Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Popular Posts

Stok Darah PMI Kab.Probolinggo Terbatas

Dicko : BromoFM
Selasa 16/09/2014 , 10 : 00 WIB 


KRAKSAAN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo terus berupaya mencukupi kebutuhan darah. Sebab, stok darah di markas PMI terbilang terbatas lantaran masih minimnya pendonor. Sehingga apabila ada kebutuhan darah, terpaksa menggunakan donor pengganti.

Menurut Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Sukarman mengatakan, setelah dilakukan sosialisasi keliling di berbagai Instansi dilingkungan Kabupaten Probolinggo, namun stok darah masih kurang, hal tersebut disebabkan karena tingginya permintaan.

Sukarman menyebutkan, perolehan darah saat ini masih terbilang terbatas, perbulannya mendapat 200 hingga 300 kantong darah.”Dengan 300 kantong itu tidak mencukupi untuk kebutuhan permintaan. Untuk menutupi kekurangan itu kami mengambil pengganti dari keluarga pasien dan masyarakat yang menwarkan diri untuk donor, sehingga kami terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan darah,” katanya.

Sukarman mengaku, setelah stok darah di PMI akan segera kembali normal, dengan adanya donor darah di beberapa instansi, perusahaan, di daerah-daerah dan lain sebagainya. Pihak PMI melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terjangkit penyakit HIV,”sebagai permulaan kami mengambil tiga Kecamatan untuk kegiatan sosialisasi tersebut, yaitu Kecamatan Paiton, Gending dan Kecamatan Tongas,”ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, PMI saat ini mulai bergerak dengan meminta data kepada 20 sekolah di Kabupaten Probolinggo, untuk siswanya yang mengalami kelainan terhadap penglihatannya. PMI akan memerikan bantuan kaca mata kepada siswa yang penglihatannya tertanggu, terutama kepada siswa yang kurang mampu.

Sukarman menjelaskan, setiap tahunnya PMI mendapat anggaran dari Pemerintah sebesar Rp 435 juta, dan itu sudah berjalan selama tiga tahun hingga sekarang.”Dari anggaran tersebut kami menyisihkan dana untuk bantuan kaca mata untuk siswa itu, setelah  kami gunakan untuk fasilitas dan kebutuhan PMI,”aku Sukarman.(dc/fir)


Peranan ASI Ekslusif di Kab.Probolinggo Masih Rendah

Dicko : BromoFM
Selasa 16/09/2014 , 09 : 00 WIB 


KRAKSAAN – Hasil survei yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, bahwa tingkat pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayinya dinilai masih rendah. Terbukti data dari Dinkes menyebutkan, bayi yang seharusnya diberikan asi dari usia 0-6 bulan di Kabupaten Probolinggo mencapai angka rendah yaitu 69,1 persen dari jumlah total 7735 bayi yang masih layak untuk diberikan asi ekslusif dari ibunya, angka tersebut terhitung dari Januari-Pebruari 2014.

Hal ini masih jauh dari target cakupan MDG’s atas pemberian ASI ekslusif yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 80 persen. Sedangkan pada tahun 2013 mencapai 65,3 persen. Pada 2012 lalu sedikit lebih baik yaitu 66,15 persen. Dan yang paling mendapat angka banyak pemberian ASI ekslusif di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2011, angkanya mencapai 73,42 persen.

“Angkanya selalu naik dan turun, dan itu tergantung dari kesadaran dari masyrakat itu sendiri. 2014 ini angka pemberian ASI di Kabupaten Probolinggo memang cukup rendah. Dari itu kami terus berupaya untuk membuat program-program yang telah dilakukan agar masyarakat secara perlahan akan sadar,”ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr.Shodiq Tjahjono melalui Ari Suciati Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Selasa (16/9/14).

Oleh karena itu lanjut Ari, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif adalah memastikan bahwa wanita karir atau wanita bekerja harus tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Untuk mendukung hal tersebut pada Tahun 2008 Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan bersama tiga Menteri yaitu Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Kesehatan tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja.

Pada peraturan menteri tersebut disebutkan bahwa wanita pekerja diberi kesempatan untuk memerah ASI selama waktu kerja di tempat kerja. Tidak ada lagi alasan wanita pekerja tidak dapat memberikan ASI kepada bayinya. Sebagai implementasi dari peraturan bersama tiga menteri tersebut adalah tempat kerja harus menyediakan ruangan khusus menyusui atau pojok laktasi.

“Kecuali untuk ibu menysui yang terindikasi penyakit yang berpotensi menular, baru itu dilarang utnk memberikan ASI kepada bayinya, satu-satunya cara harus memakai susu formula,” terang Ari.
Ari menuturkan, bagi ibu pekerja yang masih menyusui, Dinkes Kabupaten Probolinggo telah memberikan bantuan penyimpanan ASI yaitu freezer jumbo dan ruang laktasinya di 9 Puskesmas di Kabupaten Probolinggo, untuk instansi lainnya juga disediakan oleh instansinya masing-masing. Di perusahaanpun juga telah diberi bantuan ruang laktasi dan tempat penyimpanan ASI dari pihak tertentu.(dc/fir)  

Perpusda Gelar Lomba Minat Baca

Dicko : BromoFM
Senin 15/09/2014 10.00 WIB

KRAKSAAN - Dalam rangka memperingati Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan tahun 2014, Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo menggelar lomba minat baca tahun 2014 di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Senin hingga Rabu (15-17/9).

Lomba minat baca ini diikuti oleh 175 peserta siswa TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK serta masyarakat umum. Rinciannya, lomba mewarnai TK/RA diikuti 115 siswa, lomba mendongeng SD/MI diikuti 24 siswa, lomba majalah dinding 2 dimensi SMP/MTs diikuti 15 kelompok, lomba majalah dinding 2 dimensi SMA/MA/SMK diikuti 10 kelompok dan lomba mendongeng umum diikuti 11 orang.

“Kegiatan lomba minat baca ini mempunyai tujuan untuk menumbuhkan kebiasaan membaca bagi para siswa serta masyarakat Kabupaten Probolinggo pada umumnya sehingga membaca menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam hidupnya,” ungkap Kepala Kantor Perpusda Santoso.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi mengungkapkan lomba minat baca ini diharapkan dapat mendukung program wajib belajar dan membangun masyarakat yang gemar membaca.

“Kesadaran akan pentingnya membentuk kebiasaan membaca dan menciptakan masyarakat gemar membaca pada gilirannya akan berperan dalam menjunjung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan secara khusus meningkatkan kualitas pendidikan nasional,” jelasnya.

Menurut Sekda Nawi, kegiatan ini mempunyai tujuan membangkitkan minat baca tulis masyarakat dalam upaya mewujudkan terciptanya masyarakat gemar membaca, gemar menulis dan gemar belajar. “Kegiatan ini dimaksudkan menumbuhkan kebiasaan membaca masyarakat sehingga membaca bisa menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam hidupnya,” terangnya.

Mantan Inspektur Kabupaten Probolinggo ini menegaskan diperlukan upaya yang terus menerus dan berkesinambungan agar minat baca masyarakat pada umumnya dan anak-anak didik pada khususnya dapat ditumbuhkembangkan secara optimal.

“Untuk mempercepat peningkatan keterampilan dan kebiasaan membaca, disamping buku-buku bacaan perlu juga upaya-upaya kegiatan lain yang dapat memotivasi masyarakat untuk membaca,” pungkasnya.(dc/fir)

Guru Itu Sangat Mulia

Dicko : BromoFM
Senin 15/09/2014 , 10 : 00 WIB



Profesi guru merupakan profesi yang mulia. Sering kita dengar ungkapan guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, mendengar hal tersebut pastinya kita meyakini akan hal tersebut karena dari guru kita mendapatkan ilmu yang sangat berharga yang tidak dapat dibalas dengan apapun. Ungkapan tersebut dilontarkan oleh Defitri Muchsana Chusna, seorang guru di SMPN III satu atap Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. 

Perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Tongas ini ini mengungkapkan. Dunia pendidikan saat ini sudah jauh berbeda dengan zaman dahulu, dahulu menjadi seorang guru merupakan prestige bagi pandangan masyarakat, tetapi berbeda dengan hari ini, profesi guru bagaikan emas sehingga banyak orang yang berkeinginan untuk menjadi seorang guru.

“Pilihan menjadi seorang guru merupakan suatu pilihan yang tepat , hal ini dilihat dari waktu kerja guru yang lebih pendek dibanding  dengan pekerjaan lain . bidang tugasnya bisa dikatakan mudah dan menyenangkan. Selain itu kedudukan guru dimasyarakat dipandang terhormat karena ilmu yang diajarkan sangatlah berharga,”ujar perempuan yang sudah dikaruniai satu orang anak ini.

Dengan fenomena seperti itulah lanjut perampuan kelahiran Probolinggo 22 Mei 1987, maka profesi guru sekarang menjadi incaran sebagian orang. Dari hal tersebut maka terkadang timbul  suatu pertanyaan masih layakkah ungkapan Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. 


Perempuan yang sudah menempuh sekolah S-1 di UMSIDA Malang ini mengaku, sejak dahulu hingga sekarang guru menempati tempat terhormat dimasyarakat . kewibawaanlah yang menyebabkan guru dihormati sehingga masyarakat tidak meragukan figur seorang guru. Masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mendidik anak mereka agar menjadi orang yang berkepribadian mulia. Dengan kepercayaan yang diberikan masyarakat , maka dipundak guru diberikan tugas dan tanggung jawab yang berat.

“Dengan begitu maka sebagai seorang guru harus memiliki kepribadian yang unik. Disatu pihak guru harus ramah, sabar, menunjukkan pengertian, memberikan kepercayaan, dan menciptakan suasana aman . akan tetapi, dilain pihak guru harus memberikan tugas, mendorong siswa untuk mencapai tujuan, mengadakan koreksi, menegur dan menilai,”tukas perempuan yang hobby membaca ini.(dc/fir)

Perpusda Gelar Lomba Mendongeng

Dicko : BromoFM
Senin 15/09/2014 , 09 : 00 WIB 


KRAKSAAN – Puluhan peserta yang berasal dari sekolah SMP, SMA bahkan juga dari masyarakat umum mengikuti lomba mendongeng ditingkat Kabupaten. Acara yang digelar oleh Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo. Acara yang di gelar dihalaman kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo itu sempat menjadi totontonan warga, sebab, dalam perlombaan mendongeng itu dinilainya unik dan budaya jaman dulu.

Lomba mendongeng tersebut juara pertama di raih oleh Adila Givary Romadon dari SMA Tunas Luhur Sumberanyar, Kecamatan Paiton. Juara ke dua di raih oleh Muhammad Munir, seorang pembisinis asal Desa Alastengah, Kecamatan Besuk. Sedangkan Juara ke tiga di raih oleh Yuhanita Tiara Sari dari SMAN 1 Kraksaan.

Salah satu pemenang lomba yang meraih juara pertama “gambar diatas” sedang menunjukkan kebolehannya di atas panggung. Dalam dongeng yang dibawakan adalah sebuah kisah dari Sritanjung - Sidopekso.

Menurut Adila Givary juara pertama dalam lomba tersebut mengatakan, sebuah kisah yang ditampilkan itu adalah sebuah kisah kolosal tentang asal usul Banyuwangi, yakni cerita legenda Sritanjung-Sidopekso. Yang mana dahulu ada raja bernama Prabu Sulakrama, dia memiliki seorang patih yang bernama Raden Sidopekso.  Sidopekso memiliki seorang istri yang amat cantik hingga raja Sulakrama jatuh hati pada istrinya yaitu Sritanjung.

Sementara itu, menurut Kepala kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo, Santoso mengatakan, mendongeng atau storytelling adalah kebiasaan turun-temurun yang dilakukan para leluhur sebagai pengantar tidur atau pengisi waktu luang sembari berinterksi dengan sang anak. Dongeng mengandung keteladanan, kebaikan, kejujuran, dan kelucuan.

“Perlu ada upaya untuk menyelamatkan seni-seni tradisional salah satunya dongeng cerita rakyat. “Dongeng menjadi salah satu media dalam melakukan tranformasi nilai-nilai budi pekerti yang dilakukan oleh orang tua pada anak-anaknya,” ujarnya.

Selain diadakannya lomba mendongeng lanjut Santoso, Perpusda juga mengadakan lomba minat baca, dan lomba madding untuk tingkat SMP dan SMA sederajat.”Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin yang kami adakan setiap tahunnya, agar anak pelajar tetap lebih semangat, dengan tujuan dan sasaran dari pelaksanaan lomba minat baca dam madding ini adalah untuk meningkatkan mutu/kualitasa perpustakaan dan menumbuhkan minat baca masyarakat terutama anak siswa sekolah,”tuturnya.

Lebih lanjut Santoso mengungkapkan, anak sekolah merupakan ujung tombak dan berkaitan dengan masa depan bangsa dan Negara di dalam pengembangan perpustakaan khusunya perpustakaan sekolah. “Pelaksanaan lomba minat baca ini tentunya untuk menambah motivasi dan semangat belajar bagi siswa disamping menjaring anak-anak yang berprestasi sehingga menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas,”tandasnya.(dc/fir)

Angin Kencang,Nelayan Masih Enggan Melaut

Dicko : BromoFM
Minggu 14/09/2014 , 09 : 00 WIB 


KRAKSAAN – Pertengahan September 2014 kondisi angin masih kencang, selama dua pekan terakhir ini, angin kencang masih melanda di pesisir utara tepatnya di pantai Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Pantauan di lokasi, angin masih tampak kencang pada Minggu (14/9/14).

Akibatnya, dampak dari angin tersebut membuat para nelayan terpaksa menambatkan kapalnya. Bahkan, terpal yang dibuat penutup kapal oleh nelayan banyak  yang berterbangan. Sedangkan kapal nelayan yang ditambat di tempat biasanya, tampak tergoncang akibat tertiup angin.

Seperti yang dilontarkan Suhadi (47) seorang nelayan setempat, yang mengaku takut melaut akibat gelombang air cukup tinggi disapu angin kencang. Meski saat ini musim kemarau lanjutnya, tidak menutup kemungkinan aka nada gelombang air laut. Sebab kalau meliohat kondisi angin yang sekarang ini sangat kencang saat ditengah lautan.

“Kita tidak bisa melaut, karena cuaca cukup ekstrim terutama hembusan angin yang sangat kuat. Kita kawatir perahu kita terbalik jika memaksakan untuk teta mencari ikan dilaut,” tuturnya.

Suhadi mengaku, selain para nelayan enggan untuk melaut karena angin kencang, para nelayanpun merasa rugi ketika memaksakan diri ntuk melaut, sebab, mengingat tangkapan ikat saat ini sangat berkurang.

“Bukan karena angin saja yang membuat kita tidak melaut, tetapi dari faktor tangkapan ikan yang juga menjadi kendala bagi nelayan. Ya, kami pilih beristirahat saja. Sebab, kalau dipaksakan melaut, maka nyawa yang menjadi taruhannya,”terang Suhadi.(Dc)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger