Headlines News :
Home » » Jangan Bersalin ke Dukun

Jangan Bersalin ke Dukun

Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 12/10/2016
WONOMERTO – Bidan Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto, Imas Restu Riandari berpesan kepada masyarakat agar memilih persalinan yang aman. “Jangan bersalin ke dukun agar tidak terjadi lagi kematian ibu dan bayi,” katanya.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Adi Wahyono dan Ernik Dasianah berharap agar Desa Pohsangit Ngisor bebas dari kematian ibu dan bayi. “Semoga semua program kesehatan dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Perempuan kelahiran Probolinggo, 15 Oktober 1989 ini menerangkan, seorang bidan bertugas membantu proses persalinan normal serta memelihara kesehatan mulai ibu hamil, bersalin, nifas sampai menyusui. Serta memantau tumbuh kembang bayi dan balita, penanganan bayi dan balita sakit, pelayanan KB, pelayanan imunisasi dan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) seputar kesehatan.

“Saya termotivasi menjadi bidan karena ingin mengabdikan diri kepada masyarakat dan membantu masyarakat yang kurang mampu agar tetap sehat. Jadi bidan itu harus sabar, ikhlas dan telaten dalam menghadapi masyarakat. Jangan lupa untuk selalu terseyum,” jelasnya.

Istri Andi Rachman ini mengaku, banyak suka dan duka selama menjalani profesi sebagai bidan. Sukanya saat menolong persalinan, prosesnya cepat dan kondisi ibu serta bayinya sehat. Terutama ketika pasien merespon dengan baik apa yang sudah diterangkan dan jelaskannya.

“Dukanya saat menolong persalinan tetapi tidak ada kemajuan dan pasien harus segera dirujuk. Di samping juga waktu untuk keluarga berkurang karena harus siap 24 jam,” tambahnya.

Perempuan yang hobi membaca buku ini memiliki pengalaman paling berkesan saat bertugas di Kecamatan Krucil. Yakni, sering menolong persalinan “sisa” dukun dengan retensio placenta (plasenta masih belum lepas setelah lebih setengah jam bayi lahir). Di samping juga saat pertama kali menangani bayi prematur dan BBLR yang pulang paksa dari rumah sakit.

“Awal kunjungan beratnya kurang dari 2 kilogram. Berbagai upaya dilakukan agar bayi tetap sehat dan beratnya bisa di atas 2.500 gram. Saya rutin melakukan kunjungan rumah dan mengajarkan kepada ibu dan keluarga cara untuk menjaga bayi agar tetap hangat serta menyarankan kepada ibu untuk sering me-neteki bayinya. Kurun waktu tiga minggu berat bayi sudah 2.800 gram dan bayi sehat sampai sekarang,” pungkasnya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger