Headlines News :
Powered by Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Lisa Aja dan Komunitas Bikers Nongkrong Bareng

Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 22 Januari 2017
KRAKSAAN - Sebagai tindak lanjut dirilisnya (launching) program Polisi Sahabat Remaja “LISA AJA” sekaligus mempopulerkan aplikasi progresif Bromo Perkasa kepada masyarakat, Satuan Binmas Polres Probolinggo menghadiri Nongkrong Bareng Komunitas Biker Probolinggo di Cafe Majapahit Taman Sumber Lele Kecamatan Kraksaan, Sabtu (21/1/2017) malam.

Kegiatan Nongkrong Bareng Komunitas Bikers Probolinggo yang rutin dilaksanakan setiap malam Minggu ini dimanfaatkan oleh Kasat Binmas Polres Probolinggo AKP Hendrix K Wardhana untuk menyampaikan himbauan dan penyuluhan kamtibmas dengan tema mencegah intoleransi umat beragama, penyalahgunaan narkoba dan seks bebas.

Serta dalam mengendarai kendaraan bermotor agar senantiasa menjaga keselamatan berlalu lintas dan saling bekerjasama dengan Polri dalam rangka Harkamtibmas di wilayah hukum Polres Probolinggo.

“Melalui Program Lisa Aja ini Polres Probolinggo dituntut ikut berperan aktif dalam memotivasi para remaja sehingga mampu berbagi tanggung jawab dalam mencegah terjadinya kejahatan dan masalah keselamatan serta keamanan ketertiban lainnya,” kata AKP Hendrix.

Melalui program Lisa Aja ini AKP Hendrix mengharapkan agar generasi muda khususnya putra daerah Kabupaten Probolinggo mampu menjadi generasi muda yang tangguh yang mampu bersinergi dan berkolaborasi dengan kepolisian dalam menjaga Harkamtibmas sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar. (wan/trn)

Polisi Bekuk Maling Dua Motor

Penulis : Dimas Bromo FM
Minggu, 22 Januari 2017
TEGALSIWALAN – Berakhir sudah pelarian Sahin, 35, warga Desa Tegalbangsri Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang. Sabtu (21/1/2017), tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor(curanmor) itu, ditangkap anggota Polsek Tegalsiwalan di rumahnya.

Kapolsek Tegalsiwalan AKP Jamal mengatakan, Sahin ditangkap karena disangka mencuri dua unit sepeda motor milik Salim, warga Desa Gunung Bekel, Kecamatan Tegalsiwalan. Pencurian itu, terjadi pada Selasa, 27 September 2016, sekitar pukul 03.00 WIB.

Dari rumah Salim, tersangka membawa kabur sepeda motor Honda Blade dan Honda GL Max. Saat itu, dua unit motor itu diparkir di ruang tamu rumah korban. Sahin datang bersama rekannya dan masuk rumah korban dengan mencongkel pintu depan. Kemudian, Sahin bersama rekannya yang masih  buron membawa kabur dua sepeda motor korban.

“Hasil penyelidikan, sepeda motor GL Max itu ditemukan dipakai oleh warga di Lumajang. Setelah ditelusuri, motor korban itu dibeli dari Sahin dengan janji surat kendaraan sepeda motor lengkap. Dari sana, kami memburu tersangka Sahin,” ujar Jamal.

Hasilnya, Sabtu (21/1/2017) sekitar pukul 04.00 WIB, Sahin berhasil dibekuk di rumahnya. Awalnya, Sahin melawan dan keberatan ditangkap. Tapi, setelah  ditunjukkan barang bukti berupa motor Honda GL Max yang dicuri, akhirnya Sahin tak dapat melawan. Sehingga, langsung digelandang ke Mapolsek Tegalsiwalan.

“Tersangka Sahin berhasil dibekuk di rumahnya. Semalam (Jumat malam) kami mengintai keberadaan tersangka. Saat dipastikan ada di rumahnya, baru kami tangkap,” ujar Jamal. Berhasil dibekuk, Sahin langsung digiring ke Mapolsek Tegalsiwalan dan  diperiksa.

Menurut Jamal, pihaknya masih terus memeriksa tersangka untuk mengembangkan kasus ini. Sebab, diduga kuat tersangka merupakan spesialis pelaku curanmor dan terlibat di sejumlah kasus curanmor lainnya.

“Barang bukti yang diamankan satu unit motor Honda GL Max . Tersangka Sahin dijerat  dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan  Pemberatan,” ujarnya. (maz/trn)

MWCNU Kuripan Sosialisasikan Wakaf Masjid dan Musholla Pendidikan

Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 22 Januari 2017



KURIPAN - Sebagai upaya mendukung gerakan nasional penyelamat aset Nahdlatul Ulama (NU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kuripan bersama Ranting NU se-Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi wakaf masjid, musholla pendidikan serta tanah kuburan, Sabtu (21/1) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Sekretariat MWCNU Kecamatan Kuripan ini dihadiri oleh Wawan Ali dari Pengurus Cabang Lembaga Wakaf NU Kabupaten Probolinggo, Camat Kuripan Gundo Djoko Priyono dan narasumber KH Sholehuddin.

Camat Kuripan Gundo Djoko Priyono mengharapkan agar kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dalam upaya mendata secara riil aset-aset NU agar tidak diklaim oleh pihak lain sehingga bisa terus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Sementara Ketua MWCNU Kecamatan Kuripan H. Masduqi Syamsuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang harus dilaksanakan secara nyata bukan hanya angan-angan saja. Karena program ini adalah sebuah amanah yang wajib dilaksanakan di semua tingkatan.

“Apalagi Pengurus Pusat Lembaga Wakaf dan Pertanahan sudah meluncurkan buku saku kecil untuk para pengurus dan lembaganya yang berjudul Gerakan Nasional Penyelamat Aset NU,” katanya.

Sesuai dengan isi buku saku tersebut jelas Masduqi, maka pihaknya memfasilitasi pelaksanaan lembaga wakaf dan secepatnya diproses sampai pada penanganan pengukuran tanah yang diwakafkan.

“Demi kelancaran kegiatan ini maka kami meminta kepada seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Kuripan agar proses ini dibantu dan tidak perlu dipersulit. Apalagi proses perwakafan tersebut nantinya akan diserahkan ke organisasi NU,” jelasnya.

Kegiatan yang diikuti oleh para Ketua Takmir Masjid se-Kecamatan Kuripan tersebut langsung disambut dengan sangat antusias. Terbukti mereka langsung mendaftarkan diri dan menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan.

“Sosialisasi wakaf masjid dan musholla ini diharapkan agar apa yang menjadi aset NU bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sekaligus mampu mengamankan aset NU tersebut agar bisa terus dimanfaatkan pada masa-masa yang akan datang,” pungkasnya. (wan/trn)

Perhatikan Perkembangan Produk IKM

Penulis : Wawan Bromo FM
Sabtu, 21 Januari 2017

KRAKSAAN – Dalam setiap kegiatan gotong-royong sekaligus beraudiensi bersama masyarakat, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari SE sangat perhatian terhadap produk-produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang ditampilkan masyarakat. Bupati pun demi mendonngkrak omset penjualan IKM, tidak jarang memborong semua produk.

“Kami melihat ini sebagai simbol, sinyal-sinyal bahwa sudah waktunya untuk mengoptimalkan potensi desa menjadi produk unggulan kebanggaan daerah. Tentunya mampu mengentaskan kemiskinan dan bisa mensejahterakan masyarakat,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo, Heri Sulistyanto.

Menurut Heri, pihaknya selalu berupaya menerjemahkan apa yang disampaikan Bupati Probolinggo dalam setiap kegiatan. Sebab hal ini merupakan bentuk perhatian dari pemerintah daerah terhadap keberlangsungan produk unggulan daerah melalui upaya One Village One Product (OVOP).

Heri menegaskan bahwa OVOP adalah suatu upaya program pemerintah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap produk daerah.

“Titik beratnya bukan pada hasil, tetapi pada proses. Dari memulai, menggali, mengekspose dan membina yang dilakukan pemerintah daerah, swasta dan masyarakat,” pungkasnya. (wan/trn)

Disporaparbud Minta Operator Jip Bromo Taati Kesepakatan

Penulis : Dimas Bromo FM
Sabtu, 21 Januari 2017
SUKAPURA – Operator jip wisata Gunung Bromo, tidak bisa lagi menarik tarif angkut pengunjung sesuka hati. Sebab, sudah ada kesepakatan tarif yang mulai berlaku pada tahun ini. Jika melanggar aturan tarif yang  telah disepakati, maka operator akan dicoret sebagai angkutan wisata Bromo.

Semua itu tertuang dalam surat kesepakatan yang disepakati oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud), Forkopimka Sukapura serta pagayuban jip. Rapat yang digelar Kamis (19/1/2017) sore di Wisma Oecik ini dilakukan sebagai  tindak lanjut dari keluhan pengunjung terhadap operatof jip Bromo yang memainkan tarif angkut.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko membenarkan adanya kesepakatan itu. “Alhamdulillah, semua bisa kumpul dan membahas bersama. Akhirnya, telah disepakati tarif angkut wisata Bromo terbaru,” katanya, Sabtu (21/1/2017).

Sidik menjelaskan, dari pertemuan itu terungkap, selama ini belum ada tarif paten untuk angkutan wisata Bromo. Setelah adanya kesepakatn ini, maka semua operator wajib tunduk dan melaksanakan kesepakatan  tersebut.

“Kesepakatan tarif baru itu sudah ditandatangani bersama. Baik dari Forkopimka, paguyuban jip dan taft maupun  kuda,” terangnya. Selain itu, dikatakan Sidik, dalam surat kesepakatan bersama itu juga dijelaskan perihal  sanksinya.

Jika ditemukan operator angkut wisata Bromo yang nakal atau melanggar tarif, maka akan dikenai sanksi. Sanksi pertama, operator tidak boleh mengangkut penumpang wisata Bromo selama satu bulan. Jika kembali melanggar, maka dicabut atau dicoret sebagai angkutan wisata Bromo. Dalam artian, sudah tidak boleh jalan atau mengangkut penumpang  di wisata Bromo.

“Karena itu, pengunjung yang merasa ditipu, maka bisa melapor ke kantor pusat informasi pengunjung di Bromo,” terangnya. Sementara itu, Mat Aciz, ketua paguyuban jip Bromo mengatakan, pihaknya sudah lama menanti  kesepakatan penetapan tarif terbaru tersebut. (wan/trn)

Waspada, Jalur Madakaripura Rawan Longsor

Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 21 Januari 2017
LUMBANG – Memasuki musim hujan pengunjung tempat wisata air terjun Madakaripura, Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, harus waspada. Sebab, jalur menuju tempat wisata  bersejarah itu rawan longsor.

Bahkan, dalam bulan ini sudah beberapa kali longsor. Dari pantauan di lapangan, sepanjang jalan menuju air terjun Madakaripura dari Tongas ke Pasar Lumbang, sebagian masih rusak. Sedangkan, dari perempatan Pasar Lumbang menuju lokasi wisata, kondisi jalan sudah mulai bagus.

Tapi, tepatnya jalan Desa Negororejo, paling rawan terjadi longsor. Bahkan hingga Jum’at (20/1/2017), kerikil sampai batu besar bekas longsor masih berada di tengah jalan. Sehingga, bila tak hati-hati, cukup membahayakan bagi pengunjung dan  pengguna jalan.

Camat Lumbang Bambang Heri Wahjudi mengakui, jalur menuju wisata Air Terjun Madakaripura rawan longsor. Terutama, di Desa Negororejo. Sebab, desa ini termasuk dalam wilayah rawan longsor bersama Desa Branggah dan Desa Sapeh Kecamatan Lumbang.

“Batu besar dan bebatuan di jalan Desa Negororejo itu bekas longsor semalam. Tapi, nanti  akan segera dibersihkan oleh petugas,”  ujarnya. Heri Wahjudi mengaku, pihaknya juga sudah melayangkan surat edaran kepada semua kepala desa untuk antisipasi terjadinya longsor. Terutama, di tiga  desa tersebut.

“Kami imbau warga yang rumahnya di bawah tebing untuk waspada. Jika turun hujan lebih baik mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.  Imbauan ini juga ditujukan kepada  pengunjung wisata air terjun Madakaripura. Pihaknya juga sudah memasang papan pengumuman cukup besar di depan kantor kecamatan. Isinya imbauan rawan longsor.

“Kami juga sudah koordinasi dengan BPBD dan Disporaparbud dipasang plang di perempatan Pasar Lumbang. Saat ada longsor, plang ditulisi wisata air terjun Madakaripura ditutup karena ada bencana. Sehingga, pengunjung tak sampai terlanjur masuk ke lokasi,” jelasnya. (maz/trn)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger