Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Popular Posts

KPU Kab. Probolinggo Gelar Rapat Pleno Terbuka

Dicko : Bromo fm
Sabtu 19/04/14. 10:00 WIB

Kraksaan –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo gelar rapat pleno rekapitulasi perhitungan perolehan suara anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten pada Rabu (19/4/14). Rapat dibuka oleh ketua KPU Kabupaten Probolinggo M.Zubaidi.
 
Sementara Komisioner KPU Kabupaten Probolinggo mengawali rapat pleno tersebut dari Kecamatan bagian barat Kabupaten Probolinggo. KPU meminta salah seorang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk membuka kotak suara yang tersegel di hadapan para saksi.
 
Acara yang menjadi agenda rutin setiap tahapan Pemilu  tersebut dihadiri oleh para saksi dari masing-masing Parpol, ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu)dan sejumlah Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kabupaten Probolinggo. Rapat pleno rekapitulasi perolehan suara dilakukan berdasarkan urutan daerah pemilihan sehingga penghitungan suara dimulai dari tingkat DPR RI yang dibacakan oleh masing-masing PPK untuk perolehan suara di Daerahnya.
 
Penghitungan dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga selesai, disaksikan oleh seluruh undangan yang hadir, dari masing-masing perwakilan Porpol. Ketua KPU Kabupaten Probolinggo M.Zuaidi mengatakan, perhitungan untuk perolehan suara secara keseluruhan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
 
"Penghitungan ini akan berlangsung sampai malam hari , bisa-bisa hingga dini hari, namun hal itu tidak menjadi maslah bagi kami, yang terpenting rapat pleno ini berjalan lancar dan tertib,"tutur Zubaidi.(Dc)

BLH Geram,Akibat PJU di Tembak

Dicko : Bromo fm
Jum'at 18/04/14. 10:00 WIB

Zaenal Ansori Kabid pertamanan BLH Kabupaten Probolingo menunjukkan PJU yang hancur akibat ditembak
Kraksaan -  Penerangan Jalan Umum (PJU) ditempat jujungan kalayak seakan-akan tidak dibutuhkan lagi, utamanya di Gedung Olah Raga (GOR) Stadion Glora Merdeka  (SGM) kota Kraksaan, Kabupaten Probolingo. Sebanyak 14 PJU yang mengelilingi sekitar GOR tersebut kerap sekali mati  dan hancur, meskipun PJU yang berdiri tegak itu ketinggiannya sekitar 6-7 meter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pedagang kaki lima (PKL) setempat, ketika malam
hari banyak sepasang remaja yang singgah di sekeliling GOR SGM tersebut, mereka menginginkan suasana gelap,”sering kali lampu-lampu di sini dilempar dengan batu oleh muda-mudi, setelah mereka melemparnya mereka langsung lari,” kata Didik salah satu PKL.

Sementara, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probooinggo Donny Adianto melalui  Kepala Bidang pertamanan Zaenal Ansori menyebutkan, dari  14 unit PJU yang berjarak 50 meter itu memang sudah dimaksimalkan penerangannya, namun, semuanya menurut Zaenal sia-sia.

“Bagaimana tidak sia-sia, PJU di GOR ini di tembak memakai senapan angin oleh muda-mudi, sering kali juga di ketapil, terutama diposisi sebelah barat dan timur. Bukan hanya mati saja PJU disini, akan tetapi kaca dan bola lampunya hancur, kelakukan seperti ini sudah sangat keterlaluan,” sebut Zaenal Kamis (17/4/14)

Zaenal mengaku, belum sampai satu tahun, pihaknya sudah bolak-balik mengganti PJU disekitar GOR. Bahkan, dalam kurun waktu empat bulan dirinya sudah mengganti 2 kali penerangan,”bagaimanapun tetap terus kami pantau, karena PJU ini adalah tanggung jawabnya BLH, lebih-lebih terhadap masyarakat itu sendiri, harus berperan serta untuk menjaga penerangan disekitar GOR maupun di titik lainnya,”papar Zaenal.(Dc)

Petani Garam Mulai Produksi Lagi

Dicko : Bromo fm
Jum'at 18/04/14. 09:00 WIB

Kraksaan –  Memasuki perubahan cuaca 2014 ini para petani garam sudah mulai memprediksi akan segera memasuki musim kemarau, yaitu dari kondisi musim hujan selama beberapa bulan terakhir ini. Dari itu, petani garam mulai memanfaatkan kondisi tersebut.
 
Di sejumlah sentra produksi garam yang terbentang di bagian timur Kabupaten Probolinggo, utamanya  di pesisir Asembagus, Kecamatan Kraksaan dan pesisir Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten setempat, para petani garam mulai mencuat dengan aktivitasnya yang baru, setelah beberapa bulan fakum tidak memproduksi garam akibat musim penghujan.
 
“Pada bulan April 2014 ini kami memulai bekerja lagi sebagaimana kala biasanya, akan tetapi untuk saat ini kami masih melakukan penataan lahan untuk persiapan produksi garam. Mengingat lahan yang selam ini fakum agak rusak akibat serangan hujan,” kata H. Adi salah satu petani garam asal Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan, Kabupaten setempat. 
 
Diakuinya, selama memasuki musim hujan, lahan miliknya itu, dialihkan menjadi tambak ikan bandeng, namun budidaya ikan bandengnya tidak berhasil, akibat curah hujan yang cukup deras. Lahan seluas 1,5 hektaremiliknya itu, sekarang harus menjadi produktif, sebab menurutnya, beberapa bulan terakhir ini lahannya tidak ada income.
 
“Seluruh petani garam di wilayak Kraksaan ini serentak untuk memproduksi garam. Karena bagi petani garam, musim kemarau adalah sebuah penghasilan, yaitu penghasilan dari penjualan garam,”sebut H. Adi.
 
Sementara, Bambang yang merupakan ketua kelompok garam Sidoagung Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolingo mengungkapkan, tahun ini petani garam diprediksi akan sangat antusias dengan pekerjaanya, pasalnya, mereka terindikasi dengan cuaca yang sangat panas meski belum memasuki 100 persen musim kemarau.
 
“Ribuan hektar lahan garam di Kabupaten Probolingo, terutama di Kecamatan Kraksaan dan pajarakan sebagian banyak sudah memulai menata lahannya untuk membuat garam tradisional, bahkan ada sebagian yang sudah panen meski hasilnya hanya sedikit,” jelas Bambang.(Dc)

Kota Kraksaan Memasuki Penilaian Adipura 2014

Dicko : Bromo fm
Kamis 17/04/14. 10:00 WIB

Sejumlah anggota BLH gencar melakukan aktifitasnya di GOR SGM untuk penilaian Adipura 2014
Kraksaan – Adipura tahun 2014 kembali digelar penilaian. Salah satunya penilaian tersebut memasuki wilayah kota Kraksaan yang mewakili Kabupaten Probolinggo pada Kamis (17/04/14). Tim dari pusat melakukan penilaian itu langsung menuju ke Gedung Olah Raga (GOR) Stadion Glora Merdeka (SGM) dan alun-alun kota Kraksaan, Kabupaten setempat.
 
Menuju penilaian yang dimulai dari hari Rabu hingga Kamis (16-17/4) tersebut, Pemkab Probolinggo melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten setempat telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kebutuhan para petugas kebersihan  dan penataan taman kota serta pembenahan lingkungan disepanjang jalan raya Panglima Sudirman kota Kraksaan.
 
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolonggo Donny Adianto melalui Kepala Bidang 
Pengelola Pertamanan Zainal Ansori mengatakan, selain alun-alun dan GOR SGM dikota Kraksaan yang menjadi titik pantauan dari pusat, diberbagai titik juga menjadi pemantauan untuk penilaian, diantaranya Komposting pasar Kebonagung, sekolah-sekolah, jalan raya dikota Kraksaan dengan alteri yang sering dilalui masyarakat, dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dilingkungan kota Kraksaan.  
 
“Dari kesiapan untuk pelaksanaan Adipura ini, kami telah banyak melakukan penyempurnaan dari sebelumnya, karena penilaian seperti ini adalah agenda rutin, namun, kami lebih stressing lebih awal sebelum penilaian,” kata Zainal Kamis (17/4).
 
Selain itu Zainal mengaku, dalam kurun waktu satu bulan sebelumnya, pihaknya sudah lebih memfokuskan pada titik pantau yang akan dilalui oleh tim. Namun demikian, pada titik yang berada dilingkungan masyarakat, pihak BLH mengajak kepada masyarakat untuk berpartisipasi.
 
“Karena bagaimanapun kebersihan itu bukan hanya milik Pemerintah Daerah, akan tetapi harus didasari ke ikut sertaan masyarakat, agar lebih menciptakan budaya bersih dilingkungan Kabuapten Probolinggo. Dengan harapan Kabupaten Probolinggo kembali meraih penghargaan Adipura 2014,” tegas Zainal.(Dc)

Ungkapan Seorang Siswa Tuna Rungu Wicara SMALB

Dicko : Bromo fm
Kamis 17/04/14. 09:00 WIB

Kraksaan – Menemui seorang anak yang mengalami cacat tubuh bukan berarti ia berkehidupan tidak normal, bahkan hal seperti itu adalah sebaliknya. Dengan bakat dan potensi yang biasa ia jalani mampu melebihi layaknya orang normal. Seperti yang dialami Novianto siswa SMALB di Dharma Asih Kraksaan, Kabupaten Probolingo. Siswa ini mengalami tuna rungu wicara (bisu dan tuli). Seperi apa ungkapannya..
 
Novianto berkata saat menyelesaikan UN pada hari terakhir (16/4/14). Tuhan telah menganugerahkan kepada saya kesempatan untuk lahir kedunia ini dan merasakan dinamika kehidupan.  Saya berkenan melewati masa-masa indah waktu kecil dan kesedihan dalam tekanan mental yang luar biasa.
 
Salah satu sisi kehidupan, saya merasa bersyukur atas apa yang saya miliki namun disisi lain, hidup terkadang bagi saya adalah suatu keluhan menanggung cacat fisik seperti ini. Akan tetapi Saya sangat semangat dengan keadaan ini, karena saya masih bias berpikir dan mempunyai potensi ilmu pendidikan.
 
Saya yang sejak lahir diciptakan dengan keadaan fisik yang tidak sempurna, mulut tidak bias bicara dan telinga tidak bias mendengar dan tidak normal seperti layaknya orang lain yang dapat menggunakan semuanya dengan baik. Ketidaksempurnaan fisik saya banyak berpengaruh pada aktivitas saya sehari-hari.
 
Jujur saya katakan keadaan fisik saya seperti ini seakan-akan saya ktidak menghendaki, didalam hati dan perasaan, saya merasa marah, sangat tidak terima atas kenyataan yang ada, kehidupan saya berada pada posisi yang serba salah. 

Kadang kala saya depresi atas keberadaan diri ini, pergaulan saya tidak seluwes orang-orang lain. Sahabat-sahabat saya bisa mendengar dan bicara engan leluasa, sementara saya tidak bisa dan dibatasi oleh keadaan cacat fisik tadi. Sungguh ini sebuah neraka nyata dalam hidup.
 
Saya berani berbuat dan merasa sangat semangat dan secara pribadi bisa menggali potensi, sejak saya masuk sekolah SMPLB  hingga SMALB di Dharma Asih ini, mdisini saya bias menyadari dan mensyukuri nikmat yang ALLAH berikan, saya berpikir ini adalah cobaan dan syurga bagi saya.  Mulai saat ini saya berinteraksi dengan sendirinya. Saya mensyukri atas semua ini.
 
Di atas adalah sebuah ungkapan yang disampaikan Novianto, yang disertai tetesan air matanya.(Dc)

Usaha Bordir Makin Bergairah

Dicko : Bromo fm
Kamis 17/04/14. 08:00 WIB

Pajarakan – Usaha bordir di Desa Sologodig Wetan, Kecamatan Pajarakan makin bergairah. Banyaknya pesanan dari dalam dan luar daerah menggunakan jasa bordir membuat jumlah pekerja bordir makin banyak. Ini diungkap Kepala Desa Sologodig Wetan, Ubaidillah Kamis (17/4/14).
 
Ubaidillah mengakui, pesanan dari luar daerah khususnya Bali, membuat perkembangan usaha bordir warganya terus mengalami peningkatan. Ia mengaku, 2008, masih ada sekitar 4 pengusaha bordir saja. Saat ini, pengusaha bordir di Desa Sologodig Wetan mencapai 10 orang.
 
Banyaknya usaha bordir warganya membuat lapangan pekerjaan di Desa Sologodig Wetan melimpah. Bahkan tidak jarang, para pekerja bordir datang dari luar seperti Patemon, Condong dan Karangbong. Ubaidillah berharap, usaha bordir warganya terus meningkat sehingga kesejahteraan  hidup warganya terpenuhi.”Semoga terus berkembang usaha bordir di sini,” pungkasnya.
 
Dari sepuluh pengusaha, tidak jarang para pengusaha bordir  memiliki karyawan lebih dari sepuluh orang.  Kebanyakan, para pengusaha ini kaum perempuan. Ubaidillah mengakui, hampir  70 persen warga perempuannya  menjadi pekerja bordir.  “Pekerja bordir banyak kaum perempuan,” ujarnya.
 
Diakuinya, adanya pelatihan bordir dari pemerintah  memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha Bordir di Desanya.
 
Sumarni (56), Warga Sologodig Wetan mengaku sudah menerjuni usaha bordir sejak tahun 70-an. Saat ini, ia memiliki dua karyawan tetap. Tapi kalau pesanan meningkat, tidak jarang ia menyewa tenaga bordir dari luar desa demi memenuhi target pesanan.” Menyewa tenaga bordir dari luar daerah,” ujarnya. Untuk harga setiap helai pesanan bordir, Sumarni mematok harga sesuai tingkat kesulitan.
 
Terkait tidak menambah karyawan, Sumarni mengaku order pesanan tidak pasti. Sehingga ia tidak berani mengambil resiko lebih besar. “Memiliki karyawan tetap harus berani menggaji saban bulan,” ujarnya lagi. Sumarni mengaku memberikan gaji setiap bulan pada karyawannya Rp 800 ribu. Dengan 2 karyawan  saban bulan, ia mengaku mengeluarkan 1,6 juta.
 
Maryati (34), pengusaha  bordir, Warga Sologodig Wetan mengungkapkan usaha bordir yang ia kelola semakin berkembang. Pengusaha bordir yang memulai usahanya 2008, kini imemiliki 4 karyawan tetap. Jika order dari luar daerah melimpah, ia tidak segan mengambil tenaga borongan dari luar Desa. “Alhamdulillah orderan tidak sepi,” ujarnya pada Kabar Probolinggo.
 
Maryati mengaku, order pesanan terbanyak dari daerah Bali. Ia mengaku setiap bulan tidak pernah sepi order dari luar daerah. Ia berharap, order pesanan bordir kepadanya terus meningkat.” Semoga orderan bordir terus lancar,” pungkasnya (Dc)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger