Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Bagian Kominfo Kab. Probolinggo

Popular Posts

Perpusda Gelar Festival Buku

Penulis Wawan Bromo FM
Senin 27/04/2015



KRAKSAAN  Kantor Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Probolinggo mempunyai cara tersendiri untuk bisa memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-269. Salah satunya dengan menggelar festival buku bekerja sama dengan Gramedia di GOR Sasana Krida Kota Kraksaan, 27 April hingga 10 Mei 2015 mendatang.

Festival buku ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi. Dalam sambutannya Sekda Nawi mengajak masyarakat untuk membudayakan membaca, terutama gerenasi muda. “Membaca harus dengan kesadaran. Jika sudah sadar akan menjadi kebiasaan. Kalau sudah biasa akan menjadi kebutuhan sehingga mampu membudaya. Sehingga nantinya membentuk karakter,” ungkapnya.

Menurut Nawi, festival buku ini merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir angka buta aksara di Kabupaten Probolinggo. Sebab jika masyarakat gemar membaca, maka buta aksara bisa terus diturunkan. “Untuk meningkatkan SDM masyarakat, maka perlu digalakkan kesadaran tentang pentingnya membaca,” tegasnya.

Sementara Kepala Kantor Perpusda Kabupaten Probolinggo Santoso mengungkapkan festival buku ini bertujuan untuk mengenalkan dan mempromosikan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran seumur hidup, meningkatkan budaya gemar membaca masyarakat serta mendekatkan buku kepada masyarakat.

“Selain itu, menambah pengetahuan masyarakat dengan buku , membantu dan mempermudah masyarakat untuk memperoleh buku-buku yang murah dan bermutu serta mengembangkan peran serta masyarakat di bidang perpustakaan,” ujarnya.

Mantan Kabag Kominfo ini menjelaskan festival buku ini juga dimeriahkan dengan Temu Pemustaka, Senin (27/4), Temu Bocah bersama Ria Enes dan boneka Suzan, Selasa (5/5) serta Lomba Ibu Hamil Bercerita, Kamis hingga Sabtu (7-9). (wan/drs)

Rencana Areal Tanam Tembakau 10.774 Ha

Penulis Dimas Bromo FM
Senin 27/04/2015



KRAKSAAN - Tahun ini rencana areal tanam tembakau jenis Paiton Voor Oogst (Paiton VO) di Kabupaten Probolinggo mencapai 10.774 hektar (Ha). Angka ini sama persis dengan tahun sebelumnya. Rencana areal tanam tembakau ini setara dengan rencana pembelian tembakau sebesar 12.929 ton dengan asumsi produktifitasnya 1,2 ton per Ha.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo Raharjo. Menurutnya, masalah tembakau itu klasik, di mana saat harganya naik, petani senang. Tetapi tatkala harganya turun, petani kebingungan.

“Padahal yang menentukan harga selain mutu adalah produksi dan permintaan. Jika permintaan sedikit dan produksinya banyak maka harga akan murah dan sebaliknya. Supaya antara permintaan dan produksi imbang, maka petani harus memperhatikan masa tanam sesuai kebutuhan gudang,” ungkapnya.

Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP4) Kabupaten Probolinggo ini mengharapkan, petani mulai menanam tembakau pada tanggal 25 Mei hingga akhir Juni 2015. Sehingga diperkirakan pertengahan Agustus 2015 sudah panen bersamaan dengan bukanya pembelian gudang.

“Persoalannya muncul pada saat gudang baru buka dan harganya mahal, petani baru mulai menanam tembakau. Sehingga tatkala panen, gudang sudah tutup. Tolong petani harus benar-benar memperhatikan masa tanam sehingga begitu panen bersamaan dengan bukanya gudang. Sebab berapapun itu pasti terbeli. Tapi kalau sudah tutup, tidak akan mungkin terbeli,” jelasnya.

Pria kelahiran Tegal, 5 Mei 1958 ini meminta supaya petani benar-benar memperhatikan kandungan unsur hara tanahnya. Sebab setiap daerah, unsur haranya berbeda-beda. Untuk mengurangi biaya produksi, pemupukan harus dilakukan dengan baik dan sesuai ukuran.

“Tetapi terkadang petani melakukan pemupukan tidak ada ukurannya. Sehingga ada kesan pemborosan dalam penggunaan pupuk,” tegasnya.

Menurut Raharjo, saat ini ada tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang menjadi sentra tanaman tembakau. Yakni, Kecamatan Paiton, Kotaanyar, Pakuniran, Besuk, Krejengan, Kraksaan dan Gading.

“Saat ini kami sedang gencar melakukan sosialisasi rencana areal tanam tembakau mulai dari tingkat petani. Sehingga akhir bulan ini selesai dengan melibatkan unsur Forkopimda. Upaya ini penting dilakukan karena permasalahan tembakau itu klasik. Sehingga para petani sudah tahu langkah apa yang harus dilakukan dalam menghadapi masa tanam 2015,” pungkasnya. (maz/drs)

BPPKB Sosialisasikan PUP

Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 22/04/2015


WONOMERTO - Dalam rangka menurunkan angka perkawinan dini, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo gencar blusukan untuk mensosialisasikan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Selasa (21/4) misalnya, BPPKB melakukan sosialisasi di aula Puskesmas Wonomerto.

Kegiatan bertema “Upaya Menurunkan Pernikahan Dini Harus Dilakukan Secara Massive, Terstruktur dan Terus Menerus” ini diikuti 40 orang. Peserta sebanyak itu terdiri dari unsur pengurus NU, Muslimat NU, Fatayat NU dan Ketua Kelompok Pengajian se-Kecamatan Wonomerto.

Dalam sosialisasi ini, para peserta mendapatkan materi dari narasumber dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo dan BPPKB Kabupaten Probolinggo.

“Sosialisasi pendewasaan usia perkawinan ini bertujuan meningkatkan peran serta semua elemen masyarakat untuk menurunkan perkawinan dini (di bawah usia 20 tahun) melalui penyuluhan di kelompok-kelompok pengajian,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat Herman Hidayat.

Menurut Herman, pernikahan dini di Kecamatan Wonomerto pada tahun 2014 sekitar 360 orang. Yang memiliki ijazah SMA sebesar 10%, berijazah SD/MI sebesar 75%, tidak mempunyai ijazah sebesar 15%, mempunyai pekerjaan riil sebesar 15%, tidak mempunyai pekerjaan (masih tergantung kepada orangtua) sebesar 85% dan perceraian di atas 2,5% dari total pernikahan (melebihi ambang batas).

“Melalui kegiatan ini diharapkan semua ketua kelompok pengajian menjadi corong dengan komunitasnya untuk mengedepankan pendidikan daripada cepat menikah. Setidaknya angka usia kawin pertama perempuan usia di bawah 20 tahun bisa berkurang dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menikah di usia ideal,” harapnya. (wan/ast)

Kwarcab Pramuka Gelar Rakercab

Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 22/04/2015


KRUCIL - Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo Kak Drs HA. Timbul Prihanjoko, Selasa (21/4) membuka rapat kerja cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Probolinggo tahun 2015 di Gedung Bremi Permai Kecamatan Krucil. 

Kegiatan ini diikuti 100 peserta terdiri dari pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo, unsur Mabicab (Majelis Pembimbing Cabang), Pimpinan Satuan Karya (Saka) dan utusan Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Probolinggo.

Rakercab ini bertujuan untuk mengevaluasi program yang sudah dilaksanakan tahun 2014 dan menyusun program kerja tahun 2015. Termasuk perubahannya serta menjadwal kegiatan sebagai pedoman pelaksanaan program Kwarcab tahun 2015. Selain itu menyusun draft untuk program kerja tahun 2016.

Dalam sambutannya Kak Timbul menyampaikan, penghargaan kepada semua Kwartir Ranting, gugus depan dan orangtua wali Pramuka yang telah mensukseskan East Java Scout Challenge (EJSC) 2K15 yang digelar di Bumi Perkemahan Desa Nogosaren Kecamatan Gading, Februari lalu.

“Jangan pernah merasa puas dengan prestasi yang sudah diraih, tetapi harus lebih ditingkatkan lagi ke depan. Sehingga Pramuka bisa lebih maju dan bermanfaat,” ungkap Wakil Bupati Probolinggo ini. 

Kak Timbul meminta, dalam kegiatan kepramukaan harus membawa dampak ekonomi masyarakat di lokasi kegiatan Pramuka. Apalagi saat ini mulai ada peningkatan dengan instansional agar anggota Pramuka bisa menyerap pengetahuan dan keterampilan khusus untuk dirinya. Misalnya membuat batik dan budidaya lebah madu, sehingga bisa untuk kepentingan masa depannya.

“Dengan Rakercab ini diharapkan jajaran kepramukaan mulai dari tingkat kwarcab hingga gugus depan dapat satu pendapat dan satu tekad untuk melaksanakan program untuk kegiatan-kegiatan cabang, daerah dan nasional,” harapnya. (wan/drs)

Fashion Show Meriahkan Hari Kartini

Penulis Dimas Bromo Fm
Rabu 22/04/2015


TONGAS - Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-136, SDN Tongas Wetan 1 Kecamatan Tongas menggelar lomba fashion show, Selasa (21/4). Lomba bertema “Mari Tingkatkan Generasi Yang Cerdas Dalam Kognitif, Afektif, Psikomotorik serta Memiliki Kepekaan Dalam Sosial dan Nasionalisme Yang Tinggi Melalui Ragam Gerak dan Gaya” itu diikuti 246 siswa.

Kepala SDN Tongas Wetan 1 Maini Yudiningsih mengatakan, lomba fashion show ini bertujuan supaya anak didiknya bisa meneladani perjuangan RA Kartini di masa sekarang. Yakni diwujudkan dengan cara mengenakan busana kebaya bagi anak perempuan dan busana nasional bagi anak laki-laki.

“Di samping itu anak-anak juga dapat mencontoh semangat dari Ibu Kartini yang dapat dilihat dari keikutsertaan anak-anak dalam lomba fashion show serta keberanian mereka dalam berkompetisi dengan yang lain dengan usaha keras,” ungkapnya.

Menurut Maini, kriteria penilaian meliputi tata rias, busana, dan pose. Yang unik ada beberapa peserta yang berpose berbeda dari yang lain. Juga ada peserta perempuan yang memakai kebaya dikombinasikan dengan kreativitas sendiri.

“Dengan lomba ini kami berharap agar semua siswa bisa meneladani perjuangan RA Kartini dimasa sekarang dan melatih keberanian serta kerja keras anak saat beraksi dan tampil di depan orang banyak,” harapnya. (wan/drs)

Atlet Taekwondo Raih 7 Emas dan 1 Perak

Penulis Dimas Bromo FM
Selasa 21/04/2015



JAKARTA - Sebuah prestasi membanggakan dipersembahkan delapan atlet Taekwondo Kabupaten Probolinggo hasil seleksi daerah yang mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Jakarta Taekwondo Festival 2015. Tidak tanggung-tanggung, dalam kejurnas yang digelar di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur, 17-19 April, mereka sukses menyabet 7 medali emas dan 1 medali perak.

Medali emas disumbangkan Hamdani Teguh kelas under 55 kg junior putra, Latifah Mutia Putri kelas under 46 kg junior putri, Uci Diana Putri kelas under 49 kg junior putri, Dwi Wulandari kelas under 55 kg junior putri, Elyta Veronika kelas under 73 kg senior putri, Robby Andriyanto kelas under 54 kg senior putra dan M. Nurul Sultoni kelas under 58 kg senior putra.

Sedangkan medali perak diraih Yunia Sri Wulandari yang kalah di final saat melawan Syifa Akawiyah dari Racata Institute Jakarta dengan skor tipis 14-15. “Predikat atlet senior putra terbaik diraih Robby Andriyanto dengan memperoleh medali dan trofi penghargaan,” ujar Koordinator Tim Taekwondo Kabupaten Probolinggo Puja Kurniawan.

Mantan Lurah Semampir ini mengatakan, keberhasilan yang diraih atlet taekwondo Kabupaten Probolinggo terasa sangat spesial karena bersamaan dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-269.

“Dengan semangat yang luar biasa dan termotivasi Hari Jadi Kabupaten Probolinggo, Alhamdulillah atlet kai mampu meraih 7 medali emas dan 1 medali perak. Semoga prestasi ini menjadi sebuah momentum yang bagus demi kemajuan taekwondo di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sementara Ketua Taekwondo Kabupaten Probolinggo Suloso mengapresiasi perjuangan keras yang telah dilakukan oleh para atlet sehingga mampu mempersembahkan medali untuk Kabupaten Probolinggo. “Mudah-mudahan keberhasilan ini menjadi awal yang baik demi kemajuan taekwondo Kabupaten Probolinggo di masa depan,” harapnya. (maz/drs)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | BromoTelecenter
Copyright © 2011. Bromo FM 92,3 MHz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger