Headlines News :
Home » » Nenek 70 Tahun Tak Jera Jadi Mucikari

Nenek 70 Tahun Tak Jera Jadi Mucikari

Penulis : Dimas Bromo FM
Selasa, 1 Oktober 2016
KRAKSAAN – Pernah 7 kali diamankan Polres Probolinggo karena menjadi mucikari, tak membuat perempuan berinisial Sp, 70, jera. Minggu (30/10/2016), warga Desa Waturiti, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, itu kembali digerebek polisi karena praktik haramnya.

Informasinya, penggerebekan itu terjadi sekitar pukul 15.45 WIB. Saat itu, Sabhara Polres Probolinggo mendapatkan laporan dari masyarakat bila Sp menjalankan bisnis haram berkedok warung kopi. Selain kopi, Sp juga menyediakan perempuan yang bisa dikencani alias pekerja seks komersial (PSK).

Adanya informasi ini pun langsung ditanggapi serius Sabhara Polres Probolinggo. Polisi langsung bergerak menggerebek rumah nenek 70 tahun  itu. Hasilnya, di rumah yang juga berdiri warung  itu, Sp tak sendiri. Polisi juga mengamankan 2 PSK, masing-masing berinsial Im, 34, warga Desa Jamintoro, Kecamatan Sumber Baru, Kabupaten Jember. Serta, Sl, 43, warga Desa Lambang Kuning, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

“Saat diamankan Im sedang menunggu pelanggan di ruang tamu. Sementara, Sl sedang bermesraan dengan lelaki berinisial Ar, 48, warga Desa Sukapaura Kecamatan Sukapura (Kabupaten Probolinggo) di kamar,” ujar Kasat Sabhara Polres Probolinggo AKP Istono.

Karenanya, Sp, Im, Sl, dan Ar langsung di amankan ke Mapolres Probolinggo.  Selain mereka, polisi juga mengamankan seorang PSK berinisial Ap, 20, warga Kelurahan Kanigaran Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Ap diamankan polisi berduaan bersama lelaki berinisial Sd, 25, warga Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces.

Mereka berdua diamankan dari sebuah warung remang-remang di Desa Leces Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. “Kepada penyidik, ketiganya mengaku memasang tarif Rp 50.000 kepada pelanggan yang memakai jasanya. Mereka beralasan karena faktor ekonomi,” ujar Istono.

Keenam orang itu sempat menginap semalam di Mapolres Probolinggo. Kemarin, mereka langsung di giring ke Pengadilan Negeri Kraksaan untuk menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring). Hasilnya, ketiga PSK itu dijatuhi hukuman denda  Rp 200.000 atau kurungan 7 hari.

Sedangkan, kedua lelaki hidung belang yang mengencani mereka dijatuhi denda Rp 100.000 atau kurungan 7 hari. Khusus Sp, didenda Rp  500.000 atau kurungan 7 hari. Sebab, dia menyediakan praktik jasa prostitusi.

Dalam persidangan, Sp juga mengakui sudah 7 kali diamankan polisi karena bisnis haram ini. “Dia bertindak sebagai mucikari, karena itu dendanya lebih besar,” ujar Panitera Muda Pidana PN Kraksaan Sunaryo. Atas hukuman itu, para terdakwa itu kompak memilih membayar denda daripada dikurung. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger