Headlines News :
Home » » Hj. Sinta Nuriyah-Kaum Dhuafa Buka Bersama

Hj. Sinta Nuriyah-Kaum Dhuafa Buka Bersama

Penulis : Wawan Bromo FM
Senin. 27/06/2016


PAITON - Ratusan warga dan pedagang pasar berkumpul di Pasar Paiton Kecamatan Paiton, Minggu (26/6/2016) sore. Mereka menghadiri kegiatan buka bersama istri mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Buka bersama ini dihadiri Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE, anggota Komisi VIII DPR RI Drs H Hasan Aminuddin MSi, Ketua Puan Amal Hayati Kabupaten Probolinggo yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Hj Badiatus Sholehah Hafidz Aminuddin, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil, Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali serta sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Dalam sambutannya Hasan Aminuddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Hj. Sinta Nuriyah yang istiqomah setiap bulan Ramadhan mengunjungi Kabupaten Probolinggo. Kebiasaan tersebut sudah dilakukan sebelum menjadi ibu negara.

“Alhamdulillah beliau selalu istiqomah berkeliling setiap bulan suci Ramadhan. Tidak hanya di Kabupaten Probolinggo, tetapi juga di seluruh nusantara,” ungkapnya.

Hasan menyampaikan bahwa Pasar Paiton merupakan satu-satunya pasar yang memiliki perpustakaan. Tujuannya, selain kesibukan berdagang masyarakat juga menyisihkan waktu untuk membaca sesuai perintah Allah SWT.

“Ternyata keberadaan perpustakaan di Pasar Paiton ini banyak yang mengunjungi dan banyak yang membaca. Semoga ke depan semakin banyak yang membaca, sehingga intelektualnya terjaga,” jelasnya.

Sementara Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengungkapkan bahwa kegiatan buka maupun sahur bersama ini sudah memasuki edisi ke-16. Dalam rentang waktu 16 tahun itu banyak dijumpai pengalaman yang menyenangkan. “Untuk Kabupaten Probolinggo sudah dilakukan 10 tahun terakhir,” ujarnya.

Menurut Sinta Nuriyah, selama kunjungannya ke beberapa daerah banyak menjumpai kesenian dan budaya daerah. Kesenian dan budaya daerah tersebut harus terus dirawat karena bisa dipakai sebagai benteng atau perisai melawan kesenian dari luar. “Dengan adanya kesenian daerah ini, banyak filsafat didalamnya dan menunjukkan citra daerah yang bisa menghalau serangan budaya dari luar daerah,” jelasnya.

Terkait keberadaan perpustakaan di Pasar Paiton, Sinta Nuriyah mengharapkan agar tidak hanya menjadi pajangan saja tetapi juga menjadi media menambah ilmu. “Masyarakat tidak hanya jualan, tapi juga sebagai sekolah yang bisa mengangkat kaum marjinal dan tidak kalah dengan yang di luar daerah. Mudah-mudahan menjadi orang luar biasa, bersijap jujur dan adil,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Hj. Sinta Nuriyah juga melayani pembelian minyak goreng secara simbolis seharga Rp 7 ribu per liter. Dimana disediakan total 5 ribu liter untuk para kaum dhu’afa. Serta pemberian 400 paket sembako kepada janda miskin di pesisir pantai, abang becak dan pedagang emperan Pasar Paiton dari Baznas Kabupaten Probolinggo. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger