Headlines News :
Home » » Petani Tewas Dibondet

Petani Tewas Dibondet

Penulis : Dimas Bromo FM
Senin, 19 Desember 2016
GADING – Warga Dusun Sirih, Desa Duren, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo geger, Sabtu (17/12/2016) malam. Itu, setelah Masto, 65, warga setempat tewas usai dilempari bondet oleh orang tidak dikenal.

Imbas teror  bondet itu, Masto yang sehari-harinya di ketahui sebagai petani pun tewas dengan kondisi mengenaskan di depan rumahnya. Kepalanya pecah usai terkena ledakan bondet. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 19.00.

Saat itu, Masto tengah dipijat oleh istrinya, Sukarning, 48, di dalam kamar. Tidak lama kemudian, ia mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Masto pun bergegas untuk membukakan pintu itu.

Saat suaminya tengah membukakan pintu, Sukarning mendengar suara ledakan keras dari teras rumahnya. Sukarning pun langsung bergegas keluar rumah. Saat itu ia mendapati suaminya sudah tergolek berceceran darah.

Kepalanya pecah. Masto sudah tidak bernyawa saat itu. Sementara di luar rumahnya,  Sukarning mendapati dua orang  lelaki mengenakan helm standar. Dua lelaki misterius itu kabur berboncengan dengan menggunakan motor ke arah utara.

Sukarning pun langsung menghubungi salah seorang anaknya yang tinggal di Dusun Krajan. Dari situ, keluarga Masto menghubungi kepala desa (kades) setempat dilanjutkan dengan menghubungi polisi. Tidak banyak orang yang tahu insiden tersebut. Maklum, rumah Masto dikelilingi sawah. Jarak rumahnya dengan tetangga terdekat sekitar 400 meter.

“Saya tidak tahu persis peristiwanya (pelemparan bondet). Namun, kata Sukarning (istri   korban), pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan helm saat melakukan aksinya. Keduanya langsung kabur dengan berboncengan motor setelah melempar bondet ke arah Masto,” kata  Kades Duren Suraji Effendi.

Pria yang masih merupakan adik ipar korban ini mengaku, ia tidak tahu pasti motif penyerangan kepada saudaranya itu. Namun, menurutnya, beberapa tahun lalu Masto sempat terlibat cekcok  dengan kerabatnya sendiri yang berasal dari desa tetangga.

Pada 2010 disebutkannya, rumah Masto sempat didatangi kerabatnya asal desa sebelah. Kerabatnya itu menuduh meninggalnya salah seorang saudaranya tak wajar. Nah, sosok Mastolah yang jadi sasaran. Masto sempat dituduh mempunyai ilmu hitam dengan mengguna-gunai  korban.

“Itu sudah terjadi 2010 lalu. Setelah itu, korban dengan kerabatnya itu tak pernah bertegur sapa,” jelas Suraji.  Selain itu, Masto selama ini  juga dikenal kurang akrab dengan sejumlah warga desa setempat. “Yang saya dengar, banyak warga kurang menyukai kakak ipar saya. Sebab, banyak yang menuding Masto memiliki ilmu santet. Selain itu, ia juga jarang bergaul,” jelas Suraji.

Sementara itu, istri Masto, Sukarning masih terlihat shock. Tampak sejumlah keluarga berupaya menenangkannya. Kapolsek Gading AKP Sugeng  Supriyanto mengatakan, setelah  mendapatkan laporan dari warga setempat, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, ditemukan serpihan batu kecil dan keresek plastik warna hitam.

“Temuan ini menunjukkan korban tewas karena terkena bondet yang dilempar oleh pelaku,” katanya. Sugeng menyebutkan, kasus itu masih dalam penyelidikan pihaknya. Lantaran  itu, sejauh ini pihaknya belum dapat memastikan motif pelaku melempar bondet ke Masto.  Sebab, sampai saat ini pelaku belum tertangkap. Termasuk saat  ditanya tentang dugaan asal-usul pelaku. Sugeng menolak untuk berasumsi.

“Semua kemungkinan dapat terjadi. Kami tidak mau berandai-andai. Tunggu saja hasil  penyelidikan dari  kepolisian,”  jelas mantan Kapolsek Leces ini. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger