Headlines News :
Home » » Setrum Ikan, Tewas Tersetrum

Setrum Ikan, Tewas Tersetrum

Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin. 27/06/2016


TIRIS - Senjata makan tuan. Mungkin ungkapan itu cocok disematkan kepada Salim (35), pencari ikan asal Dusun Tunggangan Desa Tiris Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Ia tewas akibat tersetrum aliran listrik dari jaringan listrik PLN yang ia gunakan untuk menyetrum ikan.
          
Dari informasi yang dihimpun, akhir pekan lalu, sekitar pukul 15.00, Salim berniat menangkap ikan di Kali Pekalen tepatnya, di Desa Andungbiru Kecamatan Tiris. Saat ia berniat menyetrum seisi ikan di sungai menggunakan aliran listrik PLN, Salim justru terkena sengatan arus listrik.

Jenasah Salim baru ditemukan oleh seorang saksi mata yang melihat ada mayat terapung dan tersangkut batu dipinggir sungai tak jauh dari lokasi awal Salim tewas tersetrum. Adalah Abdullah (32) warga desa setempat yang pertama kali melihat dan melaporkan penemuan mayat di sungai tersebut.

“Waktu itu saya melihat ada orang yang mengambang dan tersangkut batu di sungai. Karena saya takut saya langsung melapor ke perangkat desa untuk dicek bersama,” ujarnya.

Mendapat adanya laporan penemuan mayat di sungai, Samsuri (37) salah seorang perangkat desa setempat bersama sejumlah warga bergegas menuju lokasi penemuan mayat dan langsung mengevakuasi mayat tersebut dari pinggiran sungai.

“Ternyata memang benar ada mayat yang mengambang di sungai dan dari beberapa keterangan warga yang mengenalinya ternyata itu adalah Salim seorang pencari ikan,” ujar Samsuri.

Kapolsek Tiris, AKP Wijaya membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakan jenasah korban hendak dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi tetapi pihak keluarga korban menolak otopsi. Keluarga menganggap kasus itu sebagai kelalaian korban yang menyetrum ikan.

“Saat akan kami bawa ke kamar jenasah untuk dilakukan otopsi pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya surat penolakan dilakukannya otopsi, sehingga jenasah korban Salim langsung dibawa ke rumah duka dan segera dimakamkan,” ujar AKP Wijaya.

Hal itu juga didasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh anggota Polsek Tiris. Yakni, ditemukan kabel yang diduga setrumnya menyengat Salim. Fakta tersebut ditambah dengan perlengkapan seperti sepatu boot yang biasa dikenakan korban saat menangkap ikan.

“Listrik bertegangan tinggi dari kabel PLN bukanlah peralatan yang diperuntukkan untuk menyetrum ikan di sungai. Kalaupun menyetrum ikan biasanya kan pakai accu tetapi ini kenapa menggunakan listrik dari PLN yang sangat membahayakan,” ujarnya.

Kapolsek menghimbau kepada masyarakat agar tak meniru apalagi melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Salim. Di mana untuk menangkap ikan sewajarnya menggunakan alat pancing atau jaring bukan menggunakan listrik, apalagi listrik bertegangan tinggi.

“Kejadian ini semoga menjadi pelajaran berharga karena penyalahgunaan listrik tanpa dipahami teknis dan bahayanya dalam sekejap dapat merenggut nyawa seseorang,” pungkasnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger