Headlines News :
Home » » Hujan, Petani Nekat Tanam Tembakau

Hujan, Petani Nekat Tanam Tembakau

Penulis : DImaz Bromo FM
Rabu, 29/06/2016 


KREJENGAN - Sebagian petani di Kabupaten Probolinggo berani mengambil risiko tetap menanam tembakau meski hujan masih turun hingga akhir Juni ini. Tentu saja dengan risiko tanaman mati dan terserang hama dan penyakit.

Seperti yang dilakukan petani di Desa Rawan Kecamatan Krejengan, Dahlan yang nekat menanam tembakau di musim hujan. Namun ia mengakui, hujan mengganggu pertumbuhan bibit yang ditanamnya.

“Ini mulai ada yang rusak sejak seringnya hujan. Ini banyak bibit yang sudah membesar awalnya, tapi kemudian mati,” kata Dahlan, Rabu (29/6/2016).

Menurut pantauannya dalam minggu ini, hujan turun hampir setiap malam. Kondisi itu buruk bagi tanaman tembakau yang notabene tak menyukai kondisi banyak air. “Bibit tembakau jadi layu lemas kemudian mati. Jika ada bibit mati, kita tanam kembali atau istilahnya disulam,” ujar Dahlan.

Ia menjelaskan, kini bibit yang ditanamnya berumur satu bulan. Namun demikian, karena aktivitas penyulaman bibit tingginya tak sama. Ada yang setinggi 1 cm, ada pula yang sudah mencapai lebih dari 5 cm.

“Ya ini saya berusaha mengerjakan sendiri sawah yang luasanya tidak seberapa,” ujarnya. Ditemui di kebunnya, Dahlan tampak memeriksa daun tembakau yang dimakan ulat.

Selain layu lemas kata Dahlan, keadaan lembap karena hujan juga meningkatkan serangan hama ulat. Kondisi demikian membuatnya waswas karena membuat kualitas tembakau nantinya menjadi buruk.

Sementara Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Timur H Achmad Muzammil mengatakan, musim kali ini termasuk kemarau basah. “Jadi, meski kemarau ya tetap hujan,” ujarnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger