Headlines News :
Home » » Warga Tolak Penambangan Batu Pakai Alat Berat

Warga Tolak Penambangan Batu Pakai Alat Berat

Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 07/05/2016



PAKUNIRAN - Puluhan warga Desa Glagah Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo memprotes CV Dwi Jaya terkait penggunaan alat berat excavator di lokasi galian C di Sungai Pancar Glagas, Jumat (6/5/2016). Warga berdalih penggunaan alat berat merugikan penambang manual yang dilakukan warga.

Sebelumnya, puluhan warga berencana mendatangi Sekretariat CV Dwi Jaya yang tak jauh dari lokasi penambangan. Namun upaya tersebut berhasil dihalau petugas kepolisian dan Forkopimka Pakuniran. Polisi berdalih, aksi warga tak mengantongi ijin. Namun demikian, warga digiring ke kantor sementara Pemerintah Desa Glagah untuk berembug dengan manajemen CV Dwi Jaya.

Dalam musyawarah yang dipimpin Kapolsek Pakuniran AKP Agus Heri S dan Camat Pakuniran Munaris, warga menyatakan beberapa tuntuntan. Antara lain, tidak menginginkan alat berat excavator masuk lahan galian C, meminta pihak perusahaan (CV) menaikkan harga batu dari Rp 30 ribu per truk menjadi Rp. 60 ribu per truk, meminta perusahaan (CV) melakukan kegiatan sosial di masyarakat sehingga warga tidak hanya menerima dampak dari aktivitas yang dilakukan CV Dwi Jaya.

“Sudah menjadi harga mati, bahwa alat berat excavator tidak kami perkenankan masuk area penambangan, apalagi beroperasi. Karena hal itu sangat merugikan bagi warga yang menambang secara manual. Tolong mengertilah akan nasib para warga yang menambang secara manual,” ujar Suhri, perwakilan warga yang menyampaikan tuntutan dalam musyawarah tersebut.

Mendengar tuntutan warga, Budi selaku Direktur CV Dwi Jaya, melakukan klarifikasi. Menurutnya, dari awal pihaknya sudah mengumpulkan warga yang memiliki Surat Ijin Penambangan Daerah (SIPD) terkait adanya penertiban penambangan. Bahkan ia juga membantu mengurusi SIPD milik warga yang sudah habis masa ijinnya. Namun warga banyak yang enggan memperpanjang ijin. Sementara untuk tuntutan kenaikan harga batu, pihaknya akan mempertimbangkan lebih lanjut.

“Kalau untuk kegiatan sosial, mohon maaf sejak dulu sudah kami lakukan terhadap warga sekitar. Namun terkait penggunaan alat berat excavator, kami terpaksa menggunakan alat tersebut karena hasil tambang warga tak memenuhi target. Tidak ada maksud dari kami untuk merugikan warga yang menambang secara manual. Jika warga mau, melalui alat berat itu kami juga akan membantu menguruk lahan untuk warga, sehingga warga tinggal mengambil batunya tanpa menguruk secara manual,” papar Budi, sambil menawarkan jasa kepada para penambang manual.

Namun begitu, penjelasan dan penawaran kerjasama yang ditawarkan CV Dwi Jaya tidak serta-merta diterima oleh warga yang hadir dalam musyawarah saat itu. Bahkan secara tegas perwakilan warga meminta CV Dwi Jaya hengkang dari Desa Glagah, jika penambangan yang dilakukannya merugi.

“Kami warga siap mengurus ijin sendiri. Tidak mungkin Bapak merasa rugi dalam usaha ini. Dilihat dari perkembangan usahanya saja sudah sangat berkembang,” celetuk Suhri.

Melihat musyawarah tak menemukan kesepakatan, pihak Forkopimka menghentikan proses musyawarah dan berencana akan menjadwal ulang pertemuan. Namun untuk sementara waktu, Forkopimka meminta agar alat berat excavator tidak dioperasikan untuk sementara waktu, sambil menunggu kesepakatan dengan warga. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger