Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Popular Posts

SGM Jadi Incaran Satpol PP

Dicko BromoFM
Kamis 30/10/2014 , 09 : 00 WIB


KRAKSAAN – Untuk memberantas penyakit masyarakat  (Pekat) yang kerap kali terjadi Stadion Gelora  Merdeka (SGM) kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, yang dijadikan sebagai tempat maksiat oleh kalangan anak muda,  membuat Satpol PP Kabupaten Probolinggo geram atas semua itu. Melihat kondisi tersebut, pihak Satpol PP segera melakukan razia di sekitar lokasi.

“SGM merupakan tempat yang seharusnya dijadikan untuk kegiatan olahraga bagi kalangan masyarakat. Sangat disayangkan kalau masyarakat terutama kalangan pemuda menjadikannya sebagai tempat maksiat,” kata Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo Ach. Aruman Rabu (29/10/14).

Aruman mengatakan, sering kali pihaknya melakukan upaya operasi di sekitar lokasi. Namun belum ada yang melihat adanya pemuda yang memadu kasih. Meski begitu, pihaknya terus meningkatkan upaya pengawasan.“kalau dibiarkan, maka ini akan tambah tidak karuan, kami segera melakukan razia, utamanya pada malam hari,”sebutnya.

Ia menambahkan, memang banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait SGM yang kerap kali dijadikan tempat pacaran oleh kalangan anak muda.“Lokasi SGM  memang tergolong sepi. Apalagi kalau malam hari,”terangnya.

Sementara itu, Didik yang merupakan ketua paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) disekitar SGM  mengakui, selain di SGM ramai dengan pengunjung biasa, banyak pula pemuda yang berkunjung untuk memanfaatkan tempat yang gelap disekeliling SGM tersebut.

“Yang jelas kalau anak muda, tempat disekitar SGM itu dibuat tempat untuk pacaran, utamanya disisi sebelah barat, karena tempatnya gelap. Jangankan malam, siangpun diposisi sebelah barat itu ditempati muda-mudi,”sebut Didik.(dc/fir)


Seorang Duda Cabuli Gadis 12 Tahun

Dicko BromoFM
Kamis 30/10/2014 , 07 : 00 WIB


PROBOLINGGO - Warga Desa Kali Salam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo dikejutkan oleh kejadian tak terduga. Pasalnya Didik (35) seorang duda berprilaku bejat terhadap DA seorang gadis yang masih berusia 12 tahun, tak lain tetangga pelaku.

Melihat perlakuan pelaku wargapun geram dan tersulut emosi, sehingga beramai-ramai warga merusak rumah palaku yang sekaligus sebagai toko VCD. Selain itu warga memecahkan kaca jendela dan kaca etalase milik pelaku. Peristiwa itu terjadi Rabu (29/10) malam.
Tak berselang lama aksi masa berhasil diredam oleh ketua RW yang juga anggota TNI Kodim 0820 Probolinggo.   Korban DA yang masih duduk di bangku kelas VI SD mengalami trauma berat dan harus dilarikan ke rumah sakit dr.Muhamad Saleh kota Probolinggo.  

Agus Wahid kakak korban mengatkan, peristiwa itu terjadi saat adiknya menunggu temannya pas depan rumah pelaku,”adik saya saat itu mau nerangkat mengaji. Kok malah pelaku yang kurang ajar itu melampiaskan nafsu ke adik saya,”kata Agus.
Sementara Solihin warga setempat mangaku, korban diseret kedalam kamarnya, dan memberinya minuman yang dicampur dengan pil koplo,”korban tersadar setelah pelaku berhasil melampiaskan nafsunya, akhirnya korban menjerit dan wargapun langsung berdatangan,”jelasnya.(dc/fir)

Mengutamakan Kuliah

Penulis Dicko
Rabu 29/10/2014 , 09 : 00 WIB


Malika Zakiyah masih tergolong perempuan yang sangat muda. Perempuan kelahiran Probolinggo 27 Pebruari 1991 ini masih menempuh kuliah semester pertama S-1 Information Technology (IT) di Nurul Jadid Paiton. Dirinya mempunyai ketertarikan di dunia pendidikan komputer untuk mendalami pengetahuannya, sebelum ia melamar pekerjaan.

“Dengan ilmu dan integritas yang tinggi tentunya akan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Berhasil atau tidaknya seorang mahasiswa sangat ditentukan bagaimana kita memanfaatkan dan menggunakan waktu diluar kuliah tersebut,”urainya.

Perempuan asal Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo ini berkomitmen, memilih kuliah dari pada bekerja. Menurutnya, dunia kerja itu sangat luas, tergantung kemauan dan usaha seseorang. Namun disamping itu, sangat dipentingkan pula pengetahuan dan potensi diri untuk mendapatkan pekerjaan yang mapan.

“Semua itu butuh proses, dari itu saya lebih memilih untuk kuliah dulu dari pada bekerja. Selain melakukan kegiatan dirumah, saya luangkan waktu untuk masuk kuliah, bahkan saya luangkan waktu pula untuk membaca buku, karena bagi saya membaca itu sangat banyak hikmahnya dan menambah wawasan,”kata perempuan yang kesehariannya disibukan dengan kuliah dan membaca ini.

Malika sapaan akrabnya ini mengaku, dirumahnya ia mengkoleksi banyak buku, sesuai dengan kegemarannya yang selalu membaca ketika tidak ada jadwal kuliah,”buku bagi saya adalah seperti pacar, daripada menyiaya-nyiakan banyak waktu dan menghamburkan uang untuk kepentingan yang tidak berguna. Lebih baik “pacaran” dengan buku. Sebab, dari situ pula kita mempunyai banyak  pandangan untuk memilah sisi baik dan wawasan tentang dunia kerja, serta sangat bermanfaat untuk kepentingan kuliah,”kata Malika yang juga gemar membaca ini.(dc/fir)

Mengajar di Dua Sekolah

Dicko BromoFM
Rabu 29/10/2014 , 08 : 00 WIB


Bagi Seorang Asmaul Husna, seorang guru kelas di salah satu Sekolah Dasar (SD) swasta di kota Kraksaan, tak pernah merasa lelah meskipun selama beberapa tahun dirinya mengajar di dua sekolah. Sebab, menurutnya, jabatan guru merupakan jabatan profesional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu.

Perempuan asal Desa/Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo ini mengaku, mengajar di dua sekolah bagi dirinya adalah suatu keberuntungan. Karena disatu sisi komitmen sebagai guru itu diperlukan syarat-syarat diantaranya adanya motivasi yang kuat, memiliki pengetahuan dan keterampilan, pengabdian, memiliki kode etik, dan berhak mendapatkan imbalan pengetahuan.

“Pagi hingga sore saya mengajar di SD swasta di kota Kraksaan, sedangkan sore harinya hingga pukul 17.00 WIB saya mengajar Madrasah Diniyah (Madin) di desaku. Itu saya lakukan bukan kepentingan pribadi saya, melainkan suatu kepentingan menerapkan rasa empati dalam membangun suasana belajar yang positif, sehingga diharapkan pada akhirnya dapat terjadi proses pembelajaran yang efektif,”ujarnya.

Perempuan kelahiran Probolinggo 17 Agustus 1980 ini menguraikan, dalam sisi lain didunia pendidikan, dirinya sangat berkeinginan untuk lebih mendorong potensi siswa, yang menurutnya belakangan ini, minimnya anak pelajar yang mengesampingkan pendidikan dari pada pergaulan, seperti halnya sekarang marak anak pelajar sering bolos sekolah, merokok bahkan terjerumus terhadap hal-hal yang negatif.

“Saya ingin pendidikan siswa lebih berkembang, selain itu saya berkeinginan memupuk siswa mempunyai jiwa yang akhlaqul qarimah. Dari itu saya tidak pernah lelah mengajar di dua sekolah. Sebab, di dua sekolah tempat saya bekerja ini menonjolkan pembelajaran agama Islam, apalagi di sekolah Madrasah Diniyahnya, disana saya banyak peluang mendidik dan membangun siswa menuju Ahklaqul Qarimah,”papar perempuan yang telah menempuh kuliah Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton ini. (dc/fir)


Pecah Kaca Mobil,Uang Ratusan Juta Ludes

Dicko BromoFM
Selasa 28/10/2014 , 11 : 00 WIB


KRAKSAAN – Sebuah mobil Xenia bernopol N 461 VJ yang terparkir di pasar Semampir Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dipecah kacanya oleh dua orang tak dikenal. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB siang Selasa (28/10/14).

Mobil milik Fathul Munir yang merupakan pimpinan koperasi simpan pinjam Sidogiri cabang Leces, itu waktu melakukan kunjungan ke koperasi Sidogiri cabang Semampir Kraksaan. Tak disangka kaca mobilnya dipecahkan oleh dua orang perampok yang beraksi dipinggir jalan raya pasar Semampir Kraksaan.

Menurut Fathul Munir (korban), begitu sampai dihalaman koperasi Sidogiri Semampir, dirinya langsung masuk edalam menemui rekannya, tak berselang lama tiba-tiba terdengar bunyi pecahan kaca,”saya lihat kok kaca mobil saya yang dipecah oleh dua orang,”katanya.

Munir mengaku, pelaku berhasil membawa kabur uang milik koperasi yang nilainya sekitar rarusan juta rupiah yang disimpan di jok depan.’’Pelakunya jdua orang, mereka memecahkan kaca mobil disebelah kiri depan, kedua pelaku  langsung kabur kearah utara, jalan yang tembus ke jalan raya PB Sudirman kota Kraksaan.

“Mereka menggunakan motor Jupiter MX, seketika itu saya dan teman saya langsung melakukan pengejaran namun tidak berhasil. Tindakan saya yang terakhir melapor ke Polsek Kraksaan,”ujar Munir.

Pantauan dilapangan, selang setengah jam dari kejadian, bagian Identifikasi dari Polres Probolinggo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung membawa mobil korban ke Mapolsek Kraksaan.(dc/fir)


Ribuan Peserta Ikuti Pengajian Wawasan Kebangsaan

Dicko BromoFM
Selasa 28/10/2014 , 09 : 00 WIB


KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 2014, Forum  Pimpinan Daerah (Forpimda)Kabupaten Probolinggo, menggelar acara Pengajian Wawasan Kebangsaan yang diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang dilaksanakan di LT II Gedung Islamic Centre (GIC) kota Kraksaan Selasa (28/10/14), dibuka langsung oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs.H.A Timbul Prihanjoko.

Acara yang menjadi agenda tahunan Pemkab Probolinggo ini bertujuan, untuk  menegaskan dan mengingatkan kembali kepada seluruh Rakyat Indonesia khususnya bagi generasi muda tentang arti, makna, maksud dan tujuan dari Semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober untuk tetap memelihara dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan PANCASILA dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Perisai Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Sebagai narasumber dalam acara ini adalah Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro, Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Heru Agung Aryandhono dan ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Probolinggo KH. Idrus Ali.

Wabub Timbul  menyampaikan, bahwa peran serta pemuda yang berwawasan Kebangsaan, tentunya keberhasilan acara yang dimaksud tidak terlepas dari bantuan dan dukungan semua pihak secara langsung maupun tidak langsung.

“Peran serta pemuda tercatat dalam sejarah perjuangan negara Republik Indonesia sebagai pemrakarsa utama dalam usaha perjuangan modern yang terwujud dalam sumpah pemuda 1928 dan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945,”terangnya.

Selain itu  Wabub Timbul menuturkan, hal – hal yang dapat dilakukan oleh pemuda bergabung dengan kekuatan inti negara, menumbuhkan jiwa inovatif dan kreatif dalam upaya pemberdayaan potensi, bersinergis dengan pemerintah daerah dalam upaya memajukan pembangunan daerah perbatasan, turut serta dalam segala upaya menjaga persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan jiwa nasionalisme, yang juga tidak kalah penting pemuda harus menghindari apatis terhadap lingkungan, konsumtif cenderung malas berpikir, malas bekerja, pasrah terhadap keadaan tanpa ada upaya untuk mengadakan suatu perubahan yang lebih baik bagi masyarakat di lingkungannya.(dc/fir)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger