Headlines News :
Home » » Ubur-ubur di Pantai Duta Jadi Wisata Edukasi

Ubur-ubur di Pantai Duta Jadi Wisata Edukasi

Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 07/05/2016



PAITON - Serbuan ubur-ubur di perairan laut utara Kabupaten Probolinggo, dimanfaatkan warga sebagai wahana hiburan. Libur panjang seperti pekan ini, warga berbondong-bondong menikmati Pantai Duta Desa Randutatah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Invasi ubur-ubur ini, bahkan dijadikan sebagai wisata edukasi untuk mengenalkan biota luat kepada siswa.

Hingga Kamis (5/5/2016), serangan ubur-ubur di perairan laut utara Kabupaten Probolinggo masih berlangsung. Hewan lunak yang menjadi momok nelayan ini masih terlihat di sepanjang Pantai Duta.

Ubur-ubur yang muncul pada musim pancaroba ini menjadi fenomena tahunan, sehingga banyak warga penasaran dengan hewan laut ini. Di Pantai Duta, pengunjung terlihat asyik mandi di laut sambil menikmati sensasi mandi bersama jutaan ubur-ubur. Mereka tak memperdulikan gatal-gatal yang ditimbulkan oleh sengatan ubur-ubur.

Bahkan oleh sebagian sekolah, fenomena ini dimanfaatkan sebagai wisata edukasi. Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Randujalak Kecamatan Besuk. Puluhan siswa diajak langsung untuk mengenal bentuk ubur-ubur di alam bebas.

Wahdiyo Aprlianto, salah satu siswa SDN Randujalak mengaku dirinya hanya tahu ubur-ubur dari buku bacaan. Saat ini, siswa kelas 6 tersebut mengaku mengetahui ubur-ubur adalah sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas scyphozoa. Ia juga dapat mengetahui manfaat dan bahayanya ubur-ubur bagi manusia.

“Hewan yang termasuk dalam kelompok invertebrata atau tak bertulang belakang ini, sangat berbahaya pada bagian tentakelnya. Bagian tentakel ini menjadi sarana untuk menyengat hewan lain atau manusia,” ujar Wahdiyo Aprilianto.

Berwisata di alam bebas menjadi salah satu edukasi bagi siswa agar tahu bentuk-bentuk binatang secara nyata. “Pelajaran ini tidak didapat di dalam bangku sekolah. Apalagi saat ini, perairan laut Probolinggo yang berada di selat Madura tengah mengalami invasi ubur-ubur,” terang Rahmad Hidayat, guru kelas IV SDN Randujalak.

Destinasi wisata bahari ini dipilih warga Kabupaten Probolinggo karena cukup murah. Untuk menikmatinya setiap pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 2 ribu saja. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger