Headlines News :
Home » » Audiensi, Masyarakat Diminta Selamatkan Anak Cucunya

Audiensi, Masyarakat Diminta Selamatkan Anak Cucunya

Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 11/05/2016


BESUK - Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/5/2016), Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE mengadakan audensi dirangkaikan dengan reses anggota Komisi VIII DPR RI Drs H Hasan Aminuddin MSi di Desa Kecik Kecamatan Besuk.

Kegiatan ini diawali dengan penyerahan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa handtraktor kepada perwakilan kelompok tani serta Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) senilai Rp 1.210.822.386 kepada kepala desa (kades) Kecik Mardiana.

Dalam sambutannya Kades Kecik Mardiana mengungkapkan bahwa audiensi atau dialog ini merupakan sarana untuk mendekatkan diri masyarakat dengan Bupati Probolinggo. “Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat sehingga pelaksanaan pembangunan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si mengungkapkan bahwa saa ini desa luas biasa karena bisa menganggarkan apa saja melalui ADD dan Dana Desa. Jika tidak mampu baru akan ditangani oleh Pemerintah Daerah dengan menggunakan dana APBD.

“ADD dan Dana Desa ini boleh digunakan untuk pemberdayaan di desa. Silahkan duduk bersama dan musyawarahkan bersama dan diambil keputusan terbaik untuk membangun desa,” ungkapnya.

Menurut Hasan, audiensi atau dialog ini merupakan salah satu bentuk dakwqah bilhal untuk bertatap muka menjalin silaturahim. “Begitu pula dengan gotong royong, hakekatnya bagaimana bisa mengamalkan hadits Rasulullah SAW agar bisa membantu orang lain. Bisa dengan ilmu, tenaga atau harga yang dapat bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Hasan menegaskan bahwa akhir-akhir ini sering terjadi konflik, terutama terkait rebutan warisan. Namun setelah diamati ternyata kejadian ini muncul karena manusia lalai membayar zakat.

“Demikian pula PNS yang sudah lama mengabdi tetapi tidak mampu menambah harta. Ternyata dia tidak ahli shodakoh. Padahal sebagian harta yang dimiliki adalah hak dari anak yatim,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Hasan juga meminta kepada masyarakat, agar menyelamatkan anak cucunya. Terlebih dengan maraknya kejadian kekerasan terhadap anak. Dimana banyak kejadian anak seusianya atau dibawah usianya.

“Saya ingin mengingatkan guru-guru, terutama para penjual yang ada di sekitar sekolah. Apabila dititipi oleh seseorang untuk menjual pil tolong ditolak. Karena sekarang perangnya bukan fisik, tetapi melalui cara merusak generasi masa depan bangsa. Mereka menginginkan agar anaknya lebih bodoh dari kedua orang tua,” pungkasnya.

Audiensi ini diakhiri dengan penyampaian aspirasi dan usulan dari 2 (dua) orang warga. Dimana keduanya menginginkan agar dilakukan pembangunan jalan untuk mempermudah akses perekonomian masyarakat. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger