Headlines News :
Home » » Kartini Modern Tidak Boleh Lupakan Keluarga

Kartini Modern Tidak Boleh Lupakan Keluarga

Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at, 22/04/2016

LECES - Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo angkat bicara soal teladan yang bisa diambil dari RA Kartini. Beberapa hal batasan harus dipahami wanita saat ini, terutama wanita muslim.  Pasalnya, dewasa ini ada sebagian kaum hawa telah melenceng dari teladan Pahlawan Wanita itu.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten probolinggo Nur Ayati mengatakan bahwa dewasa ini sebagian wanita modern mengagung-agunkan emansipasi wanita. Dan sebagian wanita itu mengaku meneladani Kartini, namun ternyata tidak sesuai dengan konsep Kartini. “Saat ini ada wanita yang berkarir dan lebih mengutamakan karirnya, sehingga dia lupa dan mengesampingkan keluarganya,” katanya, Kamis (21/4/2016).

Mantan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo dua periode itu menyatakan tidak setuju dengan perilaku demikian. Kartini yang benar kata dia, bisa mengutamakan keluarga dalam hal ini suami dan anak. Namun, punya sisi lain karya atau karir sebagai kontribusi terhadap masyarakat. Dia memperhatikan, karena wanita yang lebih mementingkan karir banyak menyebabkan perceraian. Pihaknya sedang berjuang melawan hal itu.

“Makanya kita mendorong kepada masyarakat melalui pemerintah juga untuk pendewasaan terhadap calon ibu. Bukan kita melarang wanita untuk menikah muda, tapi seyogyanya dilakukan pendewasaan terlebih dahulu,” jelasnya.

Pasalnya lanjutnya, tidak saja memicu perceraian, tapi meningkatkan angka kematian bayi. Cara yang ditempuh yakni kegiatan pemberdayaan yang diselingi pendidikan pra nikah. Pendidikan bagi calon ibu menurutnya sangat penting. “Karena pendidikan yang pertama dan utama itu dari ibu. Awal mula manusia belajar ya dari ibu,” tambahnya.

Nur Ayati juga mengatakan bahwa Muslimat NU dibentuk untuk mengangkat harkat martabat wanita. Karena itu ada beberapa jenis pemberdayaan yang sedang dilakukan pihaknya. Salah satu contohnya dengan pemberdayaan wanita dibidang ekonomi. “Sudah ada 32 kelompok usaha yang dibina Muslimat NU Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Dia menilai, pemberdayaan ekonomi yang cocok bagi wanita Kabupaten Probolinggo adalah home industry. Selain bisa meraup penghasilan, jenis bisnis itu tetap memberikan kesempatan bagi peran seorang ibu. “Sambil bekerja bisa sambil mengawasi anak,” katanya.

Masih dari segi perekonomian wanita, Muslimat NU sudah mengadvokasi kebijakan mengenai pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW). “Saya sampaikan pada pemerintah, kalau tidak punya keahlian jangan dikirim jadi TKW, karena nantinya di sana cuma jadi pembantu rumah tangga. Pulang-pulang bisa bawa anak,” ungkapnya,

Itu masalah sosial yang harus dicegah. Namun dia setuju jika TKW yang dikirim punya keahlian, sehingga dipastikan di luar negeri bisa mengisi posisi strategis. “Seperti menjadi perawat di rumah sakit,” pungkasnya. (maz/ast)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger