Headlines News :
Powered by Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Dinsos Bantu Kambing dan Alat Usaha Pemulung/Gepeng

Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 31/08/2016
KRAKSAAN - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo memberikan bantuan kambing dan alat usaha kepada pemulung/gepeng, Rabu (31/8/2016). Bantuan ini diberikan dalam rangka pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi pemulung/gepeng di Industri Hasil Tembakau (IHT).

Bantuan yang diberikan di Pendopo Kecamatan Kraksaan ini diberikan kepada 80 orang pemulung/gepeng. Terdiri dari 60 orang menerima 120 ekor kambing dan 20 orang Usaha Ekonomi Produktif (UEP) meliputi 9 unit selep tepung, 5 unit mesin jahit, 5 unit kompresor dan 1 unit sepeda pancal lengkap dengan rombong jualan.

Para penerima bantuan alat usaha ini berasal dari Kecamatan Sumberasih, Bantaran, Leces, Tegalsiwalan, Dringu, Kraksaan, Kotaanyar, Krejengan dan Paiton.

Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Retno Ngastiti Djuwitani melalui Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Daerah Kumuh Wiwik Sri Hidayati mengatakan bantuan alat usaha ini diberikan dengan tujuan memberikan usaha alternatif bagi pemulung/gepeng sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya agar bisa bebas dari profesi pemulung/gepeng.

“Bantuan alat usaha ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sebagai kemandirian supaya menjadi alternatif usaha lain. Setidaknya bisa mengurangi angka kemiskinan karena memiliki usaha produktif,” ungkapnya. (wan/ast)

ABPK Tingkatkan Pelayanan KIP/Konseling KB

Penulis : Wawan Bromo FM
Rabu, 31/08/2016
KRAKSAAN - Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri agar pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono dalam pelatihan Alat Bantu Pengambilan Keputusan (ABPK) bagi  20 bidan se-Kabupaten Probolinggo, Senin hingga Rabu (29-31/8/2016).

“Dalam pelaksanaannya, pembangunan kesehatan diselenggarakan berdasarkan azas perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian serta adil dan merata dengan mengutamakan aspek manfaat utamanya bagi kelompok rentan seperti ibu, bayi, anak, usia lanjut dan keluarga tidak mampu,” katanya.

Menurut Shodiq, ABPK merupakan salah satu media dari serangkaian media yang berkualitas yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan KIP/Konseling KB kepada klien. Pelaksanaan KIP/Konseling yang berkualitas dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan pelayanan KB.

“Faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu salah satunya adalah penyakit karena ibu yang dengan penyakit tidak mendapatkan pelayanan KB. Untuk menurunkan jumlah kematian ibu salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dalam memberikan KIP/Konseling KB dengan menggunakan ABPK,” pungkasnya.

Sementara Kasi Kesehatan Ibu, Bayi dan Reproduksi Dinkes Kabupaten Probolinggo Sutilah mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas di Kabupaten Probolinggo.

“Harapannya mampu meningkatkan ketrampilan petugas dalam memberikan konseling akseptor untuk memutuskan memilih alat kotrasepsi yang sesuai dengan kondisinya. Serta mampu melakukan komunikasi yang efektif dengan calon akseptor,” katanya. (wan/ast)

Wabup Serahkan Bantuan Rice Transplanter

Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 30/08/2016
KRAKSAAN – Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Selasa kemarin (30/8/2016) menyerahkan bantuan rice transplanter (alat tanam padi) bagi 20 kelompok tani (poktan) dan polis asuransi usaha tani padi bagi 73 poktan se-Kabupaten Probolinggo.

Penyerahan yang dipusatkan di Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan ini dihadiri oleh Danrem 083/BDJ Malang Kolonel Inf. Wachid Apriliyanto, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Hendhy Yustian Danang Suta dan jajaran Kodim 0820 Probolinggo.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan bantuan rice transplanter ini diberikan dengan tujuan mengantisipasi kelangkaan tenaga kerja dan mempercepat proses penanaman atau tanam serempak.

“Sedangkan untuk polis asuransi usaha tani bertujuan dalam rangka membantu petani menanggulangi kerugian petani akibat banjir, bencana alam dan gangguan OPT. Asuransi ini dimulai tahun 2015 dan petani hanya membayar Rp 36 ribu per hektar. Sisanya sebesar Rp 144 ribu disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Menurut Hasyim, mulai April hingga September 2016 pihaknya bersama Kodim 0820 Probolinggo ditarget areal tanam seluas 19.933 hektar. Hingga 30 Agustus 2016, sudah tercapai 18.765 hektar. “Artinya masih tersisa 1.168 hektar yang harus dicapai pada bulan September,” jelasnya.

Sementara Wabup Timbul mengatakan penerapan teknologi tanam berkaitan erat dengan alat mesin pertanian yang berkembang ke arah modern. Oleh karena itu pembaharuan terhadap teknologi pertanian sangat perlu diterapkan guna mendukung produktivitas pangan yang signifikan serta agar lebih efektif dan efisien.

“Dalam upaya untuk meningkatkan produksi pertanian, pemerintah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian dengan harapan memiliki manfaat untuk mempercepat proses tanam, guna terciptanya efisiensi waktu tanam, efektivitas tenaga kerja dalam upaya untuk peningkatan produksi hasil pertanian,” katanya.

Menurut Wabup Timbul, perubahan iklim merupakan hal yang tidak dapat dihindari dampaknya terhadap sektor pertanian sehingga diperlukan upaya aktif untuk mengantisipasi melalui strategi antisipasi, adaptasi dan mitigasi.

“Perlu adanya asuransi bagi petani untuk melindungi petani agar tidak mengalami kerugian terutama dari serangan hama dan penyakit serta bencana alam. Kalau bermanfaat, tentunya Pemerintah Daerah akan terus memberikan support agar mampu membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Timbul didampingi Danrem 083/BDJ Malang, Dandim 0820 Probolinggo dan Kepala Dispertan Kabupaten Probolinggo melakukan penanaman padi secara simbolis di areal persawahan di Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan.

Sosialisasikan Manfaat Dokumen Kependudukan

Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 30/08/2016
DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) memberikan sosialisasi manfaat dokumen kependudukan di ruang pertemuan Bentar Kabupaten Probolinggo, Senin hingga Rabu (29-31/8/2016).

Sosialisasi ini diikuti oleh 264 orang peserta dari Kecamatan Maron, Pakuniran, Tongas dan Besuk. Mereka terdiri dari unsur desa, tokoh masyarakat, TP PKK dan Fatayat/Muslimat. Sosialisasi ini dibagi menjadi 3 (tiga) angkatan.

Kepala Bidang Informasi Kependudukan Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo Wahyunani mengungkapkan, kegiatan ini dimaksudkan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap pentingnya administrasi dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.

“Di mana tujuannya masyarakat bisa lebih memahami prosedur dan tata cara pengurusan dokumen kependudukamn dan pencatatan sipil serta mengetahui persyaratan dan kelengkapan administrasi pengurusan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil,” katanya.

Sementara Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo Erlin Setiawati mengatakan bahwa untuk mendapatkan data yang valid dan akurat, masyarakat mulai dari lahir hingga mati harus dicatat dan didaftarkan dokumen kependudukannya.

“Kalau lahir harus daftar untuk mendapatkan NIK. Setelah itu mendapatkan akte kelahiran. Kalau meninggal mendapatkan akte kematian. Lahir dan mati harus betul-betul didata supaya bisa mengakuratkan data,” katanya.

Menurut Erlin, secara umum pihaknya memiliki tugas terhadap pelayanan dokumen kependudukan (KTP, KK, Pindah dan Datang), peristiwa penting (akte kelahiran, akte kematian, perkawinan dan perceraian serta akte pengesahan dan pengakuan anak) dan pemanfaatan data kependudukan.

“Selama ini data antara SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) dengan konsolidasi dari Kementerian Dalam Negeri jauh berbeda. Hal ini diduga ada NIK ganda serta ada data kelahiran dan kematian yang tidak dilaporkan,” jelasnya.

Erlin menjelaskan, selama ini masyarakat mengangkat remeh dokumen kependudukan, padahal hal itu sangat vital. Masyarakat menganggap dokumen kependudukan itu sangat enteng. Tetapi setelah mengurusnya ternyata tiada hari tanpa masalah dengan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.

“Biasanya masyarakat mau mengurus dokumen kependudukannya saat sudah dibutuhkan. Padahal seharusnya masyarakat memiliki dokumen kependudukan yang lengkap,” pungkasnya. (wan/ast)

Lesti dan Danang D’Academy Hibur Masyarakat Kota Kraksaan

Penulis : Wawan Bromo FM
Selasa, 30/08/2016
KRAKSAAN – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan RI, Dewan Kesenian Kabupaten Probolinggo (Dekapro) bersama Orkestra Suara Hati mengundang penyanyi dangdut ibukota Lesti dan Danang D’Academy untuk menghibur masyarakat Kota Kraksaan dan sekitarnya di Stadion Gelora Merdeka Kota Kraksaan, Senin (29/8/2016) malam.

Malam hiburan rakyat ini pun terbilang sukses karena puluhan ribu masyarakat tumpah ruah memadati Stadion Gelora Merdeka Kota Kraksaan untuk menyaksikan secara dekat penampilan Lesti dan Danang.

Hadir pada malam hiburan rakyat ini anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Wakapolres Probolinggo Kompol Hendy Kurniawan, Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf. Winarso, sejumlah anggota DPRD, Ketua Dekapro H Ahmad Rifa’i, Kepala SKPD dan Camat serta para Kepala Desa se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya H Hasan Aminuddin menyampaikan pesan moral kepada segenap generasi muda agar tekun belajar supaya tercapai cita-cita orang tua yang menginginkan anaknya menjadi orang yang berhasil. “Keilmuan hari ini lebih dominan daripada akhlak. Kepada orang tua, kembalikan pendidikan anak kepada akhlak sebagai prioritas,” katanya.

Lebih lanjut Hasan menyampaikan ucapan terima kasih atas hiburan yang disuguhkan oleh Orkestra Suara Hati untuk masyarakat Kota Kraksaan dan sekitarnya. “Selama ini seni budaya identik dengan bertengkar. Saya mengajak agar seni budaya dinikmati sebagai sebuah hiburan dengan tersenyum. Bagi anak-anak muda raihlah cita-cita dan jauhkan dari minuman yang melanggar syariat agama agar membuat orang tua tersenyum,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut baik Lesti maupun Danang membawakan beberapa buah lagu. Lesti misalnya membawakan lagu Kejora, Bunda, Penasaran, Anoman Obong dan beberapa lagu lain. Sementara Danang tidak mau kalah dengan lagu beberapa lagu rancak hingga Banyuwangian. Bahkan Lesti dan Danang juga membawakan lagu duet mulai dari Goyang Senggol hingga Birunya Cinta.

Saat berada di atas panggung, Lesti mengaku terkesan dengan antusias masyarakat Kota Kraksaan yang sangat ingin menyaksikannya secara langsung. Bahkan teriakan histerispun dari sejumlah penonton muncul saat Lesti turun dari panggung dan menyapa penonton.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo. Kepada Ibu Bupati Probolinggo dan Bapak KH Hasan Aminuddin. Tadi saya sempat kagum ternyata disini ada SMP Hati yang memberikan pendidikan gratis. Mudah-mudahan ke depan saya bisa datang lagi kesini,” kata Lesti dengan logat Sundanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Danang yang mengaku sangat bangga karena masyarakat bisa menikmati hiburan ini dengan tertib. “Inilah bentuk kedewasaan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang menikmati hiburan dengan nyaman,” katanya.

Lesti sendiri mengakhiri penampilannya sekitar pukul 22.00 WIB dan dilanjutkan oleh penampilan Danang hingga pukul 23.30 WIB. Selain dua artis jebolan D’Academy Indosiar ini, Orkestra Suara Hati ini juga mengundang sejumlah penyanyi seperti Yuda Irama dan Reza Sugiarto. (wan/ast)

Kapolres Rilis Desa Bebas 4C

Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 30/08/2016
LECES – Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin secara resmi melaunching (rilis) desa bebas 4C (Curas, Curat, Curanmor dan Curwan) di Balai Desa Clarak Kecamatan Leces, Senin (29/8/2016).

Dalam kegiatan tersebut, hadir juga Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Hendhy Yustian Danang Suta, para pejabat utama Polres Probolinggo, Forkopimka Leces, Kepala Desa se-Kecamatan Leces serta anggota 4 pilar Kecamatan Leces.

Desa bebas 4C ini merupakan pelaksanaan rencana aksi Polres Probolinggo dalam Program Promoter 100 Hari Kapolri. Giat Cipta Desa Unggulan Bebas 4C tersebut, merupakan implementasi pelaksanaan Program VII Promoter “Penguatan Harkamtibmas” dengan mengedepankan peran Bhabinkamtibmas bersama 4 pilar.

Usai peresmian, dilakukan juga simulasi pengamanan siskamling dalam rangka menangani terjadinya tindak pidana yang diperagakan oleh Bhabinkamtibmas dan aparat Desa Clarak.

Dengan simulasi tersebut, diharapkan nantinya dapat diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari apabila menemui hal serupa yang termasuk dalam 4C. Terkait hal itu, Kapolres juga memberikan beberapa perlengkapan siskamling yang nantinya dapat digunakan oleh warga desa untuk mengantisipasi situasi kamtibmas di wilayahnya. (maz/ast)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger