Headlines News :
Home » » MUI Minta Padepokan Dimas Kanjeng Ditutup

MUI Minta Padepokan Dimas Kanjeng Ditutup

Reporter : Dimaz Bromo FM
Kamis, 06/10/2016
KRAKSAAN – Keberadaan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi terus jadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). Saat ini, MUI telah mengeluarkan tiga rekomendasi terkait padepokan yang terletak di Dusun Cengkalek,  Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, tersebut.

Sekretaris Umum (Sekum) MUI Kabupaten Probolinggo KH. Syihabuddin Sholeh menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan MUI Jatim dan MUI pusat soal ajaran di Padepokan Dimas Kanjeng. MUI telah menyampaikan sejumlah laporan dan bukti-bukti terkait ajaran padepokan.

Dari laporan kronologi itu, MUI bakal menyampaikan fatwanya yang diprediksi bakal keluar pekan ini. Selain menyampaikan fatwanya, MUI juga menyiapkan tiga rekomendasi terkait keberadaan  Padepokan Dimas Kanjeng.

Rencananya, tiga rekomendasi itu dikeluarkan bersamaan fatwa MUI. Tiga rekomendasi itu, menurut Syihabuddin adalah meminta pada pemerintah dan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang terjadi di Padepokan Dimas Kanjeng tersebut.

Poin kedua, meminta menutup Padepokan Dimas Kanjeng. Supaya, keberadaan padepokan tidak lagi muncul dan kembali  ada korban. Terakhir, merehabilitasi para pengikut padepokan tersebut.  Sebab, para pengikut itu merupakan korban dari keberadaan  yayasan padepokan. ”Pengikut-pengikut padepokan itu perlu  direhabilitasi dan diberikan pembinaan,” tutur Syihabuddin.

Sementara terkait fatwa MUI, Syihabuddin menjelaskan, sejauh ini masih dalam tahap pengkajian. ”Data dan bukti dari kami sudah masuk ke MUI pusat. Tinggal proses kajian oleh Komisi  Fatwa dan Komisi Kajian,” katanya
Menurut Syihabuddi, melihat dari semangat rapat pembahasan di MUI pusat, diperkirakan pekan ini juga MUI pusat sudah bisa menertibkan fatwa soal ajaran Padepokan  Dimas Kanjeng.

Meski fatwa dari MUI secara resmi belum keluar, namun ketua umum MUI pusat, KH Ma’aruf  Amin mengatakan, dari sisi akidah, Dimas Kanjeng terbukti menyampaikan ajaran sesat. Sebab, ia menisbahkan diri sebagai Tuhan.

“Dia menyebut dirinya sebagai tokoh yang Kun Fayakun. Itu kan lambang Tuhan,” ujarnya. Namun, indikasi ajaran sesat  itu masih akan dikaji komisi  fatwa dan komisi pengkajian MUI.

Sementara Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Marwah Daud saat dikonfirmasi  tetap bersikukuh, tidak ada ajaran di padepokan yang mengarah pada sesat. Sehingga, tidak ada alasan untuk menutup padepokan tersebut. ”Semua ajaran di padepokan sesuai dengan ajaran Islam. Sholat dan syahadatnya sama,” ujar doktor yang baru mengundurkan diri dari  MUI pusat tersebut.

Terkait pengunduran dirinya sebagai pengurus MUI pusat
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger