Headlines News :
Home » » Kapolres Iwan Titip Program Dilanjutkan

Kapolres Iwan Titip Program Dilanjutkan

Penulis : Dimas Bromo FM
Minggu, 08/05/2016


PAJARAKAN - Menjelang mutasi ke tempat barunya di Polda Kalimantan Barat, Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan menitipkan program yang telah berjalan. Tujuannya agar program yang telah berjalan dengan baik bisa dilanjutkan.

Ada sejumlah terobosan yang dilahirkan pada masa kepemimpinan Iwan. Salah satu yang harus dilanjutkan adalah program anti molimo (madon, main, minum, maling dan madat).

Selain itu program penyelesaian konflik sosial yang terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo. Sebab, jika intoleransi antar masyarakat terus dibiarkan khawatir dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. “Sebab dua tahun lagi ada pesta demokrasi rakyat (Pemilu). Jangan sampai hal tersebut menjadi pemicu gangguan Kamtibmas,” katanya, Minggu (8/5/2016) pagi.

Untuk kelanjutan program anti molimo, Iwan bekerja sama dengan beberapa unsur. Antara lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemkab Probolinggo, TNI, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Jaman sekarang, pemberantasan penyakit masyarakat semacam itu tidak dapat dilakukan sendirian oleh Polri. Harus ada sinergi yang apik antara penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat,” paparnya.

Tak hanya cara tersebut, Polres bahkan membuat bahan pembelajaran (hanjar) untuk siswa. Mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA. Isinya, tentang pengetahuan dasar tindak kriminal.

Harapannya, agar masyarakat makin tahu dan mampu meningkatkan kewaspadaanya terhadap berbagai macam bentuk tindakan kriminal. “Sehingga, ada upaya pertahanan diri juga dari masyarakat. Terutama kalangan pelajar, untuk meminimalisir tindak kriminal,” harapnya.

Cara tersebut, rupanya sangat ampuh untuk menekan angka kriminal dan gangguan Kamtibmas. Terutama di wilayah hukum Polres Probolinggo. Berdasarkan evaluasi kinerja anggota selama 11 bulan masa kepemimpinannya, AKBP Iwan mengatakan sudah cukup bagus. Penanganan terhadap suatu kasus, rekonstruksi, penyidikan dan pengungkapan sudah profesional. Sesuai standart operasional yang berlaku.

Namun prestasi tersebut masih belum cukup. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat. “Apabila dalam penyelidikan suatu kasus ada intervensi anggota, masyarakat jangan takut. Laporkan saja ke Propam, biar ditindak sesuai kode etik Polri,” tegasnya.

Kepada masyarakat yang mau membantu untuk mengungkap kasus pun, Iwan tak segan memberikan hadiah. Selama ini, menurutnya, masih banyak masyarakat yang takut untuk memberikan keterangan atas suatu kasus.

Tindakan tersebut, justru mempersulit kinerja petugas dalam menegakkan hukum. “Terlepas dari semua itu, ada yang lebih penting. Tolong makmurkan masjid yang telah saya bangun,” pungkasnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger