Headlines News :
Home » » Melaut, Nelayan Tewas Tenggelam

Melaut, Nelayan Tewas Tenggelam

Penulis : Dimas Bromo FM
Selasa, 20 Desember 2016
TONGAS – Kekhawatiran itu akhirnya terjadi juga. Tingginya gelombang laut di perairan Probolinggo membawa korban. Senin (19/12/2016), nelayan asal Dusun Jalit, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tewas tenggelam saat melaut dengan perahu kecil. Nelayan nahas itu diketahui bernama Poni Hartanto, 29.

Jenazah Poni ditemukan jauh dari perahunya. Perahunya ditemukan lebih dahulu di perairan Tongas dini hari sekitar pukul 03.00. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Poni pamitan ke keluarganya melaut Minggu (18/12/2016) malam sekitar pukul 21.00.

Sri Waras, 25, istri Poni Senin pagi terlihat shock di rumahnya. Saat ditemui sejumlah awak  media, air matanya terus bercucuran membasahi pipinya. Sri menceritakan, suaminya pamitan padanya sekitar pukul 21.00 untuk mencari ikan di laut.

Poni berangkat seorang diri dengan perahu warna biru miliknya. Aktivitas Poni mencari ikan di laut sendiri sudah jadi rutinitas. Namun, saat itu terasa berbeda. Sebab, biasanya Poni sudah pulang ke rumah jelang Subuh.

”Pagi habis Subuh pas anak saya bangun tanya. Kenapa ayah belum datang dari cari ikan?” kata Sri sambil menirukan perkataan anaknya yang masih berusia 6 tahun itu.

Sri pun mulai was-was. Perempuan yang tengah hamil 5 bulan itu pun memutuskan mencari  suaminya ke tepian laut Tongas Wetan sekitar pukul 05.00. Namun, pencariannya tak membuahkan hasil.  Ia tak mendapati suaminya ada di tepi pantai.

Ia justru mendapat kabar mengejutkan dari sejumlah rekan seprofesi suaminya. Bahwa, beberapa nelayan hanya menemukan perahu Poni tanpa ada si empunya perahu. Perahu Poni disebutkan ditemukan di perairan lepas Tongas, perjalanan sekitar 2 jam dari tepi pantai.

Perahu itu ditemukan dalam kondisi mesin menyala tanpa penumpang. Oleh sejumlah nelayan, perahu warna biru itu akhirnya diseret ke tepi laut. “Teman suami saya menemukan kapalnya muter-muter dengan posisi mesin hidup di tengah laut. Tetapi, di atas kapal itu suami saya tidak ada,” terang Sri.

Eko, salah satu nelayan desa setempat mengaku, Senin dini hari ombak memang tengah besar. Meski begitu, tak menyurutkan sejumlah nelayan untuk melaut. Termasuk dirinya yang berangkat melaut. Bagi nelayan Tongas Wetan,  mereka kerap berangkat malam hari dan menepi pada pagi harinya dengan membawa ikan hasil tangkapan.

“Saya juga ikut mencari ikan. Tapi, beda kapal dan tidak bareng dengan Poni,” katanya. Dina, 25, sepupu Sri Waras mengatakan, Seni pagi keluarganya langsung melapor ke  Polsek Tongas.

“Tadi (kemarin pagi) sudah laporan (polisi). Terus sudah ada petugas Pol Air yang juga mencari Mas Poni di laut,” ujarnya. Buarip, 27, adik kandung Poni mengaku, dirinya dan keluarga sempat meminta bantuan pada para normal untuk mencari keberadaan Poni.

“Kata orang pinter (paranormal) belum ada gambaran posisi Mas Poni dimana. Semoga selamat,” harapnya.

Kapolsek Tongas, AKP Tavip Haryanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan warga hilang di laut. Sementara ini diduga korban tenggelam di laut lepas. Nah, sekitar pukul 19.00 tadi  malam, polisi mendapat kabar bahwa jenazah Poni ditemukan di tepi laut masuk Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

“Jenazahnya ditemukan di pinggir laut di dekat tambak oleh warga setempat. Jenazahnya langsung dievakuasi. Keluarga menolak untuk diotopsi karena menganggap insiden ini adalah kecelakaan,” jelas Tavip.

Hal senada diungkapkan Kasat Pol Air Polres Probolinggo, AKP Nur Mahfud. Ia menyebut, perahu korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari tepi pantai Tongas Wetan. Selang beberapa waktu kemudian, baru ditemukan jenazah korban. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger