Headlines News :
Powered by Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Popular Posts

Senam Massal Tandai Peringatan HUT Lansia

Penulis : Wawan Bromo FM
Jum'at, 27 Mei 2016 


KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) memperingati Hari Ulang Tahun Lansia (Halun) tahun 2016. Peringatan Halun dengan tema “Menuju Lansia Pro Sehati (Lansia Produktif, Sehat dan Istimewa)” ini ditandai dengan senam massal di Alun-alun Kota Kraksaan, Jum’at (27/5/2016) pagi.

Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo ini diikuti oleh 600 orang lansia dengan instruktur senam dari Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Asjroel Sjakrie mengatakan peringatan Halun 2016 ini merupakan salah satu upaya untuk membentuk lansia yang sehat dan gembira menatap masa depan. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini nantinya bisa menjadi lansia yang produktif,” katanya.

Sementara dr. Shodiq Tjahjono mengungkapkan usia lanjut adalah suatu proses alami yang tidak dihindarkan. Umur manusia sebagai makhluk hidup terbatas oleh suatu peraturan alam, maksimal sekitar 6 (enam) kali masa bayi dan dewasa atau 6x20 tahun sama dengan 120 tahun.

“Proses menjadi tua disebabkan oleh faktor biologi yang terdiri dari 3 fase. Yakni fase progresif, fase stabil dan fase fegresif. Dalam fase regresif mekanisme lebih terarah kemunduran yang dimulai dari sel, komponen terkecil dari tubuh manusia,” katanya.

Menurut Shodiq, dengan semakin tingginya umur harapan hidup 65,75 tahun, dimana diperkirakan pada tahun 2020 jumlah lansia lebih tinggi dari pada jumlah balita, yakni 11,4% dari jumlah penduduk.

“Perlu adanya peningkatan pelayanan secara terpadu dari berbagai sektor agar Usila tetap sehat, produktif dan istimewa supaya mereka tetap berperan dalam keluarga, dalam pembangunan nasional sesuai dengan fungsi, kearifan dan pengalamannya,” jelasnya.

Shodiq menambahkan selama ini Pemkab Probolinggo sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada para lansia baik di rumah sakit maupun puskesmas. “Upaya pemberdayaan lansia sudah dilakukan secara maksimal. Sudah terbentuk posyandu lansia dan komda lansia kecamatan. Ke depan akan dibentuk karang werda di desa,” pungkasnya. (wan)

Pemkab Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 26/05/2016

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo masuk dalam 35 daerah top inovasi pelayanan publik terbaik se-Indonesia dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia.

Penghargaan atas prestasi itu diterima oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/5/2016) siang. Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Kabag Organisasi M. Heru Santoso.

Selain Kabupaten Probolinggo, di Jawa Timur juga ada Kabupaten Banyuwangi, Pemekasan, Bojonegoro dan Tulungagung yang mendapat penghargaan serupa. “Sekitar dua bulan lalu, saya pemaparan di Kementerian PAN-RB bersama 99 daerah lain,” katanya. 

Berdasarkan hasil presentasi, Kabupaten Probolinggo terpilih menjadi 35 daerah terbaik. Saat itu, Wabup mempresentasikan pelayanan cepat berupa inovasi Jempol Mancep Layanan Cepat di Puskesmas Sumberasih lewat fingerprint. Setiap pasien yang datang, memasukkan data pribadi dan keluhannya yang masuk dalam data elektronik puskesmas.

Dengan demikian, dokter yang memeriksa cukup melihat data tersebut dan memberikan resep obat. Resep obat ini juga masuk data elektronik dan terkoneksi ke apotek puskesmas. “Semua dilayani tanpa kertas. Pasien tidak perlu membawa kertas ke sana kemari,” terang Wabup.

Saat ini layanan seperti itu masih diterapkan di Puskesmas Sumberasih saja. Tapi nanti, lanjut Wabup, layanan serupa akan dikembangkan ke puskesmas lain se-Kabupaten Probolinggo secara bertahap. (wan/ast)

Kwarcab Pramuka Gelar Diklatsar BP 13.13

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 26/05/2016

GENDING – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Brigade Penolong (BP) 13.13 angkatan ke-III di area obyek wisata Pantai Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Kamis hingga Sabtu (26-28/5/2016). 

Diklatsar BP 13.13 ini diikuti oleh 51 peserta putra dan 20 peserta putri dari perwakilan Sa
ka dan kwartir ranting/gugus depan pangkalan pramuka penegak/pandega serta petugas pengelola obyek wisata di Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo Bidang Bina Muda Kak Hasin ini dihadiri oleh anggota Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), BP 13 Jawa Timur, BP 13.13 Probolinggo serta instruktur dari Basarnas Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Probolinggo.

Ketua panitia Kak Aris Setiawan mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan sebagai wadah pembinaan pramuka dan petugas pengelola obyek wisata dalam upaya meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan dalam memberikan pertolongan dan penanganan pada kasus-kasus kecelakaan, musibah bencana alam dan tugas-tugas kemanusiaan lainnya.

“Dimana tujuannya meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara serta alam dan lingkungan. Selain itu meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya melalui kegiatan kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo Kak Hasin kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota di bidang pertolongan, menghimpun potensi, meningkatkan kebanggaan serta memberikan kesempatan kepada pemuda/remaja.

“Sasaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya brigade penolong yang mampu menjalin komunikasi dan koordinasi antara Brigade Penolong se-Jawa Timur, membina potensi SAR serta meningkatkan peran pramuka dalam penanggulangan bencana,” katanya.

Sedangkan Ketua BP 13.13 Probolinggo Kak Didik Slamet Wahyudi mengharapkan supaya para lulusan diklat ini nantinya dapat menunjang kegiatan-kegiatan sosial di daerahnya masing-masing. “Mereka diharapkan mampu memberikan bantuan dan mengambil inisiatif pertolongan jika terjadi musibah atau kecelakaan di lingkungannya masing-masing,” harapnya.

Selama kegiatan, para peserta diklat akan dipandu oleh narasumber yang berasal dari BP 13 Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur, Basarnas Kantor SAR Surabaya, Kodim 0820 Probolinggo, BPBD Kabupaten Probolinggo serta BP 13.13 Gerakan Pramuka Kwarcab Probolinggo. (wan/ast)

Pemkab Bungo Belajar Proses Penyusunan LPPD

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 26/05/1016

KRAKSAAN - Hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) tahun 2014 Kabupaten Probolinggo menduduki peringkat 11 nasional dan mendapatkan penghargaan berupa prestasi kinerja predikat sangat tinggi nasional dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Prestasi inilah yang merangsang daerah lain untuk datang dan melakukan study banding. Kamis (26/5/2016), rombongan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo Provinsi Jambi datang untuk belajar proses penyusunan LPPD.

Rombongan sejumlah 15 orang itu dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Bungo Usman Hasibuan. Mereka diterima Asisten Tata Praja Sekda Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari di ruang pertemuan Argopuro Setda Kabupaten Probolinggo.

Tampak pula menerima Kabag Pemerintahan Edy Suryanto, perwakilan Bappeda, Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah, Inspektorat, Bagian Hukum, Bagian Organisasi dan Bagian Kominfo.

Usman Hisabuan mengungkapkan selain untuk menjalin silaturahim, kedatangannya di Kabupaten Probolinggo bertujuan ingin sharing dan tukar informasi terkait dalam penyusunan LPPD.

“Berdasarkan hasil EKPPD terhadap LPPD tahun 2014, Pemkab Probolinggo berhasil menduduki peringkat 11 nasional. Padahal tahun sebelumnya, masih berada di peringkat 149. Ini merupakan sebuah lompatan yang luar biasa. Mohon kiranya kami diberikan resep-resep dalam penyusunan LPPD,” katanya.

Sementara Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan rombongan Pemkab Bungo untuk berkunjung ke Kabupaten Probolinggo. Studi banding ini merupakan salah satu bentuk silaturahim untuk saling bertukar informasi, sharing dan kemitraan untuk kemajuan kedua daerah.

“Penyusunan LPPD di Kabupaten Probolinggo dilakukan dengan cara membentuk tim terpadu yang dikoordinatori oleh Bagian Pemerintahan. Kunci keberhasilan kami adalah komitmen bersama mulai dari pimpinan hingga tingkat SKPD,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian cenderamata berupa pelakat lambang dua daerah antara Usman Hasibuan dan Ahmad Hasyim Ashari. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan sesi dialog seputar proses penyusunan LPPD yang dilakukan oleh kedua daerah. (wan/ast)

100 Pelaku Usaha Pasar Kotaanyar Dibekali Kemetrologian

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 26/05/2016

PAITON  - Sekitar 100 pelaku usaha dari Pasar Kotaanyar dibekali kemetrologian oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Rabu (25/5/2016) di KPRI Karya Dharma Paiton.

Dalam pembinaan kemetrologian ini, para pelaku usaha diberikan materi tentang kebijakan umum tentang kemetrologian, prosedur tera ulang ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapannya (UTTP) serta prosedur kemetrologian.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko melalui Kasi Kemetrologian Totok Slamet Rijanto mengatakan, pembinaan ini bertujuan agar masyarakat tidak dirugikan. Soalnya masih ada sebagian pelaku usaha yang tidak jujur dan bertanggung jawab dalam berjualan menggunakan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya.

“Harapannya dengan pembinaan kemetrologian ini para pelaku usaha bisa berlaku jujur dan bertanggung jawab memperlakukan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya dengan benar sesuai ketentuan,” katanya.

Lebih lanjut Totok menghimbau kepada para pelaku usaha untuk bisa tertib alat UTTP. “Masyarakat yang belum melakukan tera alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya, hendaknya mengikuti tera ulang susulan,” tegasnya.

Menurut Totok, pembinaan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha tentang kemetrologian. “Dengan demikian pelaku usaha bisa memberikan perlindungan konsumen atas barang yang dibelinya, khususnya kepastian ukuran, takaran, timbangan dan perlengkapannya (UTTP),” pungkasnya. (wan/ast)

Petani Tembakau Dilatih Buat Pupuk Organik

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis, 26/05/2016
GADING – Sebagai upaya mengurangi ketergantungan pemakaian pupuk kimia, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolinggo melatih petani tembakau untuk membuat pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kotoran ternak dan limbah tahu, Rabu (25/5/2016).

Kegiatan yang digelar di Pondok Wisata Kampoeng Kita Desa Condong Kecamatan Gading ini diikuti oleh 80 peserta terdiri dari kelompok tani di Kecamatan Krucil dan Tiris serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Kasubbid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Konservasi Sumber Daya Alam BLH Kabupaten Probolinggo Sugeng Hariyono mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik yang ramah lingkungan.

“Selain itu, mengurangi ketergantungan petani dalam pemakaian pupuk kimia serta mengurangi dan mengendalikan pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran ternak dan limbah tahu,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pelestarian dan Pengendalian Lingkungan BLH Kabupaten Probolinggo Hendri Priyanto mengungkapkan, budidaya tembakau akhir-akhir ini cenderung mengabaikan teknik budidaya yang baik. Seperti pemakaian pestisida dan pupuk kimia secara berlebihan.

“Hal tersebut tentunya akan berdampak kepada penurunan kualitas tembakau, tingginya residu pestisida dan yang tidak kalah penting adalah gangguan ekosistem dan pencemaran lingkungan,” ungkapnya.

Menurut Hendri, dalam pelatihan ini para petani tembakau diberi pengetahuan cara memanfaatkan limbah ternak dan limbah cair perusahaan tahu agar dapat diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan.

“Pemakaian pupuk organik padat dan cair ini dapat diaplikasikan tidak hanya pada tanaman tembakau saja, melainkan pada hampir semua jenis tanaman, karena fungsinya juga dapat memperbaiki struktur tanah. Tentunya penggunaan pupuk organik ini lebih aman dibandingkan pupuk kimia,” pungkasnya.

Peserta pelatihan mendapatkan materi dari sejumlah narasumber. Yakni, dari Koordinator BPP Kecamatan Tiris, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) Surabaya, UPPT Perkebunan Probolinggo serta Ketua dan Tim Kelompok Tani Sukotani Desa Jabungcandi Kecamatan Paiton. (wan/ast)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger