Headlines News :
Home » » Bongkar Makam Pengikut Yang Meninggal Tak Wajar

Bongkar Makam Pengikut Yang Meninggal Tak Wajar

Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin, 31 Oktober 2016

PAJARAKAN – Polres Probolinggo terus melakukan penyelidikan terkait adanya laporan sejumlah pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang meninggal tak wajar. Saat ini polisi masih terus mencari bukti-bukti  baru.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Harianto Rantesalu mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mendalami adanya pengikut yang meninggal tak wajar itu. Yakni, I asal Kabupaten Probolinggo dan IS, pengikut yang  juga jadi juru masak padepokan  asal Bondowoso.

Disebutkannya, sejauh ini barang bukti yang didapatkan penyidik belum kuat sebagai dasar untuk memastikan kedua korban itu dibunuh. “Kami tetap  menampung laporan tersebut. Penyelidikan juga masih terus berjalan. Namun, penyelidikan masih sebatas mengumpulkan BB. Sebab, kami belum mendapatkan bukti yang kuat dan mengarah pada dugaan keduanya meninggal karena dibunuh,” katanya.

Ia menjelaskan, penyidik saat ini masih terus mendalami keterangan dari pihak keluarga. Termasuk mencari bukti-bukti lainnya berupa keterangan dari saksi yang melihat saat-saat korban sebelum meninggal.

Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban yang sebenarnya.  Sebab, pihak keluarga korban juga baru melapor setelah korban cukup lama meninggal.  Saat ditanya tentang kesamaan ciri-ciri pada kedua jenazah korban, yakni kuku jari tangan  yang menghitam, perwira dengan tiga setrip di pundaknya ini  menerangkan hal itu juga tidak  serta merta menunjukkan kalau  mereka tewas dibunuh. Sebab,  kuku menghitam bisa juga disebabkan oleh penyakit.

“Untuk mengetahui lebih jelasnya, kami harus melakukan pembongkaran makam. Namun, untuk melakukannya kami perlu mendapat persetujuan dari keluarganya,” jelas mantan Kasubbit III Direskrimum Polda Jatim.

Seperti diketahui, Polres Probolinggo terus menelusuri kabar adanya pengikut Dimas Kanjeng yang meninggal di areal padepokan. Satu pengikut yang meninggal dan dikubur di sisi timur padepokan diketahui bernama  Ani asal Papua.

Dia meninggal pada 2013. Sedangkan 4 pengikut yang  tewas lainnya, berinisial S asal Brebes, SN asal Kabupaten Magetan, N asal Ngawi, dan I asal Kabupaten Probolinggo. Keempatnya meninggal pada 2016 dan jenazahnya sudah dibawa pulang oleh keluarganya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger