Headlines News :
Home » » Bupati Pimpin Rakor Pokjanal Posyandu

Bupati Pimpin Rakor Pokjanal Posyandu

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 11/08/2016


PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Kamis (11/8/2016) menggelar rapat koordinasi (rakor) kelompok kerja operasional (pokjanal) posyandu di Gedung Djojolelono Kabupaten Probolinggo.

Rakor pokjanal posyandu yang dipimpin oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, Kepala Bapemas Heri Sulistyanto dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono.

Pelaksanaan rakor pokjanal posyandu ini diikuti peserta dari Tim Pokjanal Posyandu Kabupaten dan Kecamatan, Camat, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas dan Koordinator KB Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Kepala Bapemas Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengungkapkan rakor pokjanal posyandu ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi pokjanal posyandu Kabupaten dan kecamatan dalam rangka meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengungkapkan untuk menilai keberhasilan kinerja pembangunan manusia adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Angka IPM ini ditinjau dari tiga indikator yaitu indikator pendidikan, indikator kesehatan dan indikator daya beli masyarakat.

“Diperlukan upaya-upaya terobosan untuk meningkatkan indeks kesehatan ini. Untuk itu kita perlu percepatan pembangunan dibidang kesehatan salah satunya melalui posyandu ini,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri menekankan agar kelembagaan posyandu diperbaiki terlebih dahulu sehingga pelayanan posyandu yang diberikan kepada masyarakat bisa berjalan dengan maksimal.

“Posyandu sebagai sarana pelayanan kesehatan ibu dan anak perlu terus dipertahankan, sehingga peran posyandu dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat di dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar dan percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono menyampaikan bahwa ada 10 variabel IPKM yang dapat diupayakan memalui posyandu. Meliputi, prevalensi balita gizi buruk dan kurang, prevalensi sangat pendek dan pendek, cakupan penimbangan balita, cakupan imunisasi lengkap, prevalensi balita gemuk, proposi penggunaan alat kontrasepsi (MKJP), cakupan Kunjungan ibu hamil (K4:1-1-1-2), prevalensi KEK pada WUS, proporsi desa dengan kecukupan jumlah posyandu per desa serta prevalensi diare balita. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger