Headlines News :
Home » » 21 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang

21 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang

Penulis : Dimas Bromo FM
Minggu, 06 November 2016 

GENDING – Sedikitnya 21 rumah di Kecamatan Gending dan Maron rusak usai diterjang angin kencang, Jumat (4/11/2016) sore. BPBD Kabupaten Probolinggo memperkirakan, kerugian akibat kerusakan ini berkisar ratusan juta rupiah.

Data yang dihimpun menyebutkan, peristiwa angin kencang itu terjadi sekitar pukul 16.00. Sebelum terjadi angin kencang, hujan turun cukup deras. Sekitar 15 menit kemudian, hujan deras itu disertai petir dan angin kencang.

Kejadian hujan deras disertai angin kencang itu terjadi di wilayah Kecamatan Gending dan Maron. Yakni, Desa Bulang dan Brumbungan Lor di Kecamatan Gending dan Desa Brumbungan Kidul di Kecamatan Maron.

Angin kencang tidak hanya memporakporandakan puluhan rumah. Sejumlah pohon besar pun roboh, bahkan menimpa  rumah warga. Tercatat sebanyak 10 rumah mengalami rusak berat dan 11 rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Kepala Desa Bulang Nur Hasan mengatakan, peristiwa angin kencang itu cukup mengejutkan dan menakutkan. Awalnya, sekitar 15  menit turun hujan deras. Mengetahui hujan deras, warga pun tidak ada yang berani keluar. Ternyata tidak lama kemudian, disertai petir dan angin kencang.

“Untungnya tidak sampai ada korban jiwa dalam bencana angin kencang itu. Tapi, di desa saya banyak rumah yang rusak berat dan rusak ringan,” terangnya.

Nur Hasan mengatakan, angin kencang hanya berlangsung sebentar. Namun, itu sudah cukup memporak-porandakan  rumah warganya.

“Saya tidak tahu angin puting beliung atau bukan. Tetapi, anginnya kencang. Kalau kerugian warga desa saya,  sekitar 100  juta,” terangnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi memastikan pihaknya sudah melakukan upaya penanganan bencana. Dirinya mengaku jika BPBD bisa tanggap dalam upaya penanganan karena sudah melakukan pemetaan sebelumnya.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD sudah langsung ke lokasi bencana angin kencang itu. Kami juga sudah  langsung melakukan penanganan bencana saat itu juga. Hasilnya, rumah warga yang rusak ringan bisa diatasi oleh tim TRC bersama warga,” katanya.

Saat disinggung bantuan pada korban yang rumahnya rusak berat dan ringan? Joko mengungkapkan, pihaknya sudah turun melakukan pendataan. Selanjutnya, pihak kecamatan diminta melaporkan data warga yang terkena angin kencang dan kondisinya.  Selanjutnya, BPBD akan mengajukan bantuan pada Pemkab Probolinggo melalui dana Tidak Terduga (TT).

“Nanti bisa diusulkan menggunakan dana tidak terduga. Karena sifatnya ini bencana,” terangnya. Joko meminta, warga Kabupaten Probolinggo harus mewaspadai curah hujan yang semakin tinggi. Sebab, hujan biasanya disertai dengan  angin kencang.

Karenanya, BPBD mengimbau adanya pemangkasan dahan pohon yang rawan roboh. Terutama di daerah yang rawan diterjang angin kencang, seperti di Kecamatan Gending.  “Pohon yang rawan tumbang, agar ditebang atau dipangkas cabang dan rantingnya,” ungkapnya.

Pehobi sepeda itu menjelaskan, kawasan Gending memang berpotensi diterjang angin kencang. Kondisi itu tak lepas dari posisi kawasan yang diapit gunung atau bukit. Di sisi selatan, ada Gunung Argopuro, Gunung Geni dan Lamongan. Sedangkan di utara,  ada bukit Bentar.

“Probolinggo terkenal dengan angin gendingnya. Jadi kalau angin kencang, itu memang di wilayah Gending,” pungkasnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger