Headlines News :
Home » » Siswa SMK Curi Emas Ketua RT

Siswa SMK Curi Emas Ketua RT

Penulis :Dimas Bromo FM
Kamis, 12/05/2016 


KRAKSAAN - YP (17) nekat mencuri 25 gram perhiasan emas milik Babudi, Ketua RT 3/RW1 Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan.  YP yang masih bersekolah di SMK swasta di Kabupaten Probolinggo itu menggunakan uang hasil penjualan emas itu untuk foya-foya.

Aksi pencurian yang dilakukan YP (17) diduga tak hanya sekali ini saja. Tetapi berulang kali. Mulai dari barang-barang kecil, seperti sandal, memori telepon genggam, burung, dan terakhir  emas milik Ketua RT3, Babudi. Namun, pelaku baru tertangkap saat mencuri lampu taman.

Saat mabuk karena miras, YP ditangkap Satreskrim Polsek Kraksaan. “Saat mabuk itulah, ia (YP) menceritakan semua tindakan pencuriannya. Lalu kami lakukan rekonstruksi di TKP tempat dia mencuri emas milik Ketua RT,” kata Kapolsek Kraksaan Kompol Faruk Mustofa, Kamis (12/5/2016).

Dalam rekonstruksi, pelaku memerankan delapan adegan. Meliputi, awal mula ia memanggil Gatan, anak Ketua RT (Babudi) yang merupakan teman bermainnya. Selanjutnya, karena tidak ada jawaban dari dalam rumah, pelaku kemudian memasuki rumah dengan mengambil kunci yang telah disimpan di atas rak sepatu.

Adegan ke empat, pelaku langsung masuk ke kamar belakang milik kedua orang tua Gatan. Pelaku pun langsung mengacak lemari baju tempat penyimpanan emas. “Saya mengetahui tempat penyimpanannya, karena sering main ke sini. Suatu ketika, pernah ibunya Gatan meletakkan perhiasan di lemari itu,” ujar YP di hadapan penyidik.

Usai mengaduk-aduk isi lemari, pada adegan kelima, pelaku mempraktekkan saat ia bergerak ke kamar Gatan di depan. Di lemari kamar tersebut, ia tidak menemukan apapun.

Selanjutnya, YP kembali ke kamar belakang, di seberang tempat penyimpanan emas. Lemari di lokasi tersebut juga dibongkarnya. Untuk mencari barang berharga lainnya. Lantaran tak menemukan barang berharga lainnya, pelaku kemudian keluar rumah. Menutup pintu dan menguncinya lalu pergi.

YP beraksi dengan leluasa karena ia tahu, jam-jam tersebut keluarga Babudi tak ada di rumah. Babudi dan istrinya bekerja, sedangkan Gatan pergi ke sekolah.

Hasil curian emas tersebut, menurut keterangan pelaku, dijual di Pasar Besuk. “Laku sekitar Rp 4,2 juta,” akunya kepada petugas.

Tapi secara logika, jumlah tersebut tidak sesuai. Sebab, emas milik istri Babudi, merupakan produksi lama atau kuno. Di mana kadar emasnya lebih tinggi, ketimbang emas produksi baru.

Atas kejadian ini, petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Melengkapi berkas penyelidikan yang ada. Saat ini, barang bukti dan keterangan saksi sudah dikantongi polisi.

Karena pelaku masih dibawah umur, maka petugas melakukan diversi. “Koordinasi dengan Lapas Malang sudah kami lakukan. Sedangkan ancaman hukuman, biar ditentukan oleh jaksa penuntut umum dan hakim,” pungkas Kompol Faruk. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger