Headlines News :
Home » » Ngebut Ban Pecah, Hantam Penjual Ikan

Ngebut Ban Pecah, Hantam Penjual Ikan

Penulis : Dimas Bromo FM
Rabu, 07 Desember 2016
KRAKSAAN – Insiden tabrakan antara bus Sarika Executive  Nopol N 7098 HR dan sepeda jengki terjadi di ruas jalan raya pantura Blok Gang Madura Kelurahan Kraksaan Wetan Kecamatan Kraksaan, Rabu (7/12/2016). Peristiwa yang terjadi pukul 04.15 itu menewaskan seorang wanita penjual ikan bernama Sawati (40) warga pesisir Blok Bekolan Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan.

Salah satu saksi Ahmad (70) mengaku meskipun tidak melihat langsung, namun dia mendengar suara keras saat titik tabrakan terjadi sekitar 2 meter dari tempatnya jaga malam di salah satu toko. “Ternyata bus dari timur kayaknya ngantuk lalu menyasak pinggir jalan dan pohon juga. Ini penjual ikan ditabrak dari belakang kena seret sampai meninggal di tempat,” ujarnya.

Ahmad memperkirakan korban terseret sejauh 50 meter. Dia merasa ngeri melihat cabang pohon patah berserakan di jalan, ikan-ikan segar pun berhamburan, disusul darah korban yang berceceran akibat terseret bus.

“Sepeda jengkinya hancur, saya meringis suaranya kencang sekali itu penjual ikan ditabrak dari belakang sepertinya terbanting-banting lalu terseret 50 meter,” ungkapnya.

Mahfud (48) pun menceritakan hampir sama bahwa saat kejadian itu wanita penjual ikan yang akrab dipanggi Ibu Ti itu terseret jauh. Hal itu karena bisa melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak mampu melakukan perlambatan hingga berhenti dengan cepat.

“Itu penjual ikan wanita Sawati biasanya dipanggi Bu Ti usia sekitar 40 tahun warga Desa Sidopekso Blok Bekolan daerah pesisir nah itu sudah mau pulang ke rumah,” kata Mahfud.

Dia juga menceritakan bahwa Sawati adalah pedagang ikan yang berjualan di Pasar Tradisional Kebon Agung. Almarhum biasanya membawa ikan hasil tangkapan nelayan pada pukul 22.00 dan selesai berjualan dini hari dan pulang. Saat kejadian dia tergolong pulang terlambat, karena biasanya pukul 02.00 dinihari sudah pulang.

Mahfud kembali menjelaskan bahwa jenazahnya remuk akibat terseret dan terlindas bus. Polisi datang sekitar 04.30 kemudian evakuasi jenazah baru bisa dilakukan sekitar 05.30 karena menunggu kantong jenazah. “Evakuasinya dimasukkan kantong jenazah wong masih diambil beberapa organ badannya saat dimasukkan,” jelas pria yang berprofesi makelar penumpang bus itu

Anggota keluarga yang datang ke TKP histeris bahkan sempat meratapi jenazah yang tertelungkup itu. Dia menduga sopir bus mengantuk dan menabrak. Menurutnya setelah menabrak ban bisa sampai pecah.

Namun hal itu dibantah oleh sopir bus saat ditemui di Pos Polantas Sumberlele Kraksaan. Bambang Iswono Sopir Bus Sarika mengaku mengemudi untuk trayek  Bali ke Surabaya. Menurut pria asal Kabupaten Mojokerto itu ban kanannya pecah sehingga bisa membuang ke kiri dan menyasak pohon lalu menabrak penjual ikan itu. “Ban kanan pecah jadi bus mengarah ke kiri,” ujarnya

Sementara Kanit Laka Polres Probolinggo, Ipda Siswandi melalui petugas pos lantas Sumberlele, Bripka Amir Mahmud mengaku bahwa, pihaknya menerima laporan pukul 04.30. Kemudian melakukan evakusasi jenazah di TKP ke kamar mayat dan melakukan olah TKP. “Sementara tabrakan disebabkan oleh pecah ban sehingga bus melaju tak terkendali, namun kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Bripka Amir. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger