Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Popular Posts

Nenek Residivis Simpan Pil Koplo di BH

Dicko Bromo FM
Kamis 27/11/2014 


PAITON- Juni (52) seorang nenek yang berstatus residivis kditangkap polisi Polres Probolinggo. Pasalnya meski sudah berumur lebih dari setengah abad, ia makin kecanduan dengan pil koplo, layaknya anak muda.Akibatnya ia kini mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Probolinggo. Ia ditahan karena kesandung kasus pil Dextro dan Trihexipendyl.


Perempuan yang tinggal di Dusun Kembang RT 10 RW 5, Desa Randumerak, Kecamatan Paiton ini, berbisnis haram dengan menjual dua jenis pil tersebut. Ia tertangkap tangan, Sabtu (21/11) lalu, saat sedang bertransaksi dengan seorang pembeli di rumahnya.


Saat petugas melakukan penggeledahan ditemukan satu buah plastik klip besar yang didalamnya berisi 133 butir pil Dextro di dalam kaos kutang (BH). Tak hanya itu petugas juga menemukan 25 butir pil trihexipendy dan uang Rp 132 ribu.


Kapolres Probolinggo AKBP Riky Haznul melalui  Kasubag Humas AKP Ida Bagus Gede, menjelaskan, Juni ditangkap atas laporan warga yang resah dengan bisnis yang dijalani tersangka. Bahkan tokoh masyarakat dan agama setempat meminta agar Juni tidak dilepas dan dihukum seberat-beratnya.


Di ketahui sudah dua kali keluar dari penjara karena kasus yang sama.”Akibat perbuatannya tersebut ia diancam pasal 196 ayat 1 dan pasal 197 ayat 1, Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 1,5 Miliar,” tegas AKP Bagus.(dc/fir)

Jelang Pergantian Musim,Usaha Mebeler Semakin Menjanjikan

Dicko Bromo FM
Kamis 27/11/2014


Menjalani bisnis sebagai kebutuhan perabotan rumah, seolah tiada matinya. Selain menjadi tren, produk mebel juga menjadi peluang usaha yang menarik. Margin keuntungan yang didapat dari usaha ini cukup meraih keuntungan yang lumayan. Demikian yang diungkapkan oleh Abdullah Irawan (33) seorang pengrajin mebel di ujung timur kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Dalam dunia usahanya yang tergolong usaha kecil menengah (UKM), bertahun-tahun dirinya sudah merintis memulai usahanya sebagai pengrajin mebel. Namun, saat ini setelah puluhan tahun lamanya dirinya berkreasi menjalani pekerjaanya  dengan penuh semangat, dirinya adalah salah satu pengrajin mebel yang sudah terbilang sukses. Pasalnya, dari sekian barang yang tersedia di toko miliknya laris terjual, seperti sofa dengan segala jenis  dan ukuran, bermacam-macam jenis kursi ukiran, almari dan perabotan lainnya yang dibutuhkan didalam rumah, semakin diminati konsumen

Irawan mengaku, meski saat ini memasuki pergantian musim, yakni dari musim kemarau ke musim penghujan, peminatnya masih cukup banyak. Bahkan, peminatnya tidak hanya berasal dari dalam Kabupaten Probolinggo, melainkan dari luar daerah juga, seperti dari Pasuruan, Besuki dan Lumajang.”Saya berperinsip tidak fokus pada harga yang tinggi, bagi saya meski harga terjangkau yang penting barang saya diminati masyarakat, dengan harga yang terjangkau yang penting lancar,”akunya disela-sela kesibukannya.

Menurutnya, diantara permintaan kursi atau sofa, tempat tidur, lemari dan perabotan dapur, untuk saat cukup meningkat. Ia menuturkan omzet penjualannya meningkat sampai 50 persen. Irawan mengungkapkan, menjelang pergantian musim ini, permintaan mebeler seperti sofa almari dan kursi ukiran bisa mencapai 20 hingga 30 unit selama sebulan terakhir.

"Kalau dagang ya tidak bisa dipastikan dapatnya berapa. Cuma memang, selama bebrapa bulan ini banyak permintaan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (23/11/2014).

Bahkan, Irawan sudah menyiapkan persediaan barang menghadapi musim penghujan ini. Ia menambah stok hingga dua kali lipat. Sebab, menurutnya, meski terjadi kenaikan BBM pada tahun ini, untuk permintaan tidak menjadi kendala, karena semua konsumennya sudah memahami meski harganya sedikit ada perbedaan dengan sebelumnya.

"Kalau omzet penjualan sih, Alhamdulillah Rp 30-50 juta dalam setiap pengiriman. Namun, itu tidak tetap, pasti ada psang surutnya juga. Seperti sekarang ini, bisa naik 50-60 persen,"jelasnya. terangnya.

Selain itu lanjutnya, sofa dan tempat tidur jenis  ukiran saat ini paling banyak peminatnya. Contohnya, sofa ukiran dan busa sangat diminati konsumen. Terkait harga, cukup bervariasi mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 6 juta per unit, demikian juga untuk barang lainnya, sudah tentu harganya juga bervariasi. "Selain kami melayani penjualandisini kami juga menerima reparasi segala macam jenis kursi, lemari dan tempat tidur,”imbunya.

Dia mengungkapkan, rata-rata pemilik toko mebeler lain dan home industry juga banyak menerima order. Kebanyakan, pembeli dari wilayah Besuki dan Probolinggo sendiri.

Ditoko mebel milik Irawan yang letaknya dipinggir jalan raya PB.Sudirman kota Kraksaan, tampak para pekerja setiap hari selalu disibukan dengan kerjaannya. Sebab, mereka berkerja harus mencapai target yang diinginkan konsumen,”iya, tidak jauh dari kejaran target dan waktu, karena kami harus memenuhi permintaan konsumen yang harus terselesaikan dalam kurun waktu beberapa hari saja, selain itu, kami juga harus perfek untuk menyesuaikan model dan warna yang diinginkan konsumen,”kata Irawan.

Sejak dirinya merintis bisnis ini, dirinya cukup optimis menjalaninya dengan putaran waktu puluhan tahun lamanya,“awalnya dulu saya sangat kesulitan dan sangat kesusahan, bahkan saya kehabisan modal untuk melanjutkan usaha ini. Tapi dengan kesabaran dan ketekunan, sedikit demi sedikit usaha yang saya jalani ini sebagai mebeler merangkak naik, dari permintaan dan omzetnya juga,”sebutnya.(dc/fir)


Satlantas Gencar Lakukan Operasi Zebra

Dicko : Bromo FM
Kamis 27/11/2014 


PROBOLINGGO-Satlantas Polres Probolinggo mulai gencar melakukan operasi zebra 2014, operasi penertiban lalu lintas ini akan dilakukan di banyak titik diwilayah hukum Polres Probolinggo yang dianggap rawan pelanggaran. Operasi zebra itu sendiri sudah dimulai sejak 26 Nopember hingga 09 Desember 2014.

Berbagai tindak pelanggaran yang akan dikenai tilang, seperti pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, tidak menyalakan lampu, dan melawan arus. Sanksi tilang juga diterapkan pada kendaraan umum yang berhenti di sembarang tempat, atau parkir di tempat terlarang.


“Setiap pengguna jalan yang melanggar aturan lalu lintas pasti akan ditilang,” ujar Kasat lantas Polres Probolinggo AKP Ridho Tri Putranto melalui Kanit Adikyasa Ipda Sudarsono. Sudarsono mengimbau warga melengkapi surat-surat kendaraannya dan surat izin mengemudi.


Sudarsono mengungkapkan, ratusan personil yang akan dikerahkan dalam operasi zebra tersebut. Pelaksanaan operasi itu tidak dibatasi waktu, yakni pagi, siang, sore, bahkan malam hari.

“Operasi zebra ini biasa digelar setiap akhir tahun. Operasi zebra ini berfokus pada pelanggaran lalu lintas kasat mata. Tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata, polisi juga akan melakukan razia di sejumlah titik,”tegas Sudarsono.(dc/fir)


Ingin Jadi Guru Berprestasi

Dicko : Bromo FM
Rabu 26/11/2014 


Tidak salah seorang perempuan yang terus ingin mengejar sebuah prestasi dalam menempuh kehidupan ini,”saya ingin terus berkembang dan berkembang. Prestasi bagi saya sanga mulia dan sangat penting. Itu bagi saya mengisi ruang kekosongan dalam menjalankan kewajiban seorang wanita, serta ibadah yang saya lakukan,”ungkap perempuan bernama Liana Sofyan Ningtyas.

Perempuan yang mengaku masih single asal Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ini mengungkapkan, keinginan mempunyai prestasi di bidang yang ia geluti selama ini, yakni dibidang pendidikan, merupakan salah satu upaya yang harus ia gapai. Agar selama ia mengabdi menjadi guru PAUD di salah satu sekolah swasta dikota Kraksaan selama 7 tahun tidak sia-sia.

“Saya ingin menjadi guru yang mempunyai prestasi. Setidaknya saya tidak memberikan harapan palsu pada orang-orang atas semua yang telah saya lakukan selama ini. Setidaknya saya harus punya karya sebagai bukti terhadap orang tua dan orang-orang yang telah mendidikku selama ini,”ungkap perempua kelahiran Probolinggo 04 Juni 1987 ini.

Liana panggilan akrabnya ini mengaku, dirinya telah menerapkan ilmunya sebagai tenaga pendidik, ia berharap agar mampu untuk membantu mencerdaskan anak Bangsa. Hal itu ia lakukan sebagaiman yang telah ia inginkan untuk menjadi seorang yang berprestasi, meski dirinya saat ini dengan gaji yang minim di sekolah tersebut.

“Hanya itu harapan saya, ingin mendalami ibadah serta prestasi yang ingin aku gapai, utamanya prestasi di dunia pendidikan. Yang bisa bermanfaat untuk anak didik saya di sekolah,”tukasnya.(dc/fir) 

PDE Latih IT Gratis ke 50 Pelajar SMK

Dicko : Bromo FM
Rabu 26/11/2014 


KRAKSAAN-Rabu (26/11/14) Ruang Rengganis yang dimiliki kantor sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Bagian Pusat Data Elektronik (PDE) Komonikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Probolinggo, dengan fasilitas mendukung yang memadai dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pelatihan secara terpadu bagi pelajar SMK Islam Pajarakan Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 50 pelajar dari SMK  Islam Pajarakan di beri pembekalan materi program Linux dan Blog sebagai pematangan untuk persiapan pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

Kepala Bagian Kominfo Kabupaten Probolinggo, Yulius Crhistian melalui Kasubbag PDE, Dwi Rahmat Subagianto menjelaskan, pelaksanakan pelatihan itu difasilitasi pendukung di ruangan Rengganis cukup representatif. Dilengkapi PC spesifikasi tinggi, free wifi dan proyektor. Selain itu, ada beberapa perangkat PC dan alat informasi  dan teknologi (IT) lainnya yang dijadikan sebagai bahan praktek bagi pelajar. Pelatihan ini bagian dari program yang dijalankan PDE dalam peningkatana dan penguatan kompetensi siswa SMK Islam Pajarakan, terutama pelajar SMK jurusan Informatika-Multimedia.

“Kami menawarkan pelatihan gratis ini kebeberapa sekolah setingkat SMK/SMU, agar mereka para siswa lebih mengenal dan memahami sistem operasi Linux dan Blog,” terang Dwi Rahmat. Selain itu, tidak hanya teori yang diajarkan, namun lebih banyak menekankan kepada praktek.(dc/fir)

Selalu Mencintai Pekerjaan

Dicko : Bromo FM
Rabu 26/11/2014


Banyak orang yang merasa tertekan dengan pekerjaannya. Melaksanakan pekerjaan kantor hanya sebagai rutinitas agar dapat memperoleh penghasilan semata. Demikian yang terucap dari bibir Afiatul Maulana yang selama ini sangat mencintai pekerjaannya menjadi tenaga pendidik. Perempuan yang suka membaca ini menyebutkan,  saat jam kerja selalu menunggu jam makan siang, jam pulang, hari libur, akhir pekan, berusaha untuk mencintai pekerjaan karena tentu akan lebih menyenangkan bila kita mengerjakan hal yang disukai. “Tetapi, bagaimana agar kita dapat menyukai pekerjaan yang membosankan itu,”urai perempuan kelahiran Probolinggo 02 Juni 1983 ini.

Sebuah pernyataan menurutnya, menganjurkan orang untuk mencintai pekerjaannya dan jangan mencintai perusahaan. Mengapa? Karena sewaktu-waktu bisa saja perusahaan menyingkirkan kita kapan pun. Namun bagaimana cara mencintai pekerjaan itu?

Afiatul mangakui, tidak mudah untuk melaksanakan tugas-tugas pekerjaan. Yang jelas dengan yang namanya pekerjaan, akan terbebani dengan tugas yang diberikan sehingga hasil kerja tidak maksimal. “Sebaliknya, bila seseorang mengerjakan sesuatu yang disenangi tentu hal itu akan terasa menyenangkan, waktu terasa singkat, dan memiliki semangat untuk mengerjakannya. Misalnya, seseorang yang senang menggambar akan antusias bila ditugasi untuk membuat desain rumah, atau pekerjaan lain,” ujar perempuan asal Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo ini.(dc/fir)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger