Headlines News :
Home » » Pasien Gangguan Jiwa Berat Capai 543 Orang

Pasien Gangguan Jiwa Berat Capai 543 Orang

Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 12/04/2016


KRAKSAAN – Jumlah pasien ganggung jiwa berat saat ini di Kabupaten Probolinggo yang terpantau sebanyak 543 orang, lepas pasung sebanyak 155 orang, masih dipasung sebanyak 35 orang, masih dirawat di rumah sakit jiwa sebanyak 9 orang, UPT Dinsos 2 orang dan dirumah 106 orang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo Asy’ari dalam rakor Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di ruang pertemuan Tengger Setda Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/4/2016).

Rakor TPKJM yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 76 orang peserta terdiri dari Camat, Puskesmas dan lintas sektoral di Kabupaten Probolinggo.

“Permasalahan gangguan jiwa sangat kompleks tidak cukup hanya ditangani di puskesmas atau dirujuk ke RS Jiwa saja, tetapi yang lebih penting adalah pencegahan agar kasus gangguan jiwa tidak bertambah banyak. Kurangnya pelayanan kesehatan jiwa menyebabkan banyak pasien gangguan jiwa yang diterlantarkan keluarganya menjadi gelandangan atau dipasung,” kata Asy’ari.

Menurut Asy’ari, upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan senantiasa dilakukan setiap waktu oleh institusi pelayanan kesehatan jiwa, terutama dilaksanakan oleh para petugas puskesmas. “Namun masih banyak permasalahan yang ditemukan terutama penolakan pelayanan kesehatan jiwa oleh pasien dan keluarganya,” ujarnya.

Lebih lanjut Asy’ari menjelaskan, sampai saat ini masih banyak pemahaman yang keliru tentang gangguan jiwa. Permasalahan gangguan jiwa pada masyarakat sangat luas dan kompleks, bukan hanya meliputi yang sudah jelas terganggu jiwanya, tetapi juga berbagai problem psikososial bahkan berkaitan dengan kualitas hidup dan keharmonisan hidup.

“Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tindak kekerasan, kenakalan remaja, penyalahgunaan Napza, tawuran, pengangguran, demo yang anarkis, putus sekolah, PHK dan lain-lain. Permasalahan ini dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi pertumbuhan masyarakat baik ditinjau dari segi ekonomi, moral, budaya bangsa dan lain-lain,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengatakan rakor ini bertujuan meningkatkan kerja sama lintas sektoral secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya pendampingan, pelepasan pasung, rehabilitasi, peningkatan kemandirian serta pemberdayaan pada keluarga dan penderita jiwa. “Serta mewujudkan Kabupaten Probolinggo bebas pasung,” katanya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger