Headlines News :
Home » » Tekan AKI-AKB, Jalin Kemitraan Bidan dan Dukun

Tekan AKI-AKB, Jalin Kemitraan Bidan dan Dukun

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis,08/09/2016
KRAKSAAN - Kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo masih belum memuaskan. Hal ini ditandai dengan masih tingginya angka kematian ibu (AKI) mencapai 140,62/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi (AKB) sebesar 13,08/1000 kelahiran hidup.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Moch. Asjroel Sjakrie dalam pertemuan kemitraan bidan dan dukun, Rabu (7/9/2016).

Menurut Asjroel, salah satu faktor yang sangat mempengaruhi terjadinya kematian ibu dan bayi tersebut karena faktor pelayanan yang sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketrampilan tenaga sebagai penolong pertama pada persalinan.

“Di Kabupaten Probolinggo belum seluruhnya pertolongan persalinan ditangani oleh tenaga kesehatan yang memiliki ketrampilan khusus. Seperti dukun bayi dengan menggunakan cara tradisional yang bisa merugikan dan membahayakan bagi keselamatan ibu dan bayi,” katanya.

Asjroel menegaskan jumlah dukun bayi sebanyak 573 dan yang bermitra 536. Sedangkan jumlah bidan 512 dan persalinan dukun sebesar 1,97% (364). Namun keberadaan dukun bayi sampai saat ini masih dibutuhkan oleh masyarakat dan dihormati. Berbeda dengan keberadaan bidan yang rata-rata masih muda dan belum seluruhnya mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Disamping itu kadang-kadang dukun bayi juga memberikan pelayanan yang lebih dibandingkan dengan petugas kesehatan. Contohnya memandikan bayi, memijat ibu sampai masa nifas, mencuci pakaian, membuatkan jamu dan memandu upacara ritual terkait kelahiran bayi,” tegasnya.

Sedangkan Kasi Kesehatan Ibu, Bayi dan Reproduksi Dinkes Kabupaten Probolinggo Sutilah mengungkapkan perlu adanya kemitraan yang saling menguntungkan antara bidan dan dukun bayi dengan harapan pertolongan persalinan akan beralih dari dukun ke bidan.

“Dengan demikian kematian ibu dan bayi diharapkan dapat diturunkan dengan mengurangi resiko yang mungkin terjadi bila pertolongan persalinan dilakukan oleh tenaga yang berkompeten dengan menggunakan suatu pola kemitraan antara bidan dan dukun,” katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta bidan dan dukun dari 16 puskesmas di Kabupaten Probolinggo. Kemitraan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger