Headlines News :
Powered by Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Tersangkut Kriminal, TKI Ditembak Mati Polisi Malaysia

Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis. 28/07/2016



PROBOLINGGO - Asmadi Atmari, TKI asal Desa/Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo tewas ditembak mati polisi Malaysia. Jenasah saat ini berada di di Hospital Raja Permaisuri Bainun, Perak, Malaysia.

“Dia ditembak di bagian dada. Dia target operasi polisi Malaysia karena pelaku kriminal,” kata Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Probolinggo Usman Ali, Kamis (28/7/2016).

Kabar meninggalnya Asmadi yang ditembak polisi didapatkan Disnakertrans dari KBRI di Malaysia. Selain Asmadi, TKI bernama Abdul Malik, warga Kecamatan Kotaanyar yang bekerja di salah satu negara di Afrika juga dikabarkan meninggal dunia. Belum diketahui penyebab kematian Abdul Malik.

“Yang Abdul Halik itu memang ada laporan dari keluarga yang meninggal di Afrika, nah meninggalnya di mana juga masih belum jelas, hanya sebatas datanya. Tapi kami tetap melaporkan kepada P4TKI untuk dilakukan penelusuran,” ujarnya.

Disnakertrans akan segera mengirim surat tembusan pada P4TKI, untuk memastikan jika dua TKI yang dimaksud benar berasal dari Kabupaten Probolinggo. 

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ada yang beralamat di Kabupaten Probolinggo tapi orang luar. Begitu sebaliknya, tahun lalu ada TKI yang bekerja di Malaysia meninggal dengan alamat Bangkalan, tapi ternyata orang Kabupaten Probolinggo. (maz/ast)

Harga Bibit Bawang Merah Tembus Rp 68 Ribu Perkilo

Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis. 28/07/2016



DRINGU - Petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo mulai resah. Pasalnya, harga bibit bawang merah dalam seminggu terakhir melonjak tinggi hingga Rp 68.000 per kilogram.

Puluhan hektar areal tanaman bawang merah di di Kabupaten Probolinggo terancam tidak dapat ditanami. Sebab sejak seminggu terakhir, stok bibit bawang merah mengalami kelangkaan.

Selain langka, harga bibit bawang merah siap tanam juga melambung tinggi. Saat ini, harga bibit merah dengan kualitas bagus berkisar antara Rp 60 ribu hingga Rp 68 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga bibit bawang merah paling mahal mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

Bahkan, untuk mendapatkan bibit bawang petani harus memburu hingga ke daerah lain seperti Jombang, Madiun, Nganjuk dan Brebes. “Bibit sekarang langka, bahkan kalaupun ada harganya mahal. Sehingga kami harus mencari ke daerah lain,” tutur Sabudrin, petani bawang merah asal Desa Dringu Kecamatan Dringu, Kamis (28/7/2016).

Kelangkaan tersebut dipicu oleh anomali cuaca yang melanda kawasan Kabupaten Probolinggo. Sehingga berpengaruh pada produksi dan kualitas bawang merah yang telah dipanen. Hasil panen yang tidak bagus, membuat petani enggan membuat bibit sendiri.

Sementara itu, harga jual bawang merah super ditingkat petani menembus Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah kualitas biasa sekitar Rp 25.000 per kilogram. “Meski harga bawang hasil panen cukup bagus, petani hanya mendapat hasil sedikit. Karena antara bibit, biaya perawatan dengan harga jual sama-sama tinggi,” timpal petani bawang merah lainnya Slamet. (maz/ast)

Ditpolair Ajak Masyarakat Taat Hukum

Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis. 28/07/2016



DRINGU - Direktorat Kepolisian Perairan Baharkam Mabes Polri melaksanakan kegiatan sosialisasi Quick Wins Program 1 yang bertemakan “Penertiban dan penegakan hukum bagi oraganisasi radikal dan anti Pancasila oleh KP. Hanoman-7011”, Kamis (28/7/2016) siang di Balai Desa Randuputih Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan ini, Ditpolair yang dipimpin Kompol Nur Sapta mengundang tokoh pemuda dan para nelayan setempat. Sebagai narasumber, pihak kepolisian mengajak masyarakat dalam merubah pola pikir sebagai warga negara yang taat pada hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku.

Kompol Nur Sapta menerangkan, fungsi kepolisian yang melekat dalam organisasi kepolisian yang merumuskan kebijakan Direktur Kepolisian Perairan Baharkam Polri dalam upaya menciptakan dan memelihara Kamtibmas dengan membangung kemitraan yang setara agar terjalin hubungan yang harmonis dan dapat bekerja sama antara polri khususnya polair, para tokoh agama dan tokoh adat.

“Hal tersebut merupakan antisipasi dalam pemecahan masalah radikal dan anti Pancasila. Marilah kita bersama-sama mempertahankan kearifan lokal, melestarikan lingkungan di sekitar kita, juga tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Para tokoh bersama Polri diharapkan dapat bergandengan tangan untuk mencegah tumbuh kembangnya paham radikal dan anti Pancasila yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia. 

“Masyarakat merupakan jembatan polri sekaligus mitra polri untuk bersama-sama menjaga keamanan yang kondusif serta dapat menekan terjadinya kesenjangan di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya. (maz/ast)

17 CJH Kabupaten Probolinggo Berisiko Tinggi

Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis. 28/07/2016



GENDING - Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2016 ini, Kabupaten Probolinggo akan memberangkatkan 773 calon jamaah haji (calhaj). Dari data jamaah itu, 17 calhaj diantaranya masuk kategori resiko tinggi (resti). Meliputi penderita hipertensi, penyakit jantung, sakit kronis dan menular serta usia diatas 55 tahun.

“Ada sebagian yang masuk kriteria resiko tinggi. Kami sudah mengambil langkah antisipasi termasuk menyiagakan petugas,” kata Kasi Pelayanan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Mukhlason, disela-sela acara manasik haji di Wisata Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Kamis (28/7/2016).

Namun, jumlah itu bisa bertambah atau berkurang, karena Kemenag sendiri belum menerima salinan catatan medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo secara resmi RSUD Waluyojati Kraksaan dan RSUD Tongas. “Data itu merupakan data awal, masih bisa berkurang atau bertambah. Masih direkap oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Rencananya, calon jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo diberangkatkan ke tanah suci tanggal 3-4 September mendatang dari embarkasi Juanda Surabaya. Mereka tergabung dalam kelompok terbang (kloter) SUB 63-64. 

Sebelum dikirim ke Mekkah, jamaah terlebih dulu menjalani rangkaian bimbingan manasik. Untuk kegiatan manasik kecamatan diadakan mulai pertengahan Juli lalu, sedangkan tingkat Kabupaten Probolinggo dilakukan pada hari ini. Puncaknya ada tasyakuran haji di Pendopo Kabupaten Probolinggo, seminggu pemberangkatan.

Dia menerangkan, pelaksanaan manasik ini merupakan kewajiban Kemenag sebagaimana ketentuan UU Nomor 13 Tahun 2008. Selain manasik, jamaah berhak memperoleh pelayanan lain berupa akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, penggunaan paspor haji dan pemondokan. (maz/ast)

Eksekutif-Legislatif Mulai Bahas P-APBD 2016

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis. 28/07/2016



PAJARAKAN – Pemerintah Kabupaten Probolinggo (eksekutif) bersama dengan DPRD Kabupaten Probolinggo (legislatif) mulai melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2016.

Pembahasan ini diawali dengan penyampaian Nota Penjelasan Bupati Probolinggo tentang Raperda P-APBD tahun anggaran 2016 oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/7/2016).

Rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurrahman ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Dalam Nota Penjelasan Bupati tersebut disampaikan bahwa pendapatan daerah para P-APBD tahun anggaran 2016 mengalami perubahan proyeksi yang semula dianggarkan sebesar Rp 2.049.041.943.746,00 berubah menjadi sebesar Rp 2.030.460.121.706,00 atau mengalami penurunan sebesar Rp 18.581.822.040,00 atau 0,91%.

Sementara belanja daerah mengalami perubahan plafon anggaran yang semula dianggarkan sebesar Rp 2.117.397.445.652,00 berubah menjadi sebesar Rp 2.244.513.569.128,00 atau mengalami kenaikan sebesar Rp 127.116.123.476,00 atau 6%.

Dengan demikian jika dibandingkan antara pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp 2.030.460.121.706,00 dengan belanja daerah setelah perubahan sebesar Rp 2.244.513.569.128,00 maka terdapat defisit sebesar Rp 214.053.477.422,00 yang akan ditutup dengan selisih antara penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan ditambah sisa lebih anggaran tahun berkenaan.

Pengalokasian pembiayaan daerah pada P-APBD tahun anggaran 2016 antara lain didasarkan pada kebijakan penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.

Dengan adanya kebijakan tersebut, maka pos pembiayaan daerah mengalami perubahan. Penerimaan pembiayaan daerah yang semula dianggarkan sebesar Rp 102.055.501.906,00 berubah menjadi Rp 262.547.140.000,00 mengalami kenaikan sebesar Rp 160.491.638.094 atau 157,26%.

Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah juga mengalami perubahan plafon anggaran yang semula dianggarkan sebesar Rp 33.700.000.000 berubah menjadi Rp 34.450.000.000 mengalami kenaikan sebesar Rp 750.000.000,00 atau 2,23%.

Sehingga diperoleh pembiayaan netto sebesar Rp 228.097.140.000,00 dikurangi sisa lebih pembiayaan tahun berkenaan pada P-APBD tahun 2016 sebesar Rp 14.043.692.578,00 merupakan silpa RSUD Waluyo Jati Kraksaan digunakan untuk menutup defisit anggaran. (wan/ast)

74 Personil Paskibra Mulai Latihan

Penulis : Wawan Bromo FM
Kamis. 28/07/2016




KRAKSAAN – Sebagai persiapan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang, 74 personil Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Probolinggo mulai melakukan latihan di Alun-alun Kota Kraksaan, Senin (25/7/2016). Rencananya latihan ini akan dilakukan selama 20 kali hingga 15 Agustus mendatang.

Selain melakukan pemusatan latihan bagi 74 personil Paskibra, Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Kabupaten Probolinggo juga mengirimkan 2 personilnya untuk bergabung dengan Paskibra Provinsi Jawa Timur bersama utusan 38 Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Sehubungan dengan masih diperbaikinya Alun-alun Kota Kraksaan, maka untuk sementara latihan dilakukan di sisi selatan Alun-alun. Selama latihan, mereka dibimbing oleh pelatih dari personil TNI, Polri dan Kanpora Kabupaten Probolinggo. Latihan sendiri dimulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB setiap harinya.

Kepala Kanpora Kabupaten Probolinggo Syafi’uddin melalui Plt Kasi Kepemudaan Muksin mengungkapkan bahwa latihan ini difokuskan kepada pemantapan fisik, PBB serta pengaturan gerakan yang kompak.

“Gerakan mereka harus kompak. Selain itu gerakan pola makan harus teratur sehingga kondisi fisik tetap terjaga. Disamping memberikan pembekalan kepada adik-adik terkait dengan kepaskibrakaan dalam rangka persiapan upacara HUT ke-71 Kemerdekaan RI,” katanya.

Muksin berpesan kepada personil Paskibra agar bersungguh-sungguh mengikuti latihan. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari Paskibra. “Tidak banyak orang yang mendapat kehormatan untuk menjadi bagian dari Paskibra. Adik-adik adalah pelajar terpilih. Tentunya ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri,” jelasnya.

Hanya saja Muksin mengaku akan melakukan penyesuaian seiring dengan layout perbaikan Alun-alun Kota Kraksaan. Pasalnya kondisi lapangan saat ini tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Misalnya di pintu masuk barat yang rutenya berbelok dan di depan paseban tengah yang sempit dan ada pondasi tiang bendera.

“Intinya kami akan menyesuaikan dengan layout lapangan saat ini. Mudah-mudahan perbaikan ini bisa cepat selesai maksimal H-10 sehingga personil Paskibra bisa langsung latihan di tempat. Kalau tidak, maka tentunya akan mengalami kesulitan pada waktu pelaksanaan,” pungkasnya. (wan)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger