Headlines News :
Home » » 466 CJH Masuk Resiko Tinggi

466 CJH Masuk Resiko Tinggi

Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 04/06/2016


KRAKSAAN – Kuota Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Probolinggo yang berangkat tahun ini mencapai 818 orang. Hanya saja, CJH yang melakukan pemeriksaan kesehatan tahap pertama sejumlah 780 orang. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di puskesmas-puskesmas tersebut, hanya 314 orang yang dinyatakan sehat. Sedangkan 466 orang masuk dalam golongan resiko tinggi (risti) atau sekitar 59,7%.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Ari Suciati. “CJH yang resiko tinggi tahun ini ada 466 orang. Sekitar 59,7% dari jumlah total orang yang sudah menjalani tes kesehatan tahap pertama,” katanya.

Menurut Ari, 466 orang yang masuk dalam golongan risti tersebut terindikasi terkena beberapa hal. Diantaranya, hipertensi 165 orang, lansia 133 orang, hiperlipidemia 94 orang, kencing manis 68 orang, kardiomegali 55 orang, gastritis 21 orang, obesitas 19 orang, TB 16 orang, penyakit jantung koroner 16 orang, gagal jantung 14 orang, anemia 7 orang, penyakit paru 6 orang, asma 5 orang dan lain-lain 79 orang.

“Angka CJH resiko tinggi ini merupakan hasil pemeriksaan tahap pertama di masing-masing puskesmas. Ternyata, sejumlah 466 CJH tergolong resiko tinggi. Selain karena memiliki penyakit, penentuan resiko tinggi juga dilihat dari usia yang diatas 60 tahun. Namun terbanyak karena mengalami sakit hipertensi (darah tinggi),” jelasnya.

Hanya saja jelas Ari, CJH resiko tinggi bukan berarti tidak dapat berangkat menunaikan ibadah haji. Saat pemeriksaan tahap pertama, pihaknya sudah berupaya untuk mengobati dengan memberikan obat sesuai penyakitnya. Mereka juga telah dibekali dengan obat dan diharapkan dengan waktu pengobatan beberapa bulan itu, bisa menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

“Dari hasil pemeriksaan ini nantinya akan terbit diagnosa meliputi memenuhi syarat, tidak memenuhi syarat dengan pendampingan, tidak memenuhi syarat sementara dan tidak memenuhi syarat,” terangnya.

Ari menegaskan bahwa semakin jauh pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan maka semakin bagus kesehatannya dipantau. CJH yang masuk golongan resiko tinggi akan dilakukan pembinaan di masing-masing puskesmas. Terlebih nantinya masih ada pemeriksaan kesehatan tahap kedua.

“Dalam pemeriksaan kesehatan tahap kedua, CJH akan diberi imunisasi miningitis. Selain itu juga dianjurkan diberi imunisasi influenza. Nanti di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, para CJH akan kembali menjalani pemeriksaan kesehatan terakhir sebelum berangkat ke tanah suci,” pungkasnya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger