Headlines News :
Home » » Turunkan AKI-AKB, Dinkes Gelar Seminar Sehari

Turunkan AKI-AKB, Dinkes Gelar Seminar Sehari

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 21/04/2016


KRAKSAAN – Dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Probolinggo menggelar seminar sehari dengan tema “Motivasi Bidan yang Berkualitas Dalam Rangka Menyelamatkan Ibu dan Bayi di Kabupaten Probolinggo”, Kamis (21/4/2016).

Seminar yang digelar di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini ini diikuti oleh 323 bidan se-Kabupaten Probolinggo baik Pegawai Tidak Tetap (PTT), honorer daerah (honda) dan PNS.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono ini dihadiri oleh Pengurus Daerah IBI Provinsi Jawa Timur Roementahingsih dan Ketua PC IBI Kabupaten Probolinggo Nuryati.

“Melalui seminar ini diharapkan semua bidan bisa bekerja profesional sesuai dengan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya. Karena tema yang diambil bersamaan dengan Hari Kartini, dimana beliau meninggal karena melahirkan mengalami perdarahan, sehingga kita harus mempunyai inovasi untuk menyelamatkan ibu hamil dan melahirkan,” kata Nuryati.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan kejadian kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo setiap tahun masih terjadi. Bahkan jumlah kematian belum menunjukkan angka yang menurun baik.

“Hal ini terbukti tahun 2014, jumlah kematian ibu sebanyak 24 (130,51 per 100.000 kh), sedang tahun 2015 menunjukkan angka 16 ibu (140,62 per 100.000kh). Sedang tahun 2016 sampai April dengan jumlah 8 orang ibu yang meninggal,” katanya.

Menurut Shodiq, kematian bayi menunjukkan angka yang meningkat. Yakni, tahun 2014 sebanyak 235 bayi (12,78 per 1000 kh), sedang tahun 2015 sebanyak 242 bayi (13,08 per 1000 kh) dan tahun 2016 sampai dengan April sejumlah 42 bayi yang meninggal.

“Hal ini menunjukkan banyak kematian bayi yang ditemukan dan terlaporkan oleh petugas kesehatan. Berarti masyarakat sudah percaya pada pertolongan oleh tenaga kesehatan. Tetapi masih perlu dilakukan suatu upaya penurunan AKI dan AKB yang lebih fokus,” jelasnya.

Shodiq menambahkan dalam upaya penurunan AKI dan AKB tersebut telah dilakukan upaya-upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan cakupan pelayanan, mutu serta manajemen pelayanan kesehatan maternal dan neonatal.

“Upaya peningkatan dan perbaikan pelayanan kesehatan tersebut dilakukan mulai dari tingkat pelayanan yang paling dasar pada pelayanan bidan di desa yang bermitra dengan para dukun bersalin yang ada di wilayah kerjanya,” tegasnya.

Melalui seminar ini Shodiq berharap bidan yang ada di Kabupaten Probolinggo betul-betul mempunyai motivasi yang tinggi dalam memberi pelayanan pada ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayinya. “Kepedulian dan kepekaan bidan sangat diharapkan oleh masyarakat kita untuk menyelamatkan ibu dan bayi,” harapnya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger