Headlines News :
Home » » Kuasa Hukum Minta Terdakwa Dibebaskan

Kuasa Hukum Minta Terdakwa Dibebaskan

Penulis : Dimas Bromo FM
Kamis, 10 November 2016
KRAKSAAN - Sidang lanjutan pembunuhan Abdul Gani, mantan pengikut padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Kamis (10/11/2016) dilanjutkan. Agendanya, yakni pembacaan eksepsi empat terdakwa yang melakukan pembunuhan. Salah satu poin yang disampaikan dalam sidang tersebut yakni meminta agar terdakwa dibebaskan karena mereka tidak bersalah.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Yudistira ini berlangsung lancar meski sempat adanya pengusiran kuasa hukum terdakwa. M Soleh selaku ketua tim kuasa hukum terdakwa menyampaikan materi eksepsi yang sama, baik terhadap terdakwa Wahyudi, Kurniadi, Wahyu Wijaya dan Ahmad Suryono.

Ada beberapa yang disampaikan dalam sidang tersebut, diantaranya keberatan dengan penangkapan yang dilakukan kepada empat terdakwa kasus pembunuhan abdul gani. “Penangkapan Kurniadi dan terdakwa lain terjadi pelanggaran hukum, tidak ada surat penangkapan,” katanya.

Selain saat penangkapan terdakwa tidak ada surat penangkapan, poin selanjutnya yang disampaikan Soleh yakni soal adanya kekerasan terhadap terdakwa yang dilakukan oleh Polres Probolinggo. “Adanya kekerasan fisik yang dilakukan Polres Probolinggo,” jelasnya.

Kemudian, selain itu, M Soleh menyebut saat pembuatan Berita Acara Perkara (BAP) seluruh terdakwa tidak didampingi kuasa hukum, padahal menurut ketentuan yang berlaku, terdakwa dengan hukuman diatas lima tahun wajib didampingi kuasa hukum saat pembuatan BAP.

Kemudian, masih dalam penyampaian eksepsi empat terdakwa, Soleh menyebut dalam penyusunan dakwaan tidak cermat dan tidak jelas terkait uraian pidana ke empat terdakwa. “Dengan cara apa, saksinya apa, uraian ini bagaimana, ini yang tidak cermat, kemudian keterangan saksi merupakan paksaan saat pembuatan BAP,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta ke empat terdakwa agar dibebaskan dan tidak ditahan. “Batal demi hukum karena melanggar KUHAP, makanya harus dibebaskan dan tidak ditahan, karena diaturan sudah jelas, saat penyusunan BAP, harus didampingi oleh kuasa hukum. Karena ini tidak didampingi, makanya BAP tersebut batal demi hukum,” tegasnya.

Rencananya, eksepsi yang disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa tersebut akan ditanggapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada pekan depan secara tertulis. “Kami akan tanggapi secara tertulis pada pekan depan yang mulia,” jelas JPU yang juga Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Januardi pada persidangan. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger