Headlines News :
Home » » Rilis Program PKK Bagi 140 Warga Belajar Usia Produktif

Rilis Program PKK Bagi 140 Warga Belajar Usia Produktif

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis,08/09/2016
KRAKSAAN – Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Rabu (7/9/2016) secara resmi melaunching (rilis) program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) di SKB Kraksaan.

Nantinya program PKK ini akan dilakukan melalui pelatihan ketrampilan di 7 (tujuh) lembaga satuan pendidikan non formal di Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing lembaga diikuti 20 orang warga belajar dengan sasaran usia produktif 16-40 tahun.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dispendik Tutug Edi Utomo meminta agar program ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh karena tidak semua mempunyai kesempatan. Oleh karena itu harus dimanfaatkan secara benar dan optimal.

“Semua peserta harus mengikuti pembelajaran dengan baik hingga proses uji kompetensi lulus. Harapan akhirnya nanti bisa bekerja untuk menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan hidup,” katanya.

Sementara Kasi Pendidikan Luar Sekolah Dispendik Kabupaten Probolinggo Massajo mengatakan program PKK ini merupakan program baru dari Direktorat PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Program ini dibuat karena angka putus sekolah cukup tinggi, masih tingginya angka penduduk miskin dan tingginya angka pengangguran.

“Atas dasar itulah, pemerintah memberikan support kepada masyarakat untuk bisa diberi pelatihan kerja. Orientasinya diberi bekal agar memiliki semangat bekerja dan bekal ketrampilan,” katanya.

Menurut Massajo, kegiatan dari program PKK ini meliputi pelatihan membatik, membuat roti dan ketrampilan Bahasa Inggris. Mereka dilatih ketrampilan selama 3 bulan dan setelah itu diikutkan uji kompetensi untuk mengukur kemampuan dari proses ketrampilan yang selanjutnya dilakukan evaluasi.

“Setelah lulus, mereka kita damping untuk menjalin kemitraan dengan home industri agar bisa ditampung sebagai karyawan maupun membuat kelompok usaha baru hingga menjadi suplayer dari perusahaan,” jelasnya.

Massajo menegaskan untuk program PKK ini telah digelontorkan anggaran dari APBN sebesar Rp 333.500.000 untuk 7 lembaga dengan perincian manajemen 15%, pembelajaran 50%, evaluasi 20% dan penempatan kerja 15%.

“Kami berharap program PKK ini minimal mengurangi angka pengangguran usia produktif dengan memberikan stimulasi kepada peserta didik semangat berwirausaha. Tetap bersemangat untuk belajar sepanjang hayat memberikan pembelajaran melalui pendidikan luar sekolah,” pungkasnya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger