Headlines News :
Home » » Guru Tidak Bisa Merubah Karakter Anak

Guru Tidak Bisa Merubah Karakter Anak

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 10 November 2016
PAITON – Seorang guru tidak bisa merubah karakter seorang anak. Yang bisa dilakukan oleh guru adalah memotivasi anak supaya menjadi anak yang berhasil. Oleh karena itu, guru harus bersyukur karena menjalani pekerjaan yang sangat mulia.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dalam kegiatan dialog pendidikan yang digelar PGRI Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo dan PT IPMOMI Paiton di Rechall PT IPMOMI Paiton, Kamis (10/11/2016).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Manager CHR PT IPMOMI Bambang Jiwantoro, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Forkopimka Paiton dan sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

“Tetapi saat ini banyak guru takut galau karena Hubbud Dunya. Dengan kata lain takut tidak makan. Tugas guru itu sangat mulia. Tidak ada guru yang miskin, pasti cukup. Khidmat seorang guru itu sudah dijamin oleh Allah,” katanya.

Menurut Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan ini, pendistribusian guru itu wajib hukumnya. Tidak boleh guru menumpuk di satu tempat dan tempat lain kekurangan. Persoalannya, mendistribusikan guru ini sangat sulit.

“Tugas guru, bagaimana mengabdi itu dilakukan sebagai ibadah. Ke depan saya ingin manajemen pendidikan semakin baik. Cerdaskan otak anak dengan membentuk akhlak anak. Potret Indonesia saat ini adalah pergeseran akhlak generasi muda karena pengaruh budaya luar,” jelasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE meminta supaya bagaimana momentum silaturahim ini memberikan energi yang positif dalam kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Oleh karena itu dituntut profesionalitas para guru di Kabupaten Probolinggo. Bagaimana ada keseimbangan antara hak dan kewajiban guru. Tuntutan hak itu harus berbanding lurus dengan pelaksanaan kewajiban,” katanya.

Terkait permasalahan GTT (Guru Tidak Tetap) yang jumlahnya mencapai 1.800 orang, Bupati Tantri menegaskan bahwa akan diselesaikan secara bertahap karena kemampuan anggaran yang terbatas. “Demi peningkatan kualitas guru, ke depan Pemerintah Daerah menyediakan beasiswa untuk 1000 mahasiswa miskin. Silahkan manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan SDM guru,” tegasnya.

Sedangkan Manager CHR PT IPMOMI Bambang Jiwantoro mengungkapkan bahwa peran pendidikan sangat luar biasa. Pendidikan bisa mengubah dunia. Hanya saja hal ini membutuhkan peran semua pihak. “Disinilah CSR PT IPMOMI berperan dengan harapan apa yang dilakukan bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo mengungkapkan selama ini antara Pemkab Probolinggo dan PGRI terjalin sinergi yang sangat baik. Sudah terbentuk simbiosis mutualisme dengan peningkatan kualitas pendidikan. “Saya mengajak kepada PGRI untuk bersama-sama optimis menyongsong masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan yang diikuti 1.500 guru dari Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Pakuniran dan Besuj ini juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Re Re Re, Tari Boneka Sarina, puisi musikalisasi dan paduan suara dari pengurus PGRI di Kabupaten Probolinggo. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger