Headlines News :
Home » » Ada Firasat Jelang 32 Paus Terdampar

Ada Firasat Jelang 32 Paus Terdampar

Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 18 Juni 2016


GENDING - Orang selalu mengaitkan kejadian-kejadian tertentu dengan firasat. Termasuk warga Desa Pesisir Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo terkait terdamparnya 32 paus di pesisir pantai Dusun Tareta.

Sebagian warga mengaku merasakan hadirnya angin kencang yang sangat dingin, Rabu (15/6/2016) pagi. Mulanya angin kencang tersebut tidak dirasakan sebagai suatu pertanda oleh warga setempat. “Pokoknya aneh pagi itu. Biasanya matahari bersinar terang, kalau pun mendung tidak sesuram itu,” kata Nurhasan (45), warga Desa Pesisir.

Selain itu, kecepatan angin yang berembus tidak seperti biasanya. Terasa lebih cepat dan dingin merasuk ke dalam tulang belulang. Warga pun enggan untuk melaut. Barulah pada siang harinya sekitar pukul 12.00, terlihat beberapa ekor paus kandas di muara. Saat itu, air laut sedang surut. Sehingga mamalia laut raksasa itu pun tersangkut dan tak mampu bergerak lagi.

Hal senada dikatakan Aisyah (35), sebelum paus terdampar udara dingin seperti mengurung desas nelayan itu. Sehingga masyarakat sekitar agak malas untuk beraktivitas. “Siang baru ada kabar kalau banyak paus terdampar,” ujarnya.

Bahkan, pasca penguburan paus-paus ada pertanda yang dirasakan warga setempat. Tepat sesaat setelah penutupan bangkai dengan kain kafan dan tabur bunga oleh warga, hujan rintik turun.

Oleh warga setempat hal ini dipandang sebagai suatu pertanda baik. “Semoga saja tidak terjadi bencana dan marabahaya. Tetapi malah menjadi berkah bagi warga setempat,” kata Kepala Desa Pesisir Sanemo.

Karena itulah, warga setempat sangat menghormati apabila ada satwa laut raksasa yang terdampar di sekitar pesisir desanya. Kepercayaan setempat, apabila ada satwa laut raksasa terdampar, menandakan bahwa hewan tersebut meminta pertolongan terhadap warga setempat untuk dikuburkan. “Sudah menjadi tradisi masyarakat nelayan untuk menguburkan mereka (hewan laut raksasa yang terdampar),” ujar Sanemo.

Khusus untuk fenomena kali ini, penguburan hanya dilakukan secara simbolis. Dengan meletakkan kain kafan dan taburan bunga. Biasanya, bila yang mati atau terdampar hanya satu, maka akan diperlakukan seperti layaknya manusia. Yakni dibungkus kafan, diberi bunga dan batu nisan. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger