Headlines News :
Home » » Pabrik Pengolahan Kayu Dilalap Api

Pabrik Pengolahan Kayu Dilalap Api

Penulis : Dimas Bromo FM
Sabtu, 10 Desember 2016

GENDING – Si jago merah, Jum’at (09/12/2016) pagi mengamuk di pabrik pengolahan kayu di Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun kerugian yang dialami PT Dura Surya Perkasa itu ditaksir mencapai ratusan juta.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 05.00. Api pertama kali muncul di ruang pengeringan kayu. “Pada saat kami datang sekitar pukul 07.00, api sudah tinggi sekitar 3 meteran. Besar kemungkinan kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00,” terang salah satu petugas pemadam kebakaran yang mewanti-wanti namanya tak disebutkan.

Saat sejumlah awak media datang, pekerja pabrik PT Dura Surya Perkasa tampak tertutup. Wartawan dilarang masuk area pabrik untuk meliput. Namun, dari pantauan di luar pabrik yang terletak di pinggir jalan raya Probolinggo-Kraksaan itu, api tampak membumbung tinggi.

Tiga mobil pemadam kebakaran pun didatangkan ke lokasi kejadian. Dua unit dari  PMK dan satu unit truk tangki air milik BLH.  M. Rizal, 17, warga desa setempat yang juga karyawan pabrik  menyebut, yang terbakar ruang pengolahan kayu atau oven.

Menurut pria yang basah kuyup lantaran membantu proses pemadaman itu, ia tak mengetahui persis pemicu kebakaran tersebut. “Saya kurang tahu persis. Saya baru tahu saat api sudah meninggi,” terang pria yang bekerja di bagian produksi tersebut.

Api sendiri akhirnya baru bisa dijinakkan sekitar pukul 08.30. Salah satu petugas PMK menyebut, api sulit dipadamkan karena di dalam pabrik terdapat banyak tumpukan kayu yang mudah terbakar.

Petugas sampai siang pun masih melakukan pembasahan. Hal itu untuk mencegah adanya titik api baru.  Sebelum api benar-benar dijinakkan, titik api kerap muncul.

Kapolsek Gending AKP Sunaryo saat dikonfirmasi mengatakan, kebakaran terjadi lantaran pabrik pengolahan kayu itu tidak memiliki mesin indikator pengatur suhu. Sehingga, bila mesin oven terlalu panas, tidak bisa diketahui. Dari situ, mesin  tersebut terbakar.

Meski tak ada korban jiwa, kerugian sementara ini ditaksir mencapai sekitar Rp 200  juta. “Penyebabnya, mesin oven yang tidak ada indikator atau pendeteksi suhu. Sehingga, jika kepanasan, mesin akan terbakar. Untungnya, tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil mencapai sekitar Rp 200 Juta,” tegasnya.

Agar insiden serupa tidak terulang, pihaknya berharap agar pengelola menyediakan mesin indikator. Sehingga, bila suhu terlalu panas, bisa segera diketahui. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger