Headlines News :
Home » » Akses Air Bersih Manfaatkan Sumber Mata Air

Akses Air Bersih Manfaatkan Sumber Mata Air

Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 14/06/2016


KRAKSAAN – Pemerintah (pusat) melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mematok target nasional berupa 100% akses air bersih, 0% pemukiman kumuh dan 100% akses sanitasi pada 2019 mendatang.

“Kiat di Kabupaten Probolinggo untuk mengejar 100% air bersih dan sanitasi, kita buat grand design di PAK tahun 2015. Untuk pemukiman kumuh ada 12 kecamatan sesuai dengan SK Bupati Probolinggo. Kondisi saat ini, akses air bersih mencapai 66%, sanitasi 64,5% dan luasan kawasan kumuh 0,13%,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Kabupaten Probolinggo Prijono.

Menurut Prijono, untuk air bersih di Kabupaten Probolinggo sudah dideteksi potensi sama masalahnya. Di mana potensinya ada beberapa sumber air yang ada dan persediaan air dalam tanah yang diinventarisasi. Sumber mata air itu dimanfaatkan untuk akses air bersih masyarakat.

Kebijakan sumber air yang besar nanti dieksploitasi untuk masyarakat. Seperti di wilayah timur ada Sumber Air Darungan dan Kali Pedati di Desa Kalianan Kecamatan Krucil untuk 6 kecamatan meliputi Krucil, Gading, Besuk, Kotaanyar, Pakuniran dan Paiton.

Untuk wilayah tengah ada Sumber Air Tancak di Kecamatan Tiris untuk 8 kecamatan meliputi Tiris, Banyuanyar, Maron, Krejengan, Kraksaan, Gending, Tegalsiwalan dan Pajarakan. Wilayah barat ada Umbulan di Kecamatan Sukapura untuk 5 kecamatan meliputi Sukapura, Bantaran, Tongas, Sumberasih dan Wonomerto. Sedangkan sumber air Ronggojalu untuk wilayah Leces, Dringu dan Desa Gili Ketapang.

“Eksploitasi sumber-sumber air bersih itu dikelola oleh PDAM. Sedangkan potensi lainnya ada beberapa sumber air kecil yang dimanfaatkan untuk masyarakat yang belum mendapatkan air di sekitarnya seperti Kecamatan Sumber dan Kuripan. Sumber ini dikelola oleh HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum),” terangnya.

Prijono menambahkan, masyarakat yang bisa diakomodasi PDAM adalah masyarakat yang mampu dengan menggunakan sistem berlangganan. Sedangkan yang dipasok oleh HIPPAM, dilakukan dengan menggunakan hidran-hidran umum yang selanjutnya dikembangkan dengan sambungan rumah.

“Cuma semua tergantung kepada kemampuan anggaran. Dengan anggaran yang ada, kita pesimis mampu mencapai target 100% akses air bersih tahun 2019 mendatang. Tetapi dengan adanya data itu kita bisa mengukur kemampuan kita mana yang diusulkan dalam APBD dan menggunakan data untuk dijual ke pemerintah pusat,” pungkasnya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger