Headlines News :
Home » » Pemkab Bina Katar Desa/Kelurahan

Pemkab Bina Katar Desa/Kelurahan

Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 10/10/2016

PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos) memberikan pembinaan karang taruna (katar) desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo, Senin (10/10/2016) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

Pembinaan yang mengambil tema “Peningkatan Konsolidasi dan Pemberdayaan Karang Taruna Desa/Kelurahan se-Kabupaten Probolinggo” ini diikuti oleh 24 Ketua Katar Kecamatan dan 33 Ketua Katar Desa/Kelurahan se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Retno Ngastiti Djuwitani mengungkapkan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi katar desa/kelurahan dalam pembangunan kesejahteraan sosial serta membangun komitmen bersama para ketua katar desa/kelurahan untuk mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan generasi muda yang berkualitas, terampil, inovatif, memiliki kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial di lingkungannya.

“Selain itu, termotivasinya generasi muda karang taruna untuk mampu menjadi perekat persatuan dalam keberagaman masyarakat. Diharapkan pasca mengikuti kegiatan pembinaan ini para warga karang taruna desa/kelurahan dapat meningkatkan konsolidasi, kebersamaan dan kesetiakawanan sosial dalam melaksanakan program kerja karang taruna,” katanya.

Menurut Retno, pengurus dan anggota katar ini menjadi bagian dari PMKS yang turut berpartisipasi dalam penanganan sosial, khususnya generasi muda. “Peranan karang taruna dalam penananganan kesejahteraan sosial sangatlah besar. Oleh karena itu pengurus karang taruna harus kompak dan bersama-sama membangun Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Sementara Ketua Karang Taruna Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengungkapkan bahwa karang taruna bisa membuat kegiatan atau program dengan memanfaatkan peluang untuk mengelola dana yang ada di dana desa. “Kalau tahun depan mempunyai kegiatan, silahkan buat proposal dan sampaikan kepada kepala desa. Sebab keberadaan karang taruna tidak bisa dihapus,” katanya.

Menurut Ugas, keanggotaan karang taruna menganut sistem stelsel pasif yang berarti seluruh anggota masyarakat yang berusia 13 sampai dengan 45 tahun. Keanggotaan stelsel pasif adalah pengurus di semua tingkatan. Pengurus aktif adalah pengurus yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Menjadi pengurus karang taruna harus disyukuri. Meskipun tidak ada apa-apanya, tetapi jebolan pengurusnya banyak yang menjadi tokoh. Apalagi tidak semua mempunyai kesempatan menjadi pengurus. Ini kesempatan dan manfaatkan dengan sebaik mungkin, Kita mempunya kepuasan saat sudah memetik hasilnya,” pungkasnya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger