Headlines News :
Home » » Iman dan Ilmu Warisan Paling Berharga

Iman dan Ilmu Warisan Paling Berharga

Reporter : Wawan Bromo FM
Rabu, 05/10/2016
TIRIS - Tidak ada warisan yang paling berharga selain warisan ilmu. Antarkan anak-anak ke musholla untuk mengaji demi mewarisi anak iman. Sebab hanya iman dan ilmu yang dapat merubah nasib seseorang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ketika melakukan audiensi bersama dengan masyarakat Desa Ranugedang Kecamatan Tiris, Rabu (5/10/2016).

“Harapan saya mulai hari ini tidak ada laporan lagi anak menikah di usia dini. Kalau masih usia sekolah, jangan terburu-buru dinikahkan. Ini tentunya menjadi tugas guru. Agar diberi ketenangan dalam bekerja, jangan mikir kurangnya saja sehingga nikmat yang dirasakan lupa,” katanya.

Menurut Bupati Tantri, guru hari ini sudah jauh berbeda dari 10 tahun yang lalu. Oleh karena itu, guru jangan selalu memikirkan kekurangannya, masih banyak rizki lain yang diberikan oleh Allah. Nikmati dan syukuri rizki hari ini, Insya Allah akan berlipat asal ikhlas.

“Tingkatkan kualitas belajar mengajar di lembaganya masing-masing. Bagaimana kepala sekolah dan guru berinteraksi di sekolah masing-masing. Karena sudah menjadi tugas dan kewajiban guru memberikan edukasi kepada wali murid. Apabila satu komitmen, angka pernikahan dini, AKI dan AKB bisa ditekan,” jelasnya.

Dibidang kesehatan terang Bupati Tantri, telah dibangun puskesmas. Manakala dulu hanya tempat singgah, nanti semua puskesmas akan ada rawat inapnya agar pelayanan kebutuhan masyarakat bisa terlayani dengan baik. “Manfatkan dengan baik fasilitas kesehatan dan rugi jika tidak dimanfaatkan,” terangnya.

Terkait dengan KTP Elektronik, Bupati Tantri menyampaikan ucapan terima kasih. Sebab semua pelayanan dan bantuan, kata kuncinya adalah KTP dan akta kelahiran. “Jika tidak memiliki KTP dan akta kelahiran, tentunya akan kesulitan manakala akan mengakses program pemerintah,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Ranugedang Busno mengatakan jumlahnya penduduk desanya mencapai 4.249 jiwa dengan luas wilayah 2.000 hektar. Mata pencaharian masyarakat sebagian besar adalah petani, salah satunya Alpukat yang sudah terkenal hingga ke luar negeri. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger