Headlines News :
Home » » SKB Jadi Satuan Pendidikan Non Formal Sejenis

SKB Jadi Satuan Pendidikan Non Formal Sejenis

Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 03/09/2016
PAITON - Diduga dituduh mempunyai ilmu hitam (santet), satu warga Dusun Patukangan RT 09 RW 03 Desa Randutatah Kecamatan Paiton menjalani sumpah Al-Qur'an di Masjid Baiturohim desa setempat, Jum’at (2/9/2016). Sumpah Al Qur’an ini melibatkan Abdul Bahri (61) yang dituduh mempunyai ilmu santet oleh keponakannya Abdul Haq (26) warga dusun itu.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lapangan, kejadian itu bermula ketika Abdul Haq pada Selasa (30/8/2016) lalu bermimpi pamannya. Dalam mimpi itu, oleh pamannya Abdul Haq dicubit di bagian perut. Bekas cubitan itu terasa sakit pada perut hingga Abdul Haq bangun.

Keesokan harinya, Abdul Haq menemui Abdul Bahri di depan lokasi amal dusun setempat. Setelah mengatakan pada pamannya kalau dia bermimpi dicubit, tanpa pikir panjang Abdul Bahri langsung menampar keponakannya di depan petugas amal.

Kemudian isu tersebut langsung menyebar ke seluruh warga hingga tercium oleh kepala desa di desa itu. Keduanya kemudian dipanggil untuk melakukan mediasi, tapi nyatanya mediasi tersebut gagal alias tidak menemukan titik temu.

Selanjutnya, Abdul Bahri meminta kepada kepala desa untuk dilakukan sumpah Al-Qur’an di Masjid Baiturohim dengan disaksikan oleh puluhan jamaah masjid seusai sholat Jum’at dilakukan.

“Kalau saya memang mempunyai ilmu santet, mudah-mudahan saya dan anak saya yang menjadi taruhannya, supaya nyawa saya dicabut oleh Allah. Tapi kalau tuduhan itu tidak benar, semoga saya dan keluarga saya diberi umur panjang dan rejeki lancar,” kata Abdul Bahri dengan logat Madura kentalnya.

Bahkan, Abdul Haq juga dilakukan sumpah Al Qu’an setelah dilakukan pada Abdul Bahri. “Saya meyakini, kalau Pak Bahri tidak mempunyai ilmu santet,”paparnya dengan membaca teks yang telah disediakan oleh Pemerintah Desa Randutatah.

Al Qur’an tersebut langsung diletakan di atas kepala Abdul Bahri oleh Ustad Arto salah satu perangkat desa. Setelah itu diletakan di atas kepala Abdul Haq dengan disaksikan oleh puluhan warga dan Kapolsek Paiton AKP Ridwan serta Kepala Desa Randutatah Hj Ummi Kulsum.

Kepala Desa Randutatah Hj Ummi Kulsum mengaku sebelumnya sempat diadakan mediasi, akan tetapi Abdul Bahri ingin nama baiknya dikembalikan akibat isu yang sudah menyebar luas tersebut.

Terkait dengan ditamparnya Abdul Haq oleh Abdul Bahri, istri dari Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Probolinggo itu menyebutkan, kalau Abdul Haq sempat mengeluarkan kalimat ancaman pada Abdul Bahri di lokasi amalan dusun itu. “Kemudian kita lakukan pemanggilan keduanya, khawatir ada sesuatu yang tidak diinginkan di desa ini,” tegasnya.

Kapolsek Paiton AKP Ridwan mengaku, kalau isu yang mencuat tersebut memang berasal dari warga. Bahkan, Polres Probolinggo sendiri sudah membentuk tim husus untuk mengantisipasi adanya isu soal santet. “Kita kembali lagi ke SDM warga, apalagi pihak kepolisian sendiri sudah membentuk tim khusus dengan tokoh agama melalui program Molimo,” pungkasnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger