik kepada anggota polisi terdekat,” ungkap Kapolres.

Setelah menerima sinyal, personel polisi terdekat akan meluncur ke tempat tersebut. Ia menginstruksikan kepada polisi untuk sesegera mungkin tiba di lokasi laporan. Aplikasi ini juga sudah dapat digunakan di obyek vital, seperti bank, perusahaan, instansi dan pertokoan.

Bagi masyarakat yang ingin mendownload aplikasi tersebut bisa langsung ke Google Playstore dan melakukan pencarian menggunakan keyword “Polisi Progresif”. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger