Headlines News :
Home » , » Padi Rusak, Asuransi Ganti Rp 6 Juta/Ha

Padi Rusak, Asuransi Ganti Rp 6 Juta/Ha

Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 30/04/2016


KRAKSAAN – Para petani padi di Kabupaten Probolinggo saat ini tidak perlu waswas jika mengalami gagal panen atau tanaman padinya rusak. Sebab jika tanaman padi rusak karena serangan hama maupun bencana seperti kekeringan dan banjir minimal 75% per hektar, maka akan diganti sebesar Rp 6 juta melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 2016.

Sekarang sudah ada fasilitas Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tahun 2016 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015, kata Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bambang Suprayitno.

Menurut Bambang, program AUTP 2016 dikelola PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), badan usaha milik negara (BUMN) di bidang bidang asuransi. Untuk tahun 2016, Kabupaten Probolinggo mendapatkan kuota 7.363 hektar sawah yang bisa diasuransikan. Adapun total luas sawah di Kabupaten Probolinggo mencapai 37.263 hektar.

“Asuransi pertanian ini diberikan dalam rangka melindungi petani padi dari kegagalan panen. Premi yang harus dibayarkan per hektar sebesar Rp 180 ribu. Kemudian petani disubsidi pemerintah sebesar Rp 144 ribu. Sehingga petani hanya membayar Rp 36 ribu selama 1 kali musim mulai padi umur 30 hari sampai mau panen,” jelasnya.

Tetapi yang boleh diasuransikan adalah petani pemilik sawah maksimal 2 hektar. Sehingga jika lebih dari 2 hektar, kelebihannya petani harus membayar premi penuh. Pendaftaran harus dilakukan kelompok tani. Saat membayar atas nama pemilik, petani harus menyebutkan satu hektar ada berapa petak sawah.

“Yang diklaim adalah 75% dari kerusakan, tetapi hanya per petak. Dimana dalam satu hektar klaimnya mencapai Rp 6 juta. Jika hanya beberapa petak saja, maka total uang asuransi dibagi satu hektar dan dikali luas petak yang rusak. Itulah yang diperoleh petani sebagai ganti rugi kerusakan tanaman padinya,” terangnya.

Syarat untuk bisa klaim, petani padi jika ada serangan OPT jangan dibabat dulu, tetapi dibiarkan sampai tim klaim datang. Pengajuan klaim ini harus ditandatangani petani dan kelompok tani diketahui PPL, UPTD dan Kepala Dispertan Kabupaten Probolinggo. Dari pengajuan biasanya satu minggu tim klaim datang.

“Dengan petani ikut asuransi, manakala ada kegagalan panen, mereka langsung bisa tanam lagi dari dana kliamnya. Sehingga tanahnya tidak terlalu lama dibiarkan,” pungkasnya. (wan/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger