Headlines News :
Home » » Kemensos Siap Fasilitasi Penghuni Padepokan Dimas Kanjeng

Kemensos Siap Fasilitasi Penghuni Padepokan Dimas Kanjeng

Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 02/10/2016

GADING - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa memberikan perhatian khusus pada pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang masih tinggal di Padepokan di Desa Wangkal Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Khofifah memastikan, pihaknya menginventarisir jumlah pengikut yang masih tinggal.

“Staf Kemensos dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur telah turun untuk mendata pengikut Dimas Kanjeng yang masih tinggal di Padepokan,” ujarnya, Sabtu (1/10/2016).

Tujuan pendataan untuk mengetahui pengikut Padepokan yang tidak bisa pulang, karena tidak punya biaya. Selanjutnya, mereka yang tidak mampu ini, akan diberi bantuan uang untuk kebutuhan hidup. Nilainya, Rp 900 ribu per bulan untuk tiap orang.

Mereka juga akan mendapat bantuan uang transportasi untuk pulang. Namun, besarnya biaya bantuan uang transportasi, belum dipastikan. Bantuan untuk mereka ini menurut Khofifah, akan diambilkan dari anggaran program Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS).

“Setelah proses inventarisasi selesai, pengikut yang punya resiko tidak mampu, akan mendapat bantuan uang untuk pulang ke daerah masing-masing. Selain  itu, uang untuk kebutuhan hidup senilai Rp 900 ribu per bulan untuk tiap orang,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Marwah Daud Ibrahim, membantah keras tudingan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo tentang makin kuatnya dugaan sesat pada ajaran Padepokan. Termasuk, membantah   uang mahar untuk menjadi pengikut Padepokan tersebut.

Selama ini menurutnya, kegiatan di Padepokan lebih banyak bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah melalui pengajian dan istighosah. Ditemui di Padepokan, Marwah mengatakan, dirinya masuk dan menjadi bagian Padepokan sejak tahun 2012.

Saat itu, Marwah tidak serta merta masuk. Sekitar satu tahun lamanya, Marwah melihat dan mengecek seperti apa Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi tersebut. Termasuk kroscek record dari Dimas Kanjeng. Hasilnya, semua tidak ada yang dirahasiakan dan ditutupi, karena salah atau menyimpang.

”Saya sangat suka dengan orang yang memiliki kelebihan. Termasuk Dimas Kanjeng ini diberikan kelebihan oleh Allah, bisa mengadakan uang. Bukan penggandaan uang,” katanya, Minggu (2/10/2016).

Marwah menegaskan, tidak ada ajaran salat sunnah Riyadul Kubri, seperti yang dilaporkan pada MUI Kabupaten Probolinggo. Selama ini, kegiatan salat sama dengan ajaran Islam. Bahkan, ditekankan untuk rajin salat wajib lima waktu, salat malam, salat dhuha dan berdzikir.

”Silahkan lihat sendiri, seperti apa kegiatan di Padepokan ini,” ujarnya. Lalu, untuk menjadi pengikut Padepokan, sama halnya dengan menjadi anggota organisasi internasional. Memang, ada biaya yang harus dikeluarkan. Tetapi, bukan berupa mahar. Nilainya pun tidak ditentukan. Disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dan untuk kepentingan bersama di Padepokan.

”Silahkan, bagi yang merasa dirugikan atau ditipu untuk melapor. Untuk proses hukumnya, sudah ditangani oleh penasehat hukum kami,” pungkasnya. (maz/ast)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger