Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Popular Posts

Satpol PP : Tidak Mudah Memberantas Orang Gila

Dicko BromoFM
Jum'at 24/10/2014 , 10 : 00 WIB


KRAKSAAN – Upaya untuk memberantas keberadaan orang gila yang semakin meluas di kota Kraksaan, Kabupaten Problinggo, telah disiasati oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Setempat. Namun untuk melakukan hal itu pihak Satpol PP butuh peran serta dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolingggo.

Hal ini diungkapkan oleh kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Ach. Aruman. Ia menuturkan, memang di kota Kraksan ini jumlah orang gila semakin meningkat dan itu membuat keresahan bagi masyarakat sekitar.

“Kami segera melakukan tindakan untuk memberantas itu, akan tetapi kami perlu berkoordinasi dengan Dinas terkait yaitu Dinsos, sebab yang punya wewenang untuk mengatasi hal ini adalah Dinsos, tugas kami hanya melakukan razia saja,” kata Aruman saat ditemui diruang kerjanya Jum’at (24/10/14).  

Aruman mengakui, banyaknya orang yang berkaliaran di bagian timur Kabupaten Probolinggo  dan kota Kraksaan ini karena memang sengaja didatangkan dari luar Daerah. Kerap kali orang gila dimuat memakai truk dan dilepas di daerah Paiton dan Kraksaan.

“Sering kali saya mendapat laporan dari masyarakat, utamanya dari tukang becak, katika malam hari sejumlah orang gila diturunkan pas di alun-alun kota Kraksaan yang dimuat truk, dengan peristiwa seperti itu, tidak mudah untuk memberantasnya, sebab kita harus ber pri kemanusiaan untuk saling menghargai meskipun itu orang gila,”jelasnya.

Dari itu, lanjutnya, pihak Satpol akan terus berupaya untuk memberantasnya, hanya saja dalam waktu dekat ini lanjutnya, pihaknya masih butuh kerja sama dan melakukan koordinasi,”kami segera member tahu kepada Dinsos, karena bagaimanapun orang gila itu kita tempatkan ditempat yang layak, artinya tidak dibuang sembarangan,”sebut Aruman.(dc/fir)



Puluhan Orang Dewasa Khitanan Massal

 Dicko BromoFM
Jum'at 24/10/2014 , 08 :00 WIB


SUMBER - Sedikitnya 60 orang pria dewasa di Kecamatan Sumber, Kamis (23/10) kemarin mengikuti khitanan massal dewasa yang digelar oleh Puskesmas Sumber di Puskesmas Pembantu (Pustu) Tempuran. Khitanan massal desa ini digelar dalam rangka untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50. Meskipun melakukan khitan pada usia dewasa adalah sebuah pilihan yang sangat sulit, tetapi hal tersebut mereka lakukan dengan sebuah keyakinan untuk menyempurnakan agama dan alasan kesehatan.

Berbeda dengan khitan pada umumnya. Para peserta khitan massal dewasa ini terlihat lebih santai bahkan sempat saling bersenda gurau sambil melempar joke-joke dengan sesama peserta khitanan massal. Tetapi ada juga yang tegang sambil menunggu giliran untuk dikhitan. Bahkan ada juga peserta yang wajahnya pucat tatkala dipanggil petugas kesehatan.

Tikno (40 th) warga Desa Cepoko Kecamatan Sumber merupakan peserta tertua khitanan massal ini. Kini, Tikno sudah memiliki 2 (dua) orang anak. Yang pertama perempuan dan sudah duduk di bangku kelas 3 SMP. Sementara kedua laki-laki dan masih duduk di bangku kelas 4 SD. Melihat dari umurnya tersebut, tidak mengherankan jika dirinya menjadi bahan guyonan teman seusianya.

Menurut Tikno, alasan dan motivasi dirinya mengikuti khitanan massal dewasa ini karena ingin supaya sholatnya sah dan diterima. Karena berdasarkan penjelasannya, guru dan ulama di sekitar rumahnya pernah menuturkan bahwa sholatnya tidak akan sah jika belum dikhitan.

Kepala Puskesmas Sumber Gandung Setyo Widodo mengungkapkan khitanan massal dewasa ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta untuk memenuhi harapan masyarakat yang ingin sholatnya sah setelah dikhitan. “Dulu mereka mengaku pernah khitan ke dukun, hanya saja tidak berhasil. Karena merasa malu, mereka akhirnya tidak dikhitan lagi hingga dewasa,” ungkapnya.(dc/fir)


Korban Perahu Karam di Temukan

Dicko : BromoFM
Kamis 23/10/2014 , 16 : 00 WIB


PAJARAKAN – Muhammad Arif (41) korban perahu karam asal Desa/Kecamatan Maron, yang dinyatakan hilang di pantai Desa Gejukan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, hari ini Kamis (23/10) ditemukan oleh seorang nelayan di perairan pulau Gili, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Di ketahui tiga hari lalu Selasa (21/10/14), korban bersama 10 orang temannya yang selamat, tengah memancing ikan, menggunakan perahu tradisional, ditengah laut perahu yang digunakannya karam saat perjalanan pulang dari perairan selat Madura menuju pesisir pantai Desa Kejugan.

Diduga jasad Arif terbawa arus air hingga ke perairan pantai pulau Gili.Itu setelah dilakukan pencarian oleh tim Polairud  dan warga selama beberapa hari, namun tidak membuahkan hasil.

Jasad Arif akan dibawa menggunakan kapal oleh petugas ke pantai Gejukan, dimana pada saat kejadian Arif bersama 10 temannya itu berangkat dan menyewa perahu dari pantai Gejukan tersebut. Pantauan dilokasi, ratusan warga setempat dan warga dari Kecamatan Maron bersama keluarga korban sedang menunggu kabar yang pasti dari pukul 12 siang hingga sore.

Saat mayat korban masih dalam proses evakuasi, Yati yang merupakan istri korban telah meyakini kalau itu adalah suaminya, meski mayat itu belum dipastikan mayat Arif.

“Saya dan keluarga sudah menunggu kedatangan jenazah suami saya sejak tadi, karena dari tadi ada kabar ditemukan mayat tapi belum jelas kalau itu mayat suami saya. Tapi sekarang saya yakin kalau mayat itu adalah suami saya,”jelas Yati saat dipantai Gejukan. 

Sampai berita ini ditulis sekitar pukul 18.00, prosesi evakuasi masih berlangsung di perairan Gili Ketapang menuju pantai Gejukan.(dc/fir)

Sopir Pic up Tewas Setelah Menabrak Truk

Dicko BromoFM
Kamis 23/10/2014 , 09 : 00 WIB


PAJARAKAN – Kembali terjadi kecelakaan maut di jalan raya Brumbungan Lor, Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Kamis (23/10/14) dini hari, adalah, Muhammad Faiq Ghufron Rosidi (24), warga Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten setempat yang mengendarai pick up, tewas setelah menambrak truk yang melaju dari arah berlawanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 03.30. Saat itu, pick up dengan nopol N 8766 NB, melaju darai arah barat ke timur. Diduga sopir Faiq mengantuk, pick up langsung oleng ke kanan. Sedangkan waktu bersamaan, melaju truk Nopol W 8296 NL yang dikemudikan Junaidi, 39, warga Desa/Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, sehingga kecelakaanpun terjadi .

Menurut Kasat Lantas Polres Probolingog, AKP Ridho Tri Putranto melalui Kanit Laka Ipda Bagus Purnama, pic up menabrak truk bagian pintu kanan dan bak truk belakang. “sopir pic up (korban) saat kejadian masih bernyawa, jadi tidak langsung meninggal dilokasi kejadian, korban langsung dilarikan ke IGD RSUD Waluyojati Kraksaan, sebab luka korban cukup parah,”sebutnya.

Bagus menuturkan, korban meninggal di rumah sakit, sementara pic up dan truk serta sopirnya telah diamankan di pos Polisi Klaseman Kecamatan Gending untuk dimintai keterangan.(dc/fir)



Ribuan Pelajar Rayakan Kirab 1 Muharam 1436 H

Dicko : BromoFM
Kamis 23/10/2014 , 08 : 00 WIB


KOTAANYAR – Sekitar 1500 pelajar dari lembaga pendidikan umum dan agama memeriahkan perayaan tahun baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriyah melalui pawai karnaval melintasi jalan raya dengan menempuh perjalanan sekitar 4 km. Acara tersebut sengaja digelar oleh Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo pada Kamis (23/10/14).

Kirab 1 Muharam yang berlangsung sekitar pukul 06.30 WIB itu melibatkan ribuan pelajar dari tingkat pendidikan TK/RA, SD/MI SMP/MTs hingga SMA dan SMK dan sederajat. Kegiatan ini dibuka sekaligus dilepas oleh Muspika Kecamatan Kotaanyar yang diberangkatkan dari pendopo kantor pengairan Desa Talkandang hingga ke pendopo kantor Kecamatan Kotaanyar.

Kirab 1 Muharam ini sudah menjadi agenda tahunan di Kecamatan Kotaanyar dengan melibatkan seluruh lembaga sekolah, sehingga perayaan tersebut tidak asing lagi bagi masyarakat setempat, dan selalu menjadi acara keramaian yang ditunggu-tunggu masyarakat, sehingga acara kirab tingkat pelajar itu menjadi momen tersendiri.  

Ribuan warga, terutama para orang tua dari murid sekolah peserta pawai ta'ruf menyambut 1 Muharram 1436 Hijriah itu berdiri di pinggir jalan raya utama untuk menyaksikannya. Sehingga jalan yang biasanya tampak tidak begitu ramai menjadi sesak sehingga butuh mengaturan jalan dari petugas kepolisian. 

Selain itu, ratusan peserta pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah taman kanak-kanak (TK) juga ikut meramaikan pawai ta'ruf tahun baru Islam yang didampingi oleh orang tuanya. Bahkan seluruh wali murid PAUD  dan TK terlihat sumringah karena ada kesempatan mengikuti acara tersebut.

Para pelajar yang sebagian besar menggunakan pakaian muslim (laki-laki) dan muslimah (perempuan) itu ikut mengusung sejumlah poster yang mengajak agar kalangan pelajar khususnya ikut mendukung penegakan Syariat Islam.

Sementara itu, Abd. Ghoni Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kotaanyar mengatakan, kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan ini sebagai bentuk kebersamaan terhadap semua lapisan masyarakat, khususnya umat muslim untuk bersama-sama menegakkan Syariat Islam dan meningkatkan ilmu pengetahuan agama dikalangan remaja, utamanya kepada siswa-siswi di Kecamatan Kotaanyar

“Kami selalu berharap dalam penyambutan tahun baru Islam harus diperingati secara meriah, selain juga menjadi wahana instrospeksi diri guna meningkatkan amal ibadah dimasa mendatang. Dan ini adalah modal utama untuk memberikan contoh terhadap anak didik kita,” Tutur Ghoni.(dc/fir)


Pedagang Pasar Semampir Tolak Relokasi ke LT II

Dicko BromoFM
Rabu 22/10/2014 , 11 : 00 WIB


KRAKSAAN – Sebanyak 56 pedagang kue rempah-rempah di Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, segera relokasi ke lantai dua (LT II) oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Probolinggo, mengingat selama pembangunan pasar berdiri,  di L II posisinya masih kosong. Sedangkan diposisi bawah bedak dan lapak di sudah tidak memungkinkan lagi.

Rabu (22/10/14), 56 pedagang khusus kue dan rempah-rempah yang telah didata oleh kepala Kantor pasar, diundang untuk diberikan arahan agar mereka (pedagang) menuruti sesuai aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dalam kesempatan itu pedagang diberi kesempatan untuk berdialog, yang dipimpin langsung oleh Santiyono, Kepala Dispenda Kabupaten Probolinggo.

Dalam dialog yang dipusatkan di L II pasar Semampir tersebut juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kraksaan dan Kasatpol PP Kabupaten setempat. Setelah dilakukan pemaparan dan dialog, sebagaian besar para pedagang tidak menghendaki menempati posisi di L II, dengan alasan, di LT II menurutnya kurang meyakinkan untuk tempat berjualan.

Saat dialog berlangsung, tampak semua pedagang dengan kompak menolak untuk dipindah, bahkan, para pedagang sempat menunjukan amarahnya, sambil mengeluarkan uneg-unegnya, yang selama ini tidak tesampaikan. Aspirasi yang disampaikan pedagang bermacam-macam, sesuai kekesalannya selama ini. 

Seluruh pedagang juga mengeluhkan karena di LT II tidak ada toiletnya,”bagaimana kami mau whudlu’ dan buang air kecil saat berjualan diatas,”kata salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya usai dialog berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan, secara bertahap pihaknya akan menambah fasilitas di LT II sesuai keinginan para pedagang. Sebab, selama ini untuk memenuhi semua fasilitas itu masih terkendala anggaran.

Santiyono mengakui, bahwa kondisi pasar Semampir sampai saat ini nilainya masih rendah, tidak seperti pasar yang lainnya di Kabupaten Probolinggo. Karena dipasar Semampir penataannya masih kurang sempurna.”Meski begitu kami mohon kepada para pedagang untuk membantu pemerintah Daerah, salah satunya menuruti apa yang telah ditentukan, agar pihak pedagang dan Pemerintah sama-sama tidak terbebani,”ujar Santiyono.

Santiyono berharap, agar kepala pasar kembali melakukan pendataan yang akurat terhadap pedagang, agar tidak terjadi kesalahan seperti sebelumnya,”saya hanya meluruskan saja agar semua berjalan dengan baik, saya tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali, dipasar itu tidak ada jual beli bedak, pemerintah sdah memfasilitasi kebutuhan masyarakat,”tegasnya.(dc/fir)


    
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger