Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Popular Posts

Dua Pelaku Penipuan dan Penggelapan di Ciduk Polisi

Dicko : Bromo fm
Kamis 24/04/14. 11:00 WIB

Kraksaan – Samsi (45) asal Desa Leces, Kecamatan Leces,     Kabupaten Probolinggo, dan Susilo (47) asal Kelurahan Purut Rejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Pasuruan disiduk petugas dari jajaran Polres Probolinggo. Keduanya adalah pelaku kejahatan dengan modus penipuan dan penggelapan uang.
 
Ke dua pelaku melakukan aksinya di dua TKP (tempat kejadian perkara) di Desa Gunung Bekel, Kecamatan Tegal Siwalan dan Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Kedua pelaku berasal dari Kabupaten Probolinggo  dan Kabupaten Pasuruan, namun keduanya melakukan aksinya diwilayah hukum Polres Plobolinggo selama bebrapa bulan terakhir 2014 ini.
 
Menurut Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro melalui Kabag Ops Kompol Hadi Prayitno mengatakan, dua pelaku tersebut berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian dari jajaran Polres Probolinggo bekerja sama dengan kepolisian Pasuruan, mereka ditangkap di dua lokasi yang berbeda.
 
“Samsi pelaku penipuan dan penggelapan berhasil kami tangkap di cafĂ© yang ada di Daerah Pasuruan. Sedangkan  Susilo berhasil ditangkap di SPBU Curah Sawo Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, mereka berdua sudah termasuk DPO di Polres Probolinggo,”kata Kompol Hadi Prayitno kepada sejumlah wartawan Kamis (24/4/14) di Mapolres Probolinggo.   
 
Ia menyebutkan, untuk barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dari kedua pelaku tersebut berupa Kartu Anggota Advokad Muda (KAAM), kemudian bukti uang transfer berjumlah Rp.5.700.000, serta foto saat pelaku melakukan transaksi dari korban sebesar Rp.18.000.000.
 
“Kedua pelaku kami jerat dengan pasal 378 Sub 372 KUHP, karena mereka telah banyak merugika masyrakat dengan melakukan pemerasan dan penindasan,” tambah Kompol Hadi.(Dc)

Hanya Hitungan Bulan Berhasil Ungkap 3 Kasus Kejahatan

Dicko : Bromo fm
Kamis 24/04/14. 10:00 WIB

Kraksaan – Keberhasilan upaya yang dilakukan Polres Probolinggo sangat dimaksimalkan untuk mengamankan para pelaku kejahatan diwilayah hukum Polres Probolinggo hanya kurun waktu hitungan bulan selama 2014, ini terungkap saat dilangsungkan Press Release pada Kamis (24/4/14) di Mapolres Probolinggo.
Tiga (3) kasus kejahatan yang berhasil ditangkap oleh jajaran Polres Probolinggo, meliputi kasus perjudian, kasus penipuan dan penggelapan, dan kasus curanmor. Dalam press release puluhan pelaku kejahatan yang berhasil diciduk petugas digiring keruang release dengan wajah tertutup ditunjukkan kepada sejumlah wartawan.
Sedangkan barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dalam 3 kasus tersebut yaitu alat perjudian seperti dadu, cap jeki, dan domino. Untuk kasus penipuan dan penggelapan, petugas mengaman barang bukti, kartu Advokad Muda, uang transfer berjumlah Rp.5.700.000, serta foto saat penyerahan uang  sebesar Rp 18.000.000, untuk kasus curanmor barang buktinya 1 unit sepeda motor RX King, rangka sepeda motor RX King.
Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro melalui Kabag Ops Kompol Hadi Prayitno mengatakan, pelaku dalam kasus perjudian akan dikenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Sedangkan untuk kasus penipuan dan penggelapan dikenakan pasal 378 Sub 372 KUHP. Dan kasus curanmor ikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.
“Ini berkat kerja keras dari jajaran Polres Probolinggo, dan kekompakan masyarakat dilingkungan Kabupaten Proboinggo, kedepan kami terus mengintai para pelaku yang masih masuk DPO atau tindak kejahatan lainnya,” tegas Kabag Ops Kompol Hadi Prayitno.(Dc)

Peletakan Batu Pertama SPKT

Dicko : Bromo fm
Kamis 24/04/14. 08:00 WIB

Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro saat melakukan pemasangan batu pertama SPKT
Kraksaan - Pemasangan batu pertama Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo. Peletakan tersebut dilakukan oleh Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro. Hal itu sebagai bentuk upaya untuk menunjukkan kreatifitas dan kebersamaan serta menciptakan sentra pelayanan yang lebih efektif terhadap masyarakat sekitar.

Peletakan batu pertama tersebut dilakukan di belakang gedung utama Polres Probolinggo sesuai dengan lokasi pembangunan gedung SPKT, yang dihadiri Muspika Kecamatan Pajarakan, ketua KPU Kabupaten Probolinggo M.Zubaidi dan seluruh jajaran Polres Probolinggo pada Kamis (24/4/14).

Setelah dilakukan peletakan batu pertama, secara bergantian Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro beserta Camat Pajarakan Moh.Gufron Rosadi dan ketua KPU M.Zubaidi langsung melakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda diresmikannya pembangunan gedung SPKT Mapolres Probolinggo.

AKBP Endar Priantoro mengatakan, adanya pembengunan gedung SPKT sebagai upaya untuk peningkatan pelayanan terhadap masyarakat khususnya di lingkungan Kabupaten Probolinggo, dengan tujuan untuk meningkatkan potensi pelayanan terpadu agar sistem pelayan dari Mapolres lebih lebih maksimal.

"Dari itu kami melibatkan Muspika Kacamatan Pajarakan dan KPU di Kabupaten Probolinggo, bahwa SPKT ini sebagai bukti untuk kepentingan kita bersama sebagai bentuk kebersamaan antara masyarakat dan aparat kepolisian serta instansi terkait," tukas Kapolres Probolinggo AKBP Endar.(Dc)

Puluhan Perwakilan Karyawan PTKL Mengklarifikasi ke Mapolres Probolinggo

Dicko   : BromoFM
Rabu , 23/04/2014 . 13.00 WIB

Kraksaan – Sebanyak enam belas (16) perwakilan dari karyawan PTKL (PT kertas leces) Kabupaten Probolinggo mendatangi Mapolres Probolinggo pada Rabu (23/4/14), mereka  datang langsung menemui Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro bersama Kasatreskrim dan tim penyidik diruang pertemuan Mapolres Probolinggo,untuk mengklarifikasi pengaduan mereka tentang penggelapan dana Tunjangan Hari Tua (THT) yang dilakukan Direktur PTKL sejak 1 Januari 2014 .


Para perwakilan karyawan itu mendesak kepada Kapolres untuk segera menyelesaikan tugasnya sebagai aparat kepolisian, terkait laporan yang diajukan oleh 1700 orang karyawan dari PTKL ke Mapolres Probolinggo pada saat itu, yang sampai saat ini masih belum terealisasi.


Menurut Moh. Arham selaku Sekjen Sekar Leces mengatakan, terkait penggelapan dana yang dilaporkan ke Polres Probolinggo tersebut ada tiga macam penggelapan dana yang telah dilakukan oleh direktur PTKL tersebut. Arham menyebutkan, ketiga dana yang digelapkan tersebut termasuk dana THT sebesar 1,3 milyar rupiah, kemudian dana upah dibawah UMK dan dana preme Jamsostek.


"Ini kami minta kepada tim penyidik dan Kapolres untuk segera merealisasikannya sesuai dengan ketentuan hukum, untuk menindak tegas terhadap direktur PTKL yang selama ini telah membodohi ribuan karyawanya,"papar Arham.

Atas hal itu, Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro menegaskan, bahwa pihaknya masih membutuhkan pembuktian yang lebih maksimal, karena bagaimanapun tugas kepolisian harus sesuai bukti-bukti yang falid untuk mengambil langkah terhadap tertuduh.

"Saya harap kerpada saudara sekalian tidak terlalu gegabah mengambil tindakan dan mendesak kami, ini sudah menjadi tugas kami yang harus diselesaikan, dengan syarat harus dengan aturan dan UU yang berlaku," ujar AKBP Endar.

Kapolres menambahkan, atas pemeriksaan kasus ini pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan secara intensif,"kalaupun nanti semua bukti sudah falid, maka dengan cepat kami langsung memanggil kembali para saksi dan memanggil tertuduh," tandas Kapolres AKBP Endar.(Dc)

Tewas Tergencet Bak Truk

Dicko  : BromoFM
Rabu , 23/04/2014 . 10.00 WIB

Kraksaan - Nahas menimpa Abdurrohim (30)asal Desa Bulu,Dusun Slamet Rt/RW 01/03 Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ia tewas tergencet bak dam truk bernopol N 8669 UP.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (23/4/14)sekitar  pukul 10.00 WIB di jalan Yos Sudarso sebelah selatan sekolah technik mesin (STM) Darsis kota Kraksaan Kabupaten setempat.

Informasi yang diperoleh dilapangan, saat itu Abdurrohim (korban) menjalankan profesinya sebagai tukang las, ia dipanggil oleh sopir truk yang enngan disebutkan namanya, untuk mengelas bak dam truk yang sedang macet tidak bisa ditutup, saat korban mengelas dibagian bawah bak yang masih dibebani pasir tersebut, tiba-tiba bak yang diduga macet itu tertutup dengan sendirinya.

Dengan kejadian itu, korban tergencet bak truk yang diperkirakan beratnya sekitar 8 ton. Akhirnya warga beramai-ramai menyelamatkan korban dengan mengangkat bak truk tersebut. Korban mengalami luka yang cukup parah disekujur tubuhnya, dada dan perutnyapun remuk akibat tergencet bak truk tersebut.

Oleh warga, korban langsung dilarikan RSUD Waluyo Jati Kraksaan, sayangnya nyawa korban tidak bisa terselamatkan, diduga korban meninggal dilokasi kejadian saat tergencet bak truk .

Sementara sopir truk yang enggan disebutkan namanya langsung dibawa Polsek Kraksaan untuk dimintai keterangan."Sopir sementara kami tahan untuk dilakukan pemeriksaan, bagaimana awal dari kejadian ini. Dan kami sambil menunggu pihak keluarga dari korban,"ujar Kapolsek Kraksaan Kompol Subadar.(Dc)

Melanggar UU, Puluhan Bentor di Amankan

Dicko : Bromo fm
Selasa 22/04/14. 10:00 WIB

Kraksaan – Puluhan Becak Motor (Bentor) di amankan oleh petugas kepolisian dari Satlantas Polres Probolingo, puluhan bentor  tersebut diambil dari berbagai titik persimpangan yang masih kerap digunakan oleh masyarakt. Penindakan ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk menekan angka kecelakaan lalulintas dilingkungan Kabupaten Probolinggo.

Hal ini dilakukan karena memang diberatkan UU,pasalnya, para pengguna bentor  melanggar pada aturan dan  Pasal 48 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Persyaratan Teknis dan Layak Jalan Kendaraan Bermotor serta Pasal 52 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Modifikasi Kendaraan bermotor.

Satuan Polisi Lalulintas Polres Probolinggo mengawali opearsinya sejak Senin (21/4/14) disepanjang jalan raya Panglima Sudirman kota Kraksaan   dan menyisir di daerah lainnya diluar kota Kraksaan.

 Selain itu, setelah berhasil mengamankan puluhan bentor, sebagai langkah yang bersifat membangun kepada pemilik bentor,  Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Warih Hutomo akhirnya  memberikan pembinaan dan menerangkan pelanggaran-pelanggaran dari kendaraan yang dimodifikasi seperti bentor, serta mereka dibekali buku pedoman tentang tatacara berlalulintas.

“Sejak awal dilakukan operasi bentor dari 2013 lalu, para pemilik bentor sudah diberi tahu tentang pelanggrannya, bahwa bentor bisa membahayakan penumpangnya, namun kenyataanya  sampai saat ini mereka tetap tidak mentaati peraturan yang ada,” papar AKP Warih.

Selain bentor, pihaknya juga masih mengincar kereta kelinci yang terkadang masih digunakan dijalan raya, karena menurut AKP Warih, tidak semestinya kereta kelinci itu digunakan dijalan raya, itu tempatnya dilingkungan Pariwisata saja. Sebab, kereta kelinci juga sangat berdampak negativ kepada penumpangnya.

Kedepan pihak Satlantas Polres Probolinggo terus melakukan penindakan secara tegas  dan terus memantau dengan melakukan opereasi terhadap kendaraan-kendaraan yang dimodifikasi,”ini kami lakukan demi keselamatan kita bersama, disamping itu, arus lalulintas tetap berjalan kondusif sebagaimana mesltinya,” terang AKP Warih Hutomo.(Dc)


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger