Headlines News :
Home » » Polisi Akan Bongkar Kuburan dan Bungker di Padepokan Dimas Kanjeng

Polisi Akan Bongkar Kuburan dan Bungker di Padepokan Dimas Kanjeng

Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 01/10/2016

PAJARAKAN – Polisi memastikan bakal menggelar rekonstruksi atas pembunuhan terhadap Abdul Gani yang terjadi di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Rencananya, rekonstruksi  itu bakal digelar pekan depan. Polisi tak hanya menggelar rekonstruksi. Tapi  juga bakal mencari barang bukti lain.

Termasuk membongkar kuburan pengikut Taat Pribadi  yang diduga meninggal dan dikuburkan di kawasan Padepokan Dimas Kanjeng. Kepastian itu disampaikan Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin.

Kapolres menyebut, pihaknya  sudah berkoordinasi dengan Polda Jatim, terkait rencana rekonstruksi itu. “Untuk harinya kami masih belum dapat konfirmasi pasti. Tapi, yang pasti pekan depan rekonstruksinya digelar,” kata perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.

Arman menjelaskan, dalam rekonstruksi itu, pihaknya juga berusaha mencari barang bukti lain untuk bisa mengembangkan kasus tersebut ke tindak  pidana lain. Termasuk, tidak menutup kemungkinan membongkar bunker yang disebut-sebut ada di dalam rumah utama Taat Pribadi tersebut. 

”Saat rekonstruksi, diperkirakan banyak temuan. Temuan ini tentunya yang ada korelasi ke arah pidana bunker itu, harus menyisiri barang bukti lain,” terangnya.

Kapolres juga mengaku mendapat banyak laporan soal adanya sejumlah santri padepokan yang diduga dikuburkan di daerah padepokan itu. Terkait hal itu, polisi bakal terus mendata siapa-siapa saja yang meninggal saat tinggal atau berada di Padepokan Dimas Kanjeng tersebut.

Kematian para pengikut Padepokan itu sejauh ini disebutkan masih belum dapat dipastikan penyebabnya. Apakah ada unsur tindak pidana murni atau karena sakit?  Hingga sejauh ini, disebutkan belum ada keluarga dari pengikut yang meninggal itu mengadu  atau laporan ke pihak polisi.

Untuk itu, pihaknya pun mengimbau pada keluarga pengikut padepokan segera melapor ke kepolisian, jika ada sanak keluarganya yang menghilang atau meninggal di padepokan. ”Sementara ini ada laporan 2 orang yang meninggal di padepokan dan dikubur di lokasi serupa,”  aku Arman.

Saat disinggung soal pengamanan saat rekonstruksi nanti, Kapolres mengatakan, personel yang dikerahkan tidak sebanyak saat penggerebekan dan penangkapan Taat Pribadi, Kamis (22/9/2016) lalu. Selain itu, polisi pun telah berkomunikasi dengan Forkopimda sampai tingkat desa.

“Diperkirakan sekitar 500 personellah yang dikerahkan untuk pengamanan rekonstruksi nanti,” terangnya.

Sementara Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH. Syihabuddin Sholeh juga membenarkan adanya banyak laporan yang menyebutkan sejumlah pengikut Padepokan Dimas Kanjeng yang meninggal dan dikubur di kawasan Padepokan tersebut.

Bahkan, Rabu (28/9/2016) lalu dirinya mendapatkan telepon dari Kiai Muhyidin, pengasuh salah satu pondok pesantren di Jember, bahwa ada dua tokoh agama bernama Abu Bakar dan Hasani asal Jember yang menjadi pengikut Padepokan  Dimas Kanjeng, menghilang. Dua tokoh organisasi masyarakat (ormas) itu tidak diketahui kabarnya sejak Ramadhan lalu.

”Kami berharap kepolisian juga membongkar kuburan-kuburan yang ada di kawasan padepokan. Karena, laporan yang masuk ke MUI, banyak pengikut padepokan itu yang meninggal dan dikubur di padepokan itu,” pungkasnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger