Headlines News :
Home » » Curang, Operator Jip Bromo Disorot

Curang, Operator Jip Bromo Disorot

Penulis : Dimas Bromo FM
Sabtu, 31 Desember 2016
SUKAPURA – Adanya operator jip nakal di kawasan Gunung Bromo, menjadi perhatian Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Dispobpar) Kabupaten Probolinggo. Sebab, banyak wisatawan mengeluh dengan mahalnya tarif jip. Tapi, objek yang  dikunjungi tak sesuai dengan kesepakatan awal.

Kepala Dispobpar Kabupaten  Probolinggo M. Sidik Widjanarko melalui Sekretarisnya Tatok Krismarhento mengatakan, banyak keluhan pengunjung terkait adanya oknum operator jip yang curang. Sebab, mereka telah memasang tarif tinggi, namun  objek wisata yang dikunjungi tak sesuai kesepakatan.

“Kami  akan menindak tegas operator jip kalau sampai ketahuan memainkan trayek atau spot wisata yang tidak sesuai paket yang ditawarkan,” ujarnya. Akomodasi yang disediakan sejumlah operator jip juga banyak dikeluhkan wisatawan. Sebab, sering oknum operator jip mengurangi atau mengubah tujuan  yang telah disampaikan kepada wisatawan.

Di samping itu, juga sering menaikkan tarif. Bila biasanya antara Rp 500 ribu sampai  Rp 600 ribu, menjadi Rp 700 ribu sampai Rp 750 ribu. “Kadang oknum operator jip tak mengantarkan wisatawan yang jadi penumpangnya ke seluruh tujuan. Misalnya, bila di paket tertera 4 lokasi tujuan, faktanya hanya 3 lokasi yang  dikunjungi. Kadang 4 lokasi, tapi objek yang dikunjungi tak sesuai paket,” jelas Tatok.

Tatok mengaku, selama ini pihaknya sering menerima keluhan praktik curang yang  dilakukan oknum operator jip. Karenanya, pihaknya meminta perwakilan operator jip tidak mengurangi trayeknya. Apalagi,  sudah ada kesepakatan dengan  pengunjung.

“Kalau sampai ada yang masih melanggar, akan kami tindak tegas,” janji Tatok. Terpisah, Ketua Paguyuban Jip Bromo Matacis mengatakan, terkadang ada operator jip yang langsung bertransaksi dengan pengunjung dan berhasil memasang tarif tinggi. Tapi, tidak jarang yang justru tarifnya rendah, tapi sesuai kesepakatan objek  yang dikunjungi.

“Saya berencana  membahas dan membuat  kesepakatan bersama terkait aturan melayani pengunjung Bromo. Kami butuh dukungan dari pihak lain juga, termasuk Dispobpar,” katanya. Matacis mengungkapkan, dulu  sempat ada aturan penggunaan jasa jip Bromo menggunakan voucher sesuai paket yang diinginkan pengunjung.

Dengan  begitu, operator jip tidak bisa memasang tarif sesuai keinginan mereka. Tapi, aturan ini hanya berlaku dari 2007 sampai 2010. Setelah erupsi Bromo pada 2010, aturan itu tak berjalan lagi. “Biasanya tarif jip Bromo itu paket penanjakan, lautan pasir dan  lengkap, berkisar Rp 600 ribu,”  ujarnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger