Headlines News :
Home » » Kelompok Tani Dilatih Buat Pupuk Organik

Kelompok Tani Dilatih Buat Pupuk Organik

Penulis : wawan Bromo FM
Rabu, 21/09/2016
GADING – Sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian pupuk kimia, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan ketrampilan kerja bagi tenaga kerja dan kelompok tani dalam pembuatan pupuk organik, Rabu (21/9/2016).

Kegiatan yang digelar di Pondok Wisata Kampoeng Kita Desa Condong Kecamatan Gading ini diikuti oleh 80 peserta terdiri dari kelompok tani di Kecamatan Banyuanyar, Tegalsiwalan dan Leces serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Kasubbid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Konservasi Sumber Daya Alam BLH Kabupaten Probolinggo Sugeng Hariyono mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan ketrampilan kerja bagi masyarakat melalui kegiatan kewirausahaan dan pembinaan terapan teknologi tepat guna dalam menyongsong persaingan global Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Selain itu, meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik yang ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan petani dalam pemakaian pupuk kimia yang semakin mahal dan langka serta mengurangi dan mengendalikan pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah kotoran ternak dan limbah cair tahu,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pelestarian dan Pengendalian Lingkungan BLH Kabupaten Probolinggo Hendri Priyanto mengungkapkan, hingga saat ini masyarakat dan petani masih banyak yang belum mampu melakukan budidaya yang baik. Seperti pemakaian pestisida dan pupuk kimia secara berlebihan.

“Pemakaian pupuk kimia secara terus menerus dan berlebihan menyebabkan unsur hara dan tanah semakin berkurang, akibatnya tanah semakin bergantung pada pupuk kimia. Hal tersebut tentunya akan berdampak kepada penurunan kualitas produk, tingginya residu pestisida dan yang tidak kalah penting adalah gangguan ekosistem dan pencemaran lingkungan,” ungkapnya.

Menurut Hendri, Kabupaten Probolinggo memiliki bahan baku pupuk organik yang sangat besar dan belum termanfaatkan secara optimal, baik yang berasal dari biomassa maupun kotoran ternak dan air limbah tahu. “Selain biaya pembuatannya yang sangat murah, juga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia yang semakin mahal dan langka,” pungkasnya.

Peserta pelatihan mendapatkan materi dari sejumlah narasumber. Yakni, dari Koordinator BPP Kecamatan Leces, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Surabaya, UPPT Perkebunan Probolinggo serta Ketua dan Tim Kelompok Tani Sukotani Desa Jabungcandi Kecamatan Paiton. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger