Headlines News :
Home » » Para Istri Taat Pribadi Terancam Tersangka

Para Istri Taat Pribadi Terancam Tersangka


Penulis : Dimas Bromo FM
Minggu, 23 Oktober 2016
GADING – Jerat pasal dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bisa berkembang. Tidak menutup kemungkinan, para istri Taat Pribadi terancam menjadi tersangka. Sebab, diduga ikut serta menikmati hasil tindak pidana tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin. Saat dikonfirmasi, Kapolres mengatakan, tidak hanya dugaan pembunuhan berencana dan penipuan yang menjerat Taat Pribadi. Pihaknya, juga menjerat dengan TPPU, sesuai UU Nomor 8/2010.

”Penggeledahan terhadap 24 titik aset milik tersangka Taat Pribadi merupakan bagian dari proses penyidikan dugaan penipuan, sekaligus tindak pidana pencucian uang,” katanya.

Dalam pengembangan kasus tindak pidana berlapis itu dikatakan Kapolres, pihaknya tetap akan memanggil dan memeriksa sejumlah pihak. Termasuk para istri Taat Pribadi, juga bakal diperiksa. Mengingat, hingga saat ini para istri Taat Pribadi belum pernah dipanggil  dan dimintai keterangan.

“Istri-istri tersangka Taat Pribadi belum diperiksa. Nanti, tetap akan kami periksa,” terangnya. Dalam pemeriksaan nanti diungkapkan Kapolres, para istri Taat Pribadi akan dipanggil sebagai saksi. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka juga menjadi tersangka.

Sebab, pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut, sampai pada orang-orang yang menikmati uang hasil tindak pidana yang dilakukan Taat Pribadi. Tentunya, melalui tahapan pemanggilan sebagai saksi. Saat para istri Taat Pribadi tidak kooperatif atau sampai menyembunyikan sesuatu, bisa dikenakan pasal 55 KUHP. Yaitu, turut serta dalam kasus tindak pidana tersangka Taat Pribadi.

”Kasus ini akan terus dikembangkan. Termasuk pada orang- orang penikmat uang hasil tindak  pidana itu. Inilah yang dinamakan TPPU (tindak pidana pencucian uang),” tegasnya.

Sejauh ini dikatakan Kapolres, dari sekian istri tersangka Taat Pribadi, hanya satu yang kooperatif. Yaitu Laila, istri kedua yang tinggal di Perum Jatiasri, Desa  Kebon Agung, Kecamatan Kraksaan.

Sedangkan, istri yang lain, sudah tidak diketahui keberadaannya. Misalnya, istri pertama, Rahma dan istri ketiga, Mafeni asal Krejengan yang tinggal di Dusun Karangdampit, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan.

”Selama penggeledahan, istrinya rata-rata bersembunyi. Hanya Laila, istri kedua yang memiliki itikad baik,” ungkapnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger