Headlines News :
Home » » Suami Kerja Luar Pulau, Istri Mau Diperkosa

Suami Kerja Luar Pulau, Istri Mau Diperkosa

Penulis :Dimas Bromo FM
Kamis, 12/05/2016 


LECES - Malang nian nasib RO (36), warga Desa Jorongan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Saat suaminya bekerja ke Kalimantan, salah seorang sahabatnya malah berupaya melakukan pemerkosaan terhadapnya. Sempat tertekan dan ketakutan, akhirnya ibu dua anak ini melaporkan tindakan tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Probolinggo, Rabu (11/5/2016) siang.

Sebelumnya, antara MO (46) suami RO memiliki hubungan teman dengan IM (46). Keduanya terlibat dalam panitia pembangunan sebuah masjid. Dengan nilai proyek mencapai Rp 10,5 milyar. IM, sebagai ketua panitia pembangunan, sedangkan MO, bendaharanya. Kondisi tersebut, membuat keduanya sering berinteraksi. IM pun, sering berkunjung ke rumah MO.

Tapi siapa sangka, ada benak lain yang merasuki pikiran IM. Tatkala melihat RO, istri MO. Lama-lama timbul rasa suka dan ingin menikmati lebih jauh kemolekan wanita yang masih relatif muda ini.

Suatu ketika, MO mendapat borongan proyek di Kalimantan. Otomatis, RO hanya tinggal sendirian, tanpa suami. Kesibukannya di toko pakaian di Pasar Leces, lumayan untuk menjadi pengisi kesibukannya. Keadaan ini dimanfaatkan dengan baik oleh IM.

Lelaki yang telah beristri dua ini sering mendatangi kediaman RO. Bujuk rayu dilancarkan, bahkan kadang tak segan tangan IM meraba-raba paha dan bagian tubuh RO lainnya. “Tapi saya tetap kukuh, menolak apapun itu bujuk rayunya,” cerita RO.

Saat melakukan itu, IM sembari mengancam dengan kata-kata. “Saya diancam akan dibuat gila, kalau melapor ke siapapun. Baik itu kerabat maupun ke suami,” kata RO kemudian.

Tak kuat, RO pun menceritakan hal tersebut ke sejumlah kerabat. Antara lain mertuanya dan sesama pedagang di tempatnya berjualan Pasar Leces. Tapi jawaban yang didapat dari sang mertua membuat batin RO makin tersiksa. Sang mertua hanya mengatakan sudahlah diredam dulu, anggap itu cobaanmu yang mau melaksanakan ibadah haji.

Puncaknya, beberapa hari lalu sebelum suaminya pulang dari bekerja di Kalimantan. IM kembali berupaya melakukan perkosaan pada RO. Saat itu, sekitar pukul 7.30 pagi hari, ibu dua anak yang masih kencang ini hendak berangkat ke pasar. Sejumlah persiapan telah dilakukannya, tinggal memasang jilbab.

Siapa sangka, tiba-tiba IM nyelonong masuk ke ruang tengah rumahnya, tempat ia memasang kerudung. IM langsung menerkam bak singa kelaparan, berusaha mencumbunya. Mendapat perlakuan tersebut, sekuat tenaga RO melakukan perlawanan. Tapi tangan kirinya, dipelintir oleh RO. Sehingga meninggalkan bekas luka. “Dengan tetap mengancam, kalau teriak akan kubuat gila,” tiru RO.

Beruntung, aksi tersebut tidak sampai berlanjut lebih jauh. Pasalnya, salah seorang kerabatnya, masuk ke rumah dan menyapu. Mendengar ada orang, IM kemudian berpura-pura duduk lalu rebahan di ruang tengah. Seolah tidak terjadi apa-apa.

Geram, RO kemudian wadul ke MO ketika suaminya pulang dari bekerja. Laporan tersebut, membuatnya naik pitam. MO berniat menghabisi rekannya tersebut dengan golok miliknya. Namun niatan itu diredam oleh sang istri. Pertimbangannya, urusan akan lebih rumit, hingga berurusan dengan hukum. Tapi keduanya sepakat untuk melaporkan tindakan ini ke polisi.

Terkait upaya pemerkosaan terhadap RO ini, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Listo Utomo mengatakan masih perlu melengkapi alat bukti. Sebab, untuk kasus pelecehan seksual semacam ini, cukup rumit. Harus ditangani dengan bijak, tidak sama seperti kasus pidana umum. “Kasus yang lain juga sama, tidak bisa ditangani gegabah. Demi melindungi korban juga,” katanya, singkat. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger