Headlines News :
Home » , » Angka Lama Sekolah Terus Naik

Angka Lama Sekolah Terus Naik

Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 18/07/2016

KRAKSAAN - Atas ikhtiar bersama, Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo, terutama angka lamanya sekolah terus merangkak naik dibandingkan sebelumnya. Dimana angka lama sekolah sesuai data BPS terbaru mencapai 12,04. Artinya, rata-rata rakyat Kabupaten Probolinggo usia 7-25 tahun sudah lulus SMA.

Hal tersebut disampaikan Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dalam kegiatan halal bihalal sekaligus dialog guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Probolinggo di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Senin (18/7/2016).

Kegiatan yang diikuti oleh 1.200 orang guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Probolinggo ini digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan PGRI Kabupaten Probolinggo dan Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo.

“Oleh karena itu, Pemkab Probolinggo terus melakukan sosialisasi tidak hanya kepada orang tua, tetapi anak sehingga setelah lulus SMA mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Namun jelas Bupati Tantri, penduduk Kabupaten Probolinggo usia diatas 25 tahun ternyata rata-rata angka lama sekolah masih diatas 5,66 tahun. Dengan kata lain, SD tidak lulus. Langkah ke depan, Pemerintah Daerah akan terus menggenjot kualitas lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Angka buta aksara bisa terus ditekan. Keaksaraan fungsional akan lebih diintensifkan di setiap desa agar angka BPS bisa terus naik sehingga masyarakat bisa hidup mulya dan dihargai daerah lain,” jelasnya.

Menurut Bupati Tantri, ke depan tantangan zaman semakin berat. Tetapi demikian, guru tetaplaj guru yang harus terus berusaha menyempurnakan generasi muda menuju manusia cerdas lahir dan batin.

“Perbanyaklah bersyukur atas semua yang dinikmati saat ini dan pegang amanah dengan sebaik mungkin. Begitu beratnya tugas dan tanggung jawab guru. Karena di tangan guru, manusia bisa mendapatkan ilmu sebagai bekal menjadi manusia yang sesungguhnya,” pungkasnya. 

Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengungkapkan bahwa momentum tersebut bersamaan dengan hari pertama masuk sekolah di tahun pelajaran 2016/2017.

“Hari ini pula berlaku Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2016 yang isinya berupa himbauan kepada masyarakat dan aparatur sipil Negara agar berkenan mengantarkan anak-anaknya memasuki sekolah, berinteraksi dan bersosialisasi mengenal lingkungan sekolah,” katanya.

Terkait dengan penggunaan sarung, Tutug menjelaskan bahwa hal itu berhubungan dengan tantangan di tahun pelajaran 2016/2017. Dimana dunia pendidikan sedang diuji dengan maraknya praktek-praktek tidak terpuji. Ada beragam kasus miras, pil anjing serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Sarungan itu tidak biasa karena tidak terbiasa. Mengenakan sarung filosofinya adalah cara bertindak versi out off the box, mendobrak zona kenyamanan. Sarung inilah persepsi kesiapan kita memasuki awal tahun pelajaran baru, mengimplementasikan pendidikan karakter dan berusaha menjawab tantangan dunia pendidikan,” tegasnya.

Halal bihalal serta dialog guru dan tenaga kependidikan ini diakhiri dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Jember sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Jember DR Abdullah Syamsul Arifin yang banyak menyampaikan tentang peran dan fungsi guru dalam rangka mencapai tujuan dari pendidikan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Probolinggo Supanut serta Kepala Cabang Dispendik Kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger