Headlines News :
Home » » Polres Musnahkan Belasan Kilogram Bahan Peledak

Polres Musnahkan Belasan Kilogram Bahan Peledak

Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at, 24/06/2016 


PAJARAKAN - Polres Probolinggo memusnahkan sebanyak 14 kilogram bahan peledak jenis misiu yang merupakan bahan utama pembuat mercon. Pemusnahan tersebut dilakukan di halaman Mapolres Probolinggo, Jumat (24/06/2016) sore.

Kegiatan pemusnahan belasan kilogram bahan peledak dan ribuan selongsong mercon itu, merupakan bagian dari hasil razia dan operasi cegah mercon atau yang disingkat (Operasi Camer) 2016. Operasi itu merupakan salah satu program Polres Probolinggo selama bulan suci Ramadhan.

Selain mengamankan barang bukti berupa bahan peledak pembuat mercon. Dalam hasil Operasi Camer kali ini, Polres Probolinggo juga berhasil menangkap 4 orang pembuat petasan dari 4 kecamatan yang berbeda, diantaranya Maron, Leces, Banyuanyar dan Lumbang. Sedangkan 2 orang lainnya dinyatakan sebagai daftar pencarian orang (DPO) Polres Probolinggo.

“Tangkapan kali ini merupakan hasil dari operasi Camer selama kurang lebih sepekan. Dalam operasi ini anggota kami berhasil mengamankan ribuan selongsong mercon dari berbagai ukuran dan bentuk,” ujar Kapolres probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin.

Selain itu, Kapolres menyampaikan jika penangkapan keempat tersangka ini berdasarkan laporan dari masyarakat yang resah karena aktifitas pembuatan mercon yang terjadi di sekitar mereka dianggap membahayakan keselamatan warga yang lainnya.

“Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, anggota kami langsung melakukan aksi tangkap tangan ketika keempatnya sedang membuat mercon,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya tersebut, keempat tersangka yang masing-masing bernama Sariman (35) asal Desa TigasanWetan Kecamatan Leces, Tuki (55) warga asal Brabe Kecamatan Maron, Sugiyanto (29) asal Desa Klenang Kecamatan Banyuanyar dan Nawali (50) asal Desa Lumbang Kecamatan Lumbang, terancam hukuman penjara selama minimal 10 tahun.

“Keempat pelaku ini secara sah dan meyakinkan telah melanggar Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak. Kami harapkan agar ini menjadi pelajaran kepada masyarakat lainnya yang hendak membuat mercon agar mengurungkan niatnya karena ancaman hukumnya sudah jelas,” pungkasnya.

Sementara berdasarkan pengakuan Sugiyanto salah seorang pembuat mercon, dia membuat mercon tersebut untuk dipersiapkan jelang hari raya. Dia mengatakan tiap tahunnya rutin membuat mercon tersebut untuk kebutuhan memeriahkan hari raya. “Saya buat sendiri dan tidak ada yang mengajari. Saya beli selongsongnya Rp 300 ribu per seribu selongsongnya,” akunya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger