Headlines News :
Home » » Warga Banjarsari Lahirkan Bayi Kembar Tiga

Warga Banjarsari Lahirkan Bayi Kembar Tiga

Penulis : Dimas Bromo FM
Sabtu, 05 November 2016
TONGAS - Kebahagiaan tengah menyelimuti pasangan suami istri (pasutri) Kusno, 42 dan Nurul Fatma, 37. Kamis (3/11/2016) malam, pasutri asal Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo ini baru saja dikaruniai tiga bayi kembar perempuan.

Itu merupakan proses persalinannya keempat. Sebelumnya, ia telah memiliki tiga anak. Nurul melahirkan lewat proses operasi Caesar. Kondisi ketiga bayi kembar disebutkan normal tidak terinfeksi. Ketiga bayi kembar itu kini tengah dirawat di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Tongas.

Kondisi Nurul sang ibu, masih membutuhkan perawatan intensif. Ia masih harus dirawat  di ruang ICU RSUD Tongas.  Vony Mariani selaku dokter anak di ruang NICU RSUD Tongas  mengatakan, proses persalinan  Nurul terpaksa harus dilakukan  dengan operasi Caesar. Sebab,  kondisi Nurul yang merasakan sakit tidak memungkinkan untuk  melahirkan secara normal. Usia kehamilan Nurul sendiri dijelaskan sudah cukup waktu. Yakni, berkisar 39 minggu.

”Kalau untuk normalnya, usia kehamilan waktunya melahirkan adalah 36 minggu. Nurul usia kehamilannya 39 minggu, jadi  sudah cukup waktu,” imbuh. Dokter Vonny menjelaskan, pasien Nurul sendiri masuk ruang operasi sekitar pukul 23.00, Kamis  malam.

Kemudian, bayi pertama dilahirkan pukul 23.30. Selang satu menit kemudian, bayi kembar ke dua lahir dengan selamat. Sementara bayi kembar ketiga terlahir pukul 23.32. ”Untuk sementara ketiga bayi kembar ini harus dirawat di ruang NICU. Karena berat badannya masih kurang. Normalnya bayi baru dilahirkan itu 2.500 gram. Saya belum dapat memastikan berapa lama ketiga bayi  kembar ini dirawat di ruang  NICU,” terangnya.

Kondisi kesehatan bayi semuanya membaik. Bayi pertama mempunyai berat badan 1.800  gram dengan panjang 43 sentimeter. Kemudian, berat badan bayi kedua 1.600 gram, panjang 43 sentimeter. Sementara bayi terakhir berat badannya 1.500 gram, panjang 41 sentimeter.

Abgastore (metode sederhana untuk secara cepat menilai kondisi kesehatan bayi baru lahir) pertama skornya mencapai 56. Stabilisasi pada bayi, awalnya gunakan oksigen. Tetapi, sejam bantuan oksigen dihentikan. Kemampuan minum bayi pertama belum mampu banyak.

Hanya mampu sekitar 20 persen dari kebutuhan cairan. Jadi, dibantu dengan infus.  Sedangkan bayi kedua, masih menggunakan oksigen cepak, oksigen dengan tekanan kompresor. Pemberian oksigen lantaran bayi masih belum mampu bernapas dengan baik.  Begitu juga dengan kondisi bayi  ketiga, harus dibantu menggunakan oksigen.

“Bayi pertama kondisi tanpa menggunakan bantuan oksigen. Sedangkan bayi ke dua dan ketiga harus dibantu dengan oksigen. Kalau infus, sama-sama digunakan pada ketiga bayi,”  pungkasnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger