Headlines News :
Home » » IBI Gelar Seminar Bebaskan Ibu dari Pre Eklamsia

IBI Gelar Seminar Bebaskan Ibu dari Pre Eklamsia

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 08 Desember 2016
KRAKSAAN -  Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar seminar sehari dengan tema “Bebaskan Ibu dari Pre Eklamsia” di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Kamis (8/12/2016).

Seminar yang dibuka oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono ini diikuti oleh seluruh anggota IBI Cabang Kabupaten Probolinggo. Hadir dalam kesempatan tersebut narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Ketua IBI Cabang Kabupaten Probolinggo Nuryati mengatakan kegiatan ini merupakan tanggung jawab bersama untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo yang berkualitas sesuai standar yang ada.

“Sehingga dapat menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi yang ada di Kabupaten Probolinggo sebagai indikator dalam perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” katanya.

Menurut Nuryati, bidan harus mempunyai dedikasi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu bidan harus menjaga etika serta membawa nama baik IBI di masyarakat mulai sopan santun dan kedisiplinan di tempat kerja.

“Bidan harus bisa memilih mana yang baik dan mana tidak baik atau membawa dampak negatif bagi dirinya dan profesinya,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan sebagai upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) telah dilakukan upaya-upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan cakupan pelayanan, mutu serta manajemen pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang optimal.

“Upaya peningkatan dan perbaikan pelayanan kesehatan tersebut dilakukan mulai dari tingkat pelayanan yang paling dasar pada pelayanan bidan di desa yang bermitra dengan para dukun bersalin yang ada di wilayah kerjanya,” katanya.

Selanjutnya jelas Shodiq, pada pelayanan rujukan antara di puskesmas yang mampu poned (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) sampai pada pelayanan rujukan tertinggi di Kabupaten Probolinggo di rumah sakit yang mampu ponek (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif). (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger