Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Popular Posts

Harga Lombok Kecil Naik

Penulis Wawan Bromo FM
Selasa  28/07/2015

KRAKSAAN – Harga komoditi pertanian lombok kecil di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo hingga 27 Juli 2015 naik secara signifikan. Bahkan kenaikannya mencapai 66,7% dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 50.000/kg.

Komoditi pertanian lain yang harganya naik adalah beras IR 64 Super sebesar 5,3% dari Rp 9.500/kg menjadi Rp 10.000/kg, beras IR 64 Medium sebesar 6,7% dari Rp 7.500/kg menjadi Rp 8.000/kg, jagung pipilan naik 12,5% dari Rp 4.000/kg menjadi Rp 4.500/kg, kedelai naik 2,9% dari Rp 7.000/kg menjadi Rp 7.200/kg, kentang naik 60,0% dari Rp 5.000/kg menjadi Rp 8.000/kg dan tomat naik 33,3% dari Rp 1.500/kg menjadi Rp 2.000/kg.

Selain mengalami kenaikan harga, sejumlah komoditi pertanian juga mengalami penurunan harga. Seperti, bawang merah turun 23,1% dari Rp 13.000/kg menjadi Rp 10.000/kg dan lombok merah besar turun 40,0% dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 15.000/kg.

“Dari hasil survey yang kami lakukan, pada minggu ini hanya lombok kecil yang harganya naik drastik.  Kenaikan ini terjadi karena permintaan masyarakat meningkat dan stok di pasar terbatas,” ungkap Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi. (wan/drs)

Kabupaten Nganjuk Tertarik Pengelolaan Pasar Tradisional

Penulis Wawan Bromo FM
Selasa 28/07/2015

KRAKSAAN – Keberhasilan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam pengelolaan pasar tradisional merangsang keingintahuan dari daerah lain untuk belajar dan menuntut ilmu.

Senin (27/7), rombongan DPRD Kabupaten Nganjuk datang berkunjung untuk melakukan study banding. Rombongan sejumlah 13 orang tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Ulum Basthomi. Mereka diterima oleh Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno di ruang pertemuan Argopuro Setda Kabupaten Probolinggo.

Turut menerima dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Probolinggo Moh. Said, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Santiyono, Kepala Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Santoso, Kabag Pemerintahan Edy Suryanto dan perwakilan dari sejumlah instansi terkait.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Ulum Basthomi mengungkapkan selain untuk menjalin silaturahim, kedatangannya di Kabupaten Probolinggo bertujuan untuk menimba ilmu terkait tentang pengelolaan pasar tradisional yang dilakukan Pemkab Probolinggo.

“Kebetulan saat ini kami sedang berupaya bagaimana pasar tradisional yang ada di Kabupaten Nganjuk bisa tumbuh lagi. Dengan demikian kondisi ekonomi masyarakat ke bawah bisa kita angkat kembali,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dispenda Kabupaten Probolinggo Hadi Prayitno dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan rombongan DPRD beserta instansi terkait Kabupaten Nganjuk untuk berkunjung ke Kabupaten Probolinggo. Study banding ini merupakan salah satu bentuk silaturahim untuk saling bertukar informasi, sharing dan kemitraan untuk kemajuan kedua daerah.

“Hingga saat ini Kabupaten Probolinggo memiliki 34 pasar tradisional. Dari jumlah tersebut, dua pasar diantaranya akan kita kembangkan menjadi pasar semi modern. Yakni Pasar Paiton dan Pasar Maron,” ungkapnya.

Menurut Hadi Prayitno, dalam pengelolaan pasar tradisional tersebut Pemkab Probolinggo melibatkan sejumlah instansi terkait. Selain Dispenda juga ada Disperindag, Dinas Koperasi dan UKM, Kantor Perpusda, Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. “Dalam pengelolaan pasar tradisional ini, kami melakukan sinergi dengan beberapa instansi yang ada di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan tukar menukar cinderamata berupa plakat lambang kedua daerah oleh Ulum Basthomi dan Hadi Prayitno. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan sesi dialog yang membahas seputar pengelolaan pasar tradisional yang dilakukan Pemkab Probolinggo. (wan/drs)

Pemkab Bahas Tahapan Pilkades Dua Desa

Penulis Wawan Bromo FM
Selasa 28/07/2015

KRAKSAAN – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan dan Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar akan digelar pada Rabu Pon, 12 Agustus mendatang. Pilkades di dua desa tersebut diulang karena kepala desa (kades) terpilih Desa Penambangan dan calon kepala desa (cakades) Kotaanyar meninggal dunia.

Hari H pemungutan suara Pilkades di Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan dan Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar tersebut tersebut tertuang dalam Keputusan (SK) Bupati Probolinggo Nomor: 140/997/426.12/2015 tentang Penetapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar dan Pemilihan Ulang Kepala Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo Tahun 2015.

Sebagai persiapan pilkades tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Pemerintahan menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan tahapan pilkades di Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar dan Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan, Senin (27/7).

Rakor yang diikuti oleh dua Pj kepala desa dan dua panitia pilkades dari dua desa didampingi dua Kasi Pemerintahan Kecamatan ini dipimpin Asisten Tata Praja Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi didampingi Kabag Pemerintahan Edy Suryanto.

Kabag Pemerintahan Edy Suryanto mengatakan rakor ini merupakan rangkaian tahapan pelaksanaan pilkades di Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan dan Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar Kabupaten Probolinggo.

“Rakor ini bertujuan supaya pelaksanaan pilkades bisa berjalan dengan aman dan lancar sesuai dengan peraturan perundang-undangan baik Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (Perbup),” ungkapnya.

Sementara Asisten Tata Praja Sekda Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi mengharapkan agar panitia pilkades bisa bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk berbuat yang terbaik dalam pemilihan pemimpin desa. “Panitia diharapkan betul-betul konsen terhadap tugasnya sehingga pelaksanaan pilkades bisa berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” ungkapnya.

Dalam melakukan tugasnya, panitia pilkades diminta untuk benar-benar selektif dan berpedoman kepada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 34 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Teknis Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa. (wan)

Petani Tembakau Keluhkan Kekeringan

Penulis Dimaz
Selasa 28/07/2015


KRAKSAAN - Kritis kekeringan yang melanda 40 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Probolinggo pada musim kemarau tahun ini tidak hanya membuat sejumlah warga mengalami kritis air bersih. Kekeringan tersebut juga berdampak negatif pula terhadap petani tembakau di 7 kecamatan sentra produktif tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo.

Sebagian besar petani tembakau mengeluhkan dampak kekeringan ini. Pasalnya, faktor asupan air untuk tembakau sangat dibutuhkan. Atas kekeringan ini asupan air tersebut berkurang sehingga tembakau mengalami kerusakan parah. Bahkan, penyakit tembaku mulai menyerang seperti dimakan ulat dan londrak (ker-ker).

“Kalau sudah seperti ini petani tembakau sangat merugi mas. Sebab faktor air sangat utama untuk tembakau. Dari kekeringan ini, penyakit hama tembakau mulai menyerang. Yang jelas petani sudah bisa dipastikan merugi,” kata Mutaham, salah satu petani tembakau.

Hal senada dikatakan Samsudin. Dirinya menyebutkan, kalau kekeringan yang melanda di Kabupaten Probolinggo tahun ini sangat parah, sehingga mengancam terhadap tanaman tembakau yang merupakan sumber utama petani di saat musim tanam tembaku tiba.

“Kami sangat berharap terhadap pemerintah agar mengambil kebijakan untuk menstabilkan harga tambakau. Karena kalau harganya tidak stabil bagaimana nasib petani. Kualitas tembaku sekarang rusak, sedangkan biaya obat-obatan dan perawatannya cukup mahal,” tandasnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Perkebunan dan kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo Rahardjo mengatakan setidaknya ada 7 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang berpotensi menghasilkan tembakau. Yakni, Kecamatan Paiton dengan areal lahan 1.949 hektar,  Kotaanyar 1.544 hektar, Pakuniran 1.490 hektar, Besuk 2.188 hektar, Krejengan 2.200 hektar, Kraksaan 1.110  hektar dan Gading 299 hektar.

“Di Kabupaten Probolinggo tahun 2015 ini, rencana areal tanam tembakau mencapai 10.774 hektar dengan produksi per hektar 1,2 ton. Namun petani menyampaikan beberapa permasalahan, salah satunya iklim yang mulai memasuki musim kemarau. Jalan keluarnya untuk daerah yang dilanda kekeringan, petani harus memberlakukan sistem tanam juringan,” ungkapnya. (maz/drs)

Abu Vulkanik Gunung Raung Hantam Probolinggo

Penulis Dimaz Bromo FM
Selasa 28/07/2015

KRAKSAAN - Tremor vulkanik Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi, masih terjadi dan menyebar di sejumlah wilayah pasca lebaran Idul Fitri 1436 H. Bahkan, penyebaran abu vulkanik yang mengandung silica itu telah menyebar hingga beberapa daerah di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Terjadinya penyebaran abu vulkanik ke Kabupaten Probolinggo, disebabkan dampak adanya gempa yang terjadi di Malang raya pada Minggu (26/7) kemarin. Gempa terjadi pada kedalaman 56 km berkekuatan 5,9 SR, berada pada 9.44 Lintang Selatan dan 112.63 Bujur Timur dengan pusat gempa berada di laut 150 km Barat Data Kabupaten Malang.

“Gempa itu dampak terhadap beberapa gunung berapi yang ada di wilayah Jawa. Termasuk Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo. Biasanya itu terjadi lebih dari satu tahun,” ujar Syafi’i, penjaga Pos Pantau Gunung Bromo, Senin (27/7).

Dikatakan Syafi’i, sebetulnya terjadinya gempa itu wajar. Namun, yang tidak terduga saat ini, lantaran gempa yang terjadi di Malang raya itu menjadi penyebab penyebaran abu vulkanik Gunung Raung hingga ke wilayah Kabupaten Probolinggo.

Atas abu vulkanik Gunung Raung ini Syafi’i menghimbau agar masyarakat hendaknya ekstra hati-hati. Karena sangat membahayakan untuk kesehatan, terutamanya terhadap anggota tubuh seperti mata dan mengganggu jalannya pernafasan. Karena abu vulkanik Gunung Raung mengandung silica bahan baku pembuatan kaca. (maz/drs)

Kak Timbul Ikuti Jambore Dunia di Jepang

Penulis Wawan Bromo FM
Senin 27/07/2015

KRAKSAAN - Ketua Kwartir (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo yang juga Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Kak Drs. HA. Timbul Prihanjoko menjadi duta Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka mengikuti Jambore Dunia ke-23 Tahun 2015 atau 23¬¬rd¬ World Scout Jamboree di Kirara-Hama, Yamaguchi, Jepang, 27 Juli hingga 03 Agustus 2015.

Sebelum bertolak ke Jepang, Kak Timbul berpamitan sekaligus meminta doa kepada seluruh pengurus pramuka di Kabupaten Probolinggo agar diberi kelancaran mulai dari berangkat hingga kembali ke Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Probolinggo, Minggu (26/7).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kasdim 0820 Kak Mayor Inf. Winarso, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Kak Supoyo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kak Asy’ari, Kepala Bappeda Kak Dewi Korina, Kepala Dinas Pendidikan Kak Tutug Edi Utomo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kak Anung Widiarto serta seluruh Ketua Kwartir Ranting (Kwarran), Brigade Penolong (BP) 13.13 serta pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo.

Dalam sambutannya Kak Timbul Prihanjoko menyampaikan ucapan terima kasih karena selama ini semua pengurus pramuka di Kabupaten Probolinggo sudah sangat semangat dalam mensukseskan setiap kegiatan yang dilakukan oleh Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo. “Kalau tidak karena hati dan senang, maka semuanya tidak akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Kak Timbul menerangkan semua program pramuka dapat berjalan maksimal karena mendapatkan dukungan dari semua pihak. Semua pihak saling bekerja sama dan bahu membahu agar kegiatan pramuka bisa sukses. “Inilah yang dinilai hebat oleh daerah lain,” jelasnya.

Lebih lanjut Kak Timbul menginginkan supaya adik-adik pramuka mempunyai keterampilan. Oleh karena itu, saat ini Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan semua instansi supaya adik-adik pramuka dilibatkan dalam setiap pelatihan dan pemberikan ketrampilan.

“Selama ini produk yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo sangat bagus. Bahkan kemana-mana saya selalu membawa produk lokal. Semua ini saya lakukan karena merasa bangga dengan produk lokal masyarakat Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Menurut Kak Timbul, semua tugas itu harus dilakukan dengan ikhlas dan senang hati. Sebab dimanapun berada kalau menyenangi tugas yang diberikan pasti akan meraih kesuksesan.

“Keinginan Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo ke depan adalah memiliki Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat). Nantinya Pusdiklat itu tidak hanya untuk pramuka saja, tetapi juga kegiatan lain yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan/drs)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger