Headlines News :
Home » » Pelaksana Gizi dan Bidan Puskesmas Dilatih PMBA

Pelaksana Gizi dan Bidan Puskesmas Dilatih PMBA

Penulis : Wawan Bromo FM
Jum'at, 22/04/2016


KRAKSAAN – Sedikitnya 12 orang pelaksana gizi dan bidan puskesmas mendapatkan pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo di Hotel Allliya Kota Kraksaan, Senin hingga Sabtu (18-23/4/2016).

Dalam pelatihan ini para pelaksana gizi dan bidan puskesmas mendapatkan materi dari Dinkes Kabupaten Probolinggo dan Tim Fasilitator PMBA Kabupaten Probolinggo. Selain teori juga ada materi praktek langsung di lapangan.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan dalam mendukung PMBA dan memberikan konseling kepada ibu yang mengalami kesulitan dalam PMBA,” kata Kasi Gizi Dinkes Kabupaten Probolinggo Sumaryanto.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Moch. Asjroel Sjakrie mengatakan pemenuhan gizi merupakan hak dasar anak. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan kesepakatan internasional seperti Konvensi Hak Anak adalah  memberikan makanan  yang  terbaik  bagi  anak  usia di bawah 2 tahun.

“Untuk mencapai hal tersebut, Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan MP-ASI merekomendasikan pemberian makanan yang baik dan tepat bagi bayi dan anak 0-24 bulan adalah mulai menyusu dalam 1 jam setelah lahir, pemberian ASI  eksklusif  sampai  usia  6  bulan, memberikan  Makanan  Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih,” katanya.

Menurut Asjroel, menyusui secara eksklusif selama 6 bulan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka penurunan angka kematian bayi di Indonesia. Kebutuhan gizi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal sampai usia 6 bulan cukup dipenuhi hanya dari ASI saja. Sebab ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang  dibutuhkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi selama 6 bulan kehidupan.

“Pemberian makan yang terlalu dini dan tidak tepat mengakibatkan banyak anak yang menderita kurang gizi. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan pertumbuhan sejak lahir secara rutin dan berkesinambungan,” jelasnya.

Lebih lanjut Asjroel menerangkan bahwa MP-ASI  mulai  diberikan  sejak  bayi  berumur  6  bulan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan anak selain dari ASI. MP-ASI  yang diberikan dapat berupa makanan berbasis pangan lokal.

“Pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal dimaksudkan agar keluarga dapat  menyiapkan MP-ASI yang sehat dan bergizi seimbang bagi bayi dan anak 6-24 bulan di  rumah tangga sekaligus sebagai media penyuluhan,” terangnya.

Asjroel menambahkan bahwa setiap keluarga yang mempunyai bayi dan anak usia 6-24 bulan hendaknya mempunyai pengetahuan tentang PMBA, agar  mampu  memberikan  ASI ekslusif  dan  menyiapkan MP-ASI  yang  sesuai  di masing-masing keluarga.

“Peranan petugas kesehatan yang terampil sangat besar untuk mendukung  keberhasilan dalam PMBA. Sehingga berdasarkan kepentingan tersebut pelatihan PMBA  bagi petugas kesehatan kiranya diperlukan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger