Headlines News :
Home » » Peserta KB Aktif Capai 202.687 Akseptor

Peserta KB Aktif Capai 202.687 Akseptor

Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 26/06/2016


KRAKSAAN – Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Probolinggo sudah berjalan dengan baik. Hal itu terlihat dari jumlah peserta atau akseptor KB yang begitu aktif setiap tahunnya.

Hingga akhir Mei 2016, jumlah peserta KB Aktif mencapai 202.687 akseptor dari 248.211 orang Pasangan Usia Subur (PUS). Jumlah ini meningkat jika dibandingkan tahun 2015 yang hanya 204.764 akseptor dari 246.262 orang PUS.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo dr Endang Astuti. Menurutnya, hingga akhir Mei 2016, jumlah KB baru mencapai 12.350 akseptor.

“Hingga saat ini, peserta KB aktif melalui MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) mencapai 48.783 akseptor atau 23,72% dari total peserta KB aktif. Meliputi pelayanan IUD 6.133 akseptor, MOW 12.067 akseptor, MOP 1.515 akseptor dan implant 29.086 akseptor,” jelasnya.

“MKJP ini memiliki banyak sekali keuntungan. Di antaranya, efektif, jangka panjang sehingga bagi orang-orang tertentu angka kegagalan sangatlah kecil. Berbeda dengan Non MKJP yang menuntut masyarakat harus patuh, tidak mudah lupa dan sering datang ke klinik,” terangnya.

Disisi lain jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini, angka Unmet Need hingga akhir Mei 2016 sebesar 4,86% atau menurun dibandingkan tahun 2015 sebesar 5,78%.

“Kami menargetkan agar angka Unmet Need terus turun setiap tahun. Unmet Need itu adalah pasangan suami istri (pasutri) usia subur yang ingin anak ditunda dan tidak ingin mempunyai anak lagi, tetapi mereka tidak memperoleh pelayanan KB. Hal ini dikarenakan ketidaktahuannya mau ikut apa dan harus bagaimana,” tegasnya.

Endang menuturkan, masih ada tantangan yang harus dilakukan. Salah satunya terkait dengan TFR (Total Fertility Rate) atau rata-rata ibu melahirkan pada usia reproduksi yang pada tahun 2015 mencapai 2,25%.

“Salah satu penyebabnya adalah masih tingginya angka pernikahan dini. Kelahiran pada usia remaja juga bisa meningkatkan TFR,” pungkasnya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger